Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Kesunahan Membaca Doa Iftitah

Kesunahan Membaca Doa Iftitah
Ada beberapa hal yang disunatkan di dalam mengerjakan shalat, salah satunya yaitu membaca doa iftitah.
Dinamakan doa iftitah (membuka) karena ia merupakan pembuka bagi shalat.
Kesunnahan membaca doa iftitah berlaku dengan adanya 4 syarat :
  1. Bukan pada shalat jenazah. Adapun dalam shalat jenazah tidak disunatkan membaca iftitah meskipun shalat jenazah ghaib atau shalatnya langsung dihadapan kubur.
  2. Waktu shalatnya masih normal. Adapun jika waktu shalatnya hanya tersisa beberapa saat lagi maka tidak disunatkan membaca doa iftitah bahkan haram membacanya.
  3. Bila ia seorang makmum yang masbuq (terlambat) disyaratkan adanya dugaan kuat baginya bahwa ia sempat melakukan ruku’ bersama imam. Berbeda halnya jika ia sudah terlalu jauh dengan imamnya yang menurut sangkaannya tidak sempat lagi melakukan ruku’ bersama imam jika ia tetap membaca iftitah, maka dalam hal ini tidak disunatkan membaca doa iftitah.
  4. Bagi makmum yang masbuk (terlambat) melihat imamnya masih sedang berdiri. Adapun jika imamnya sedang iktidal, sujud atau semacamnya maka makmum tersebut tidak dibenarkan lagi untuk membaca iftitah karena ia mesti mengikuti gerakan imamnya dengan segera setelah takbiratul ihram

Doa iftitah dibaca sebelum fatihah pada rakaat pertama shalat, tidak dianjurkan pada rakaat selainnya meskipun lupa dibaca pada rakaat pertama. Bentuk doa iftitah lebih diutamakan dengan yang ma’tsur meskipun dibolehkan dengan selainnya. Doa iftitah yang ma’tsur adalah bacaan iftitah yang bersumber dari Rasulullah SAW. Banyak sekali bacaan doa iftitah, antara lain:
 
 وَجَّهْت وَجْهِي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَبِذَلِكَ أُمِرْت ، وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ
 اَلْحَمدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَّالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَّسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً
 اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَاي كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَاي كَمَا يُنَقِّى الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ غَسِّلْنِي مِنْ خَطَايَاي بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
 اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَه إِلَّا أَنْت أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْت وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ أَنا بِكَ وَإِلَيْك تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ


Di antara doa-doa di atas, yang paling utama dibaca adalah doa yang pertama. Namun sangat dianjurkan menggabungkan doa-doa iftitah tersebut bagi orang yang shalatnya sendirian atau bagi imam yang jamaahnya mahsurin yang ridha dengan doanya yang panjang.

Referensi :
a. Hasyiah Qulyuby wa ‘Amirah Juz I hal. 167-168 Dar al-Fikr Beirut.
b. Nihayat Zain hal. 62 Dar al-Fikr Beirut.
c. Hasyiah Syarwany wa Ibn Qasim Hal. 29-30 Dar Ihya Beirut.


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Kesunahan Membaca Doa Iftitah