Hukum Binatang Qurban Nazar Yang Hilang


Hukum Binatang Qurban Nazar Yang Hilang Sebelum Waktu Penyembelihan Qurban

Jika binatang yang dinazarkan untuk qurban kemudian binatang tersebut hilang sebelum atau sesudah waktu penyembelihan qurban (Hari pertama Idul Adha dan 3 hari Tasyrik sesudahnya) dan kembali atau didapatkan lagi binatang tersebut setelah waktu penyembelihan qurban.
Apakah wajib disembelih binatang tersebut diluar waktu penyembelihan qurban dengan jalan qaza ?




Jawab :
1. Tidak wajib diganti yang binatang lain bila binatang tersebut hilang bukan karena kesalahan atau kelalaian orang yang bernazar.Namun bila binatang tersebut ditemukan kembali maka wajib disembelih seketika itu juga dan dibagikan sesuai peraturan pada permasalahan qurban.

2. Wajib diganti bila binatang tersebut hilang karena kesalahan atau kelalaian orang yang bernazar dan disembelih kembali seketika itu juga (tidak boleh ditunda) dengan jalan qaza bila ditemukan kembali sesudah waktu penyembelihan qurban yaitu Hari pertama Idul Adha dan 3 hari Tasyrik sesudahnya, dan wajib dibagikan sebagaimana semestinya hewan qurban.

Referensi:

Mugni Muhtaj ala Syarah Minhaj hal.131 Juz 7 cet :al-Qudus

النَّوْعُ الثَّالِثُ حُكْمُ ضَلَالُ الْمَنْذُورَةِ فَلَا يَضْمَنُهَا إنْ ضَلَّتْ بِغَيْرِ تَقْصِيرٍ مِنْهُ ، فَإِنْ وَجَدَهَا بَعْدَ فَوَاتِ الْوَقْتِ ذَبَحَهَا فِي الْحَالِ قَضَاءً وَصَرَفَهَا مَصْرِفَ الْأُضْحِيَّةِ ، وَلَا يَجُوزُ لَهُ تَأْخِيرُهَا ، وَعَلَيْهِ طَلَبُهَا إلَّا إنْ كَانَ بِمُؤْنَةٍ ، وَإِنْ قَصَّرَ حَتَّى ضَلَّتْ لَزِمَهُ طَلَبُهَا وَلَوْ بِمُؤْنَةٍ ، قَالَا : وَمِنْ التَّقْصِيرِ تَأْخِيرُ الذَّبْحِ إلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ بِلَا عُذْرٍ ، وَخُرُوجُ بَعْضِهَا لَيْسَ بِتَقْصِيرٍ كَمَنْ مَاتَ فِي أَثْنَاءِ وَقْتِ الصَّلَاةِ الْمُوسَعِ لَا يَأْثَمُ .

Hasyiah al-Bajuri hal.296 juz 2 cet :Haramain

ومن نذر أضحية معينة كأن قال لله علي أن أضحى بهذه وفى معناه جعلت هذه أضحية او نذر أضحية فى ذمته معينة كأن قال لله علي أضحية ثم عينها لزمه ذبحها فى وقتها وفاء بمقتضى ماالتزمه فلو خرج الوقت لزمه ذبحها قضاء كما نقله الرويانى

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Assalamualaikum abu, kalau niat dihati kambing ini untuk kenduri maulid tros hilang kambengnya, itu gemana abu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam kalau hanya di niat di hati, tidak menjadi nazar...nazar harus di ucapkan dengan lisan..

      Kalau kambing yang sudah dinazarkan hilang maka sama seperti dalam tulisan di atas

      Hapus
  2. assalamualaikum guru...

    saya ingin bertanya sedikit masalah nazar orang awam...

    kronologi kejadian nya begini ustaz..!
    ada seorang ibu yang anak nya sedang di landa sakit parah..sang ibu kemudian mekaòi alias bernazar...jika anak saya sembuh dari sakit yang diderita nya,maka suatu saat ketika dia menikah nanti wajib atas nya memakai celana pendek ayah mertua nya.
    kemudian dengan izin allah si anak pon sembuh dari penyakit nya...

    nah...yang ingin saya tanyakan sama guru yg mulia, pada kronologi kejadian di atas bagaimana kah kejelasan hukum nazar yang seperti itu..apakah wajib dipenuhi atou tidak..?????
    tolong guru sertakan dalil sedikit.trimakasih

    karena seingat saya nazar itu tujuan nya untuk mendekat kan diri pada allah..dan siapa yang bernazar maka orang itu yg wajib melakukan@...



    atas jawaban ustaz saya ucapkan ribuan trimakasih...

    wassalamualaikum.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus