Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Menambah رَبِّ اغْفِرْ لِيْ Sebelum Amin Bagi Makmum

Deskripsi Masalah :

Didalam shalat setelah selesai  membaca surat Al Fatihah sebelum mengucapkan Amin  ada kesunnahan untuk membaca do'a   رَبِّ اغْفِرْ لِيْ  sebagai doa keampunan bagi diri sendiri dan orangtua. Dalam kondisi shalat jamaah disunnahkan bagi Imam dan Makmum untuk mengucapkan Amin setelah bacaan Al Fatihah.

Pertanyaan:

Apakah membaca do'a  رَبِّ اغْفِرْ لِيْ  tetap ada kesunnahan bagi Makmum atau kepada Imam Saja?

Jawaban:

As-syarif Al 'alamah Thahir Bin Husain berkata : Terhadap makmum tidak ada tuntutan membaca doa  رَبِّ اغْفِرْ لِيْ, bagi Makmum hanya disunnahkan Amin saja.


Bughyatul Mustarsyidin Hal 73 Maktabah Darl Fikri

فائدة : قال الشريف العلامة طاهر بن حسين : لا يطلب من المأموم عند فراغ إمامه من الفاتحة قول رب اغفر لي ، وإنما يطلب منه التأمين فقط ، وقول ربي اغفر لي مطلوب من القارىء فقط في السكتة بين آخر الفاتحة وآمين اهـ. وفي الإيعاب : أخبر الطبراني عن وائل بن حجر قال : رأيت رسول الله دخل الصلاة فلما فرغ من فاتحة الكتاب قال : آمين ثلاث مرات ، ويؤخذ ممن ندب تكرير آمين 
ثلاثاً حتى في الصلاة ، ولم أر من صرح بذلك اهـ.


Panduan Haji : Simak Penjelasan Abu MUDI 









Beberapa Adab Berzikir

Dalam kitab Manhajus salik karya Syekh Aly Marshafy disebutkan ada beberapa syarat dan adab yang harus diperhatikan dalam berzikir diantaranya:

1. Taubat, hakikat taubat ialah meninggalkan semua sesuatu yang tidak bermanfaat baginya baik perkataan ataupun perbuatan dan ingin berubah sesudah menyesali.

2. Selalu dalam keadaan suci yaitu mandi dan wudhuk, Imam balaly رحمه الله تعالى dalam mukhtashar al-ihya berkata : Dalam syarat kedua juga harus menyucikan batinnya dan menghadap kiblat.

3. Senantiasa hatinya dalam semangat ketika sudah memasuki zikir.

4. Hendak meninjau zikirnya bersumber dari gurunya, dan gurunya bersumber dari Rasulullah SAW.

5. Duduk ditempat yang suci.

6. Mengharumkan majlis zikir dengan wewangian, karna di majlis zikir selalu ada malaikat dan jin muslim.

7. Memakai pakaian yang bagus, punya sendiri dan wangi.

8. Membayangkan gurunya ada dihadapannya, ini menurut ulama ialah seberat-berat adab.

9. Jujur, yaitu sama kondisi kita baik dalam kesendirian ataupun khalayak ramai, jujur ini seperti pedang, setiap diletakkan diatas sesuatu pasti akan memutuskan sesuatu tersebut.

10. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari tiap-tiap semak (tipuan), dengan jujur dan ikhlas orang yang berzikir akan sampai ke derajat sidqiyyah, yaitu memunculkan semua yang tergores dalam hatinya baik kebaikan atau keburukan syaikhnya, dikarnakan ini para ulama berkata : bukanlah dari syarat syaikh untuk mengetahui batin muridnya akan tetapi syarat murid ialah mengingat semua yang tergores dalam hatinya yang ada pada syaikhnya, jika ia tidak memunculkan hal tersebut, maka ia adalah orang yang berkhianat, sedangkan Allah SWT tidak suka kepada orang-orang yang berkhianat.

11. Memilih dari zikir akan lafadz "لا اله الا الله" beserta mengagungkan dengan penuh kekuatan secara besar suara.

Syarah ratib Hal : 22-23

Pesan Imam Al Haddad, ABi MUDI




Mimpi Jima’ Tapi Tidak Mengelurkan Mani


Deskripsi Masalah:

Dalam Islam tanda seseorang telah mencapai umur baligh bisa dilihat dengan 2 hal, yakni dengan keluarnya mani adakala keluar maninya dengan sebab ihtilam (mimpi basah) atau dengan jalan lainnya. Adapun yang kedua dengan jalan umur, yaitu laki-laki dan perempuan yang sudah mencapai umur 15 tahun.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan seseorang yang hanya mimpi jimak saja tanpa mengeluarkan mani?

Jawaban:

Mimpi melakukan jimak tanpa mengeluarkan mani tidak mewajibkan mandi janabah, karena mandi hadas besar itu diwajibkan karena keluar maninya, bukan mimpinya.

-Syarah Kasyifatul Syaja Hal 23

ولا يجب الغسل بالاحتلام إلا إن أنزل

-Al Hawi Kabir Juz 2 Hal 314 Maktabah Syamilah

(مسألة) قال الشافعي رضي الله عنه: " فمن احتلم أو حاض أو استكمل خمس عشرة سنة لزمه الفرض
قال الماوردي: وهذا صحيح. أما البلوغ في الغلمان، فقد يكون بالسن والاحتلام، فأما الاحتلام فهو الإنزال، وهو البلوغ لقوله تعالى: )وإذا بلغ الأطفال منكم الحلم (


Apa Itu WAHABI? Simak Penjelasan Abu MUDI 





Orang Terlahir Tuli Dan Buta, Taklifkah?

Deskripsi Masalah:

Taklif adalah adalah tuntutan hukum dari syara’, seseorang yang mukallaf (baligh dan berakal) dituntut oleh syara’ untuk mengerjakan suruhan dan meninggalkan larangan. Dalam mengerjakan sebuah tuntutan dan bisa mengetahui larangan secara adat harus melalui proses belajar ilmu pengetahuan agama. 

Pertanyaan:

Bagaimanakah status orang yang terlahir dalam keadaan buta dan tuli? Yang mana orang ini tidak bisa belajar mendapatkan ilmu agama.

Jawaban:

Orang yang terlahir dalam keadaan tuli dan buta tidak ada tuntutan hukum kepada orang tersebut (taklif) hal ini karena mereka tidak ada jalan untuk mengetahui ilmu syariat. Hal ini walaupun seseorang yang tuli dan buta itu bisa berbicara, karena seseorang yang mampu bicara tidak dapat belajar ilmu agama..

Nihayatuz Zain, Juz 1 hal 9 Cet,  Darul Fikri

ﻣﻜﻠﻒ ﺃﻱ ﺑﺎﻟﻎ ﻋﺎﻗﻞ ﺳﻠﻴﻢ ﺍﻟﺤﻮﺍﺱ ﺑﻠﻐﺘﻪ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻓﻼ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﺻﺒﻲ ﻭﻻ ﻋﻠﻰ ﻣﺠﻨﻮﻥ ﻟﻢ ﻳﺘﻌﺪ ﺑﺴﺒﺐ ﺟﻨﻮﻧﻪ ﻛﻤﻦ ﻭﺛﺐ ﻭﺛﺒﺔ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﺑﻬﺎ ﺯﻭﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﻭﻻ ﻋﻠﻰ ﺳﻜﺮﺍﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻣﺆﺛﻢ ﻟﻌﺪﻡ ﺗﻜﻠﻴﻔﻬﻢ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻘﻠﻢ ﻋﻦ ﺛﻼﺙ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﻴﻘﻆ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺼﺒﻲ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﺒﺮ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻤﺠﻨﻮﻥ ﺣﺘﻰ ﻳﻌﻘﻞ ﺃﻭ ﻳﻔﻴﻖ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻭﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭﻣﻦ ﻧﺸﺄ ﺑﺸﺎﻫﻖ ﺟﺒﻞ ﻭﻟﻢ ﺗﺒﻠﻐﻪ ﺩﻋﻮﺓ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻏﻴﺮ ﻣﻜﻠﻒ ﺑﺸﻲﺀ .ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻦ ﺧﻠﻖ ﺃﻋﻤﻰ ﺃﺻﻢ ﻓﺈﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﻜﻠﻒ ﺑﺸﻲﺀ ﺇﺫ ﻻ ﻃﺮﻳﻖ ﻟﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﻧﺎﻃﻘﺎ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﻄﻖ ﺑﻤﺠﺮﺩﻩ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﻦ ﻃﺮﺃ ﻋﻠﻴﻪ ﺫﻟﻚ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻜﻠﻒ ﻭﻟﻮ ﺃﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻟﻢ ﺗﺒﻠﻐﻪ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻷﻧﻪ ﻣﻨﺰﻝ ﻣﻨﺰﻟﺔ ﻣﺴﻠﻢ ﻧﺸﺄ ﺑﻌﻴﺪﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﻦ ﺧﻠﻖ ﺃﻋﻤﻰ ﺃﺻﻢ ﻓﺈﻧﻪ ﺇﻥ ﺯﺍﻝ ﻣﺎﻧﻌﻪ ﻻ ﻗﻀﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﻓﻴﻪ ﺃﻫﻠﻴﺔ ﺍﻟﺨﻄﺎب



Berdehem Saat Buang Hajat

Deskripsi masalah

Berbicara atau ngobrol disaat buang hajat, termasuk suatu hal yang tidak dianjurkan (makruh) syara'. Fenomena yang terjadi WC umum, ketika dari luar ada yang mau masuk dan mengetuk pintu, orang yang berada di kamar WC tersebut hanya bersuara dengan berdehem sebagai tanda ada yang sedang buang hajat. 

Pertanyaan:

Bagaimana hukum berdehem ketika sedang buang hajat apakah makruh seperti halnya bicara?

Jawaban:

Tidak makruh, karena berdehem tidak termasuk dalam bicara.

Referensi:

حاشية الجمل الجزء 1 صحـ : 88 مكتبة دار الفكر

وهل من الكلام ما يأتي به قاضي الحاجة من التنحنح عند طرق باب الخلاء من الغير ليعلم هل فيه أحد أم لا؟ فيه نظر والأقرب أن مثل هذا لا يسمى كلاما وبتقديره فهو لحاجة وهي دفع دخول من يطرق الباب عليه لظنه خلو المحل اهـ ع ش على م ر 


Memakai Cadar Budaya Atau Syari'at? 

Simak Penhelasan Abi MUDI :




Fadhilah Surat Al Baqarah


Surah Al baqarah adalah surah ke 2 dalam Al-Qur'an. Surah yang terdiri dari 286 ayat ini  tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur'an

Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur'an (Puncak Al-Qur'an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Imam Ibnu ‘arabi berkata : Didalam surat Al baqarah terdapat seribu perintah dan larangan dan terdapat pula seribu hukum dan khabar (berita). Imam Muslim meriwayatkan satu hadist  dari Abi Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

لا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقابِرَ. إنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ

 “Janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan, karena sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibaca surat al-Baqarah di dalamnya.”

Dalam riwayat lain Nabi Sallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ان لكل شيء سناما وإن سنام القرآن سورة البقرة

“Setiap sesuatu punya punuk, punuknya Al quran surat AL baqarah”


-Hasyiah As-shawi ‘ala Tafsir Jalalain Juz 1 Hal 21 Cet. Haramaian

Bolehkah Berdebat di medsos Mengenai Masalah Agama?
SImak penjelasan Abi  MUDI






Imam Abu Laits : Tanda Takut Allah


Berkatalah Imam Abu laits yang bahwasanya tanda seseorang itu takut kepada Allah yaitu dengan menjaga anggotanya yang tujuh : 

1. ​Lisan


Termasuk anggota 7 yang pertama adalah lisan, menjaga lisan dari berbohong, ghibah (upat), namimah (adu domba), dusta dan berbicara yang tidak manfaat. Agama menganjurkan agar lisan digunakan dalam hal-hal baik yang diridhai Allah seperti membaca Al quran, melihat ulama dan orang shalih dan membaca kitab-kitab.

​2. Hati
Hati termasuk bagian yang sangat sukar untuk dijaga ketimbang anggota lainnya, hal ini karena ada beberapa hal terkadang anggota dhahirnya mampu menjaga namun hatinya tetap akan merasa iri dengki dan penyakit hati lainnya.
3. Pandangan

Mata diperintahkan untuk membaca Al quran, membaca kitab, dan hal-hal lain yang diridhai Allah SWT. Jangan mempergunakan kepada hal-hal keji, seperti melihat perempuan yang ajnabiyyah, melihat

4. Perut


Menjaga perut agar tidak masuk makanan yang haram. Dalam hal ini Imam Ghazali mengatakan

5. Tangan


Menjaga tangan dari perbuatan haram dan menggunakannya pada ta'at Allah.

6. Langkah


Menjaga langkah dari ma'siat kepada Allah.

7. Ta'at

Menjadikan keta'atannya khusus kepada Allah SWT. Bukan melakukan ibadat karena lainnya.

Mukasyafatul Qulub Hal 9 - 10.

Kisah Cinta Kepada Sang Rasul

Ada seseorang perempuan keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh pelajaran islam dari Nabi SAW bersama para sahabat lain. Di pertengahan ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya, Ia bertanya:”Hai perempuan yang mulia, hendak kemana kamu?”.Ia menjawab:
”Aku hendak menghadap Rasulullah SAW untuk mendapatkan pengajaran dari beliau”.Balas pemuda : ”Apakah dirimu cinta benar terhadap nabi SAW?”. Ia menjawab:”Ya, Aku sangat mencintainya”.
”Kalau kamu benar-benar cinta kepada Rasulullah aku minta supaya engkau membuka cadarmu, agar aku bisa melihat wajahmu”.

Manakala anak muda itu bersumpah-sumpah demi kecintaan perempuan itu kepada Rasulullah SAW, maka perempuan itu tadi membuka cadarnya, Anak muda itu dapat melihat dengan jelas wajahnya.
Setelah kembali dari pelajaran agama, perempuan itu tadi memberi tahu pada suaminya tentang peristiwa yang di alaminya bersama seorang pemuda, ketika suaminya mendengar penuturan cerita istrinya maka hatinya bimbang:”Hal itu perlu di uji kebenarannya. Agar aku puas dan jelas persoalannya”.

Lalu suami perempuan itu membuat perapian yang sangat besar dimasukkan kedalam tungku. Tungku itu biasanya di gunakan untuk memasak roti, yang menyerupai sebuah kentongan. Suami perempuan itu menunggu beberapa saat agar api membesar.
Ketika jilatan api telah membesar maka suaminya berkata:

”Demi Kebenaran Rasulullah SAW, masuklah kamu kedalam tungku itu!”.

Begitu istrinya mendengar suaminya bersumpah yang meminta dirinya agar masuk kedalam tungku yang membara, tanpa ragu ia masuk kedalamnya. Ia tidak memperdulikan lagi nyawanya demi kecintaannya kepada Rasulullah SAW.

Manakala suami perempuan itu melihat istrinya benar benar masuk kedalam tungku dan lenyap di selimuti jilatan api, timbullah penyesalan di dalam hatinya. ia menyadari behwa apa yang di katakan itu benar, maka suami perempuan itu tadi menghadap Rasulullah S.A.W. Ia menceritakan kejadian yang berlangsung. Nabi SAW bersabda:”kembalilah. Bongkarlah tungku itu”. Ia segera kembali dan membongkar tungku itu yang masih panas, ternyata di balik tungku itu ia menemukan istrinya dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun. Hanya sekujur tubuhnya basah oleh keringatnya sendiri, bagaikan orang yang sedang mandi air panas.Demikian kelebihan yg Allah berikan kepada org yang benar-benar mencintai sang Rasul.

- Uqudullujain

Memuliakan Tamu, Simak Penjelasan Abiya MUDI



Kisah Kusyu' Rabi' Bin Khaytsum

Khusyu' adalah kosongnya hati dari hal-hal yang dapat melalaikan dari mengingat kepada Allah SWT, hati dan fikiran hanya fokus kepada Allah dan tidak kepada yang lain.
Kekhusyukan ini tidak hanya terdapat pada ibadah sembahyang, tetapi pula di realisasikan dimana saja dan kapan saja, terutama ketika menghadap kepada Allah dengan berdzikir dan ibadah ibadah lain nya.

Al kisah, terdapat seorang ulama bernama Rabi' bin khaytsum, seluruh manusia di sekeliling nya menganggap nya adalah orang buta, karena setiap hari beliau menundukkan kepalanya dan menjaga pandangan.
Pernah suatu hari, beliau berangkat ke tempat tinggal sahabatnya yang bernama Ibn Mas'ud, ketika hampir Sampai, budak ibn Mas'ud melihat nya dari kejauhan dan berkata kepada tuannya "tuan, teman mu yang buta akan datang kesini", mendengar perkataan tersebut, Ibn Mas'ud tertawa karena mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Tiba lah Rabi' bin khaytsum dirumah kawan nya dan mengetuk pintu rumah, pintu di buka oleh budak ibn Mas'ud dan seperti biasa nya, rabi bin khaytsum tetap menunduk kan kepalanya. Setelah Ibn Mas'ud melihat beliau, Ibn Mas'ud berkata "و بشر المخبتين", sungguh demi Allah, seandainya nabi Muhammad SAW melihat mu,beliau akan sangat bahagia".]

Pada suatu hari,  mereka berjalan ke suatu tempat, tatkala Rabi' bin khaytsum melihat kobaran api yang sangat besar, tiba tiba beliau pingsan dan jatuh tersungkur ke tanah.kemudian, Ibn Mas'ud mengangkat beliau dan di bawa ke rumah nya,beliau duduk di samping kepala Rabi' hingga waktu shalat tiba.ketika tiba nya waktu shalat, Rabi' masih dalam keadaan pingsan satu hari penuh,dan tertinggal 5 waktu sembahyang. Kemudian, ketika Ibn Mas'ud terjaga beliau berkata "Demi Allah,ini lah ketakutan yang sebenarnya"

-Ihya' 'Ulumuddin Hal 171 Juz 1 Cet, Haramain


Buku Biografi ABON ABDUL AZIZ (GURU BESAR ULAMA ACEH)

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja