Bisakah Seseorang Bertemu Rasulullah saw Dalam Kondisi Jaga?

Deskripsi Masalah
Melihat Nabi saw dalam keadaan tidur (bermimpi) adalah hal yang biasa, karena salah satu kelebihan/mukjizat nabi saw setelah wafat adalah mentangi umatnya dalam mimpi, seperti yang dialami oleh Imam Malik ra yang setiap malam bermimpi bertemu Rasulullah saw.

Pertnyaan.
Sebagaimana dalam mimpi, bisakah seseorang bertemu Rasulullah saw dalam keadaan terjaga?

Jawaban
Ibnu Hajar Al-haitami dalam kitabnya "Fatawa Hadisiyah" menjawab : Itu (bertemu Rasulullah saw dalam keadaan terjaga) adalah suatu hal yang mungkin, karena demikian merupakan salah satu karamah para waliyullah, seperti Imam Ghazali, Imam Barizi, Imam Tajus Subki, Imam Afif Yafi dari mazhab Imam Syafi’i ra dan Imam Qurtubi, Ibnu Abi Jamarah dari mazhab Imam Maliki ra.

Dihikayahkan dari para Waliyullah bahwa Rasulullah saw pernah menghadiri Majelis ilmu seorang Fakih. Dalam penjelasnnya, Fakih tersebut merawaikan satu hadis, seorang wali yang menghadiri Majelis tersebut menegur Fakih tersebut ” Ini hadis palsu, Rasulullah saw tidak pernah mengatakan demikian”. Kemudian Fakih tersebut bertanya kepada Wali tersebut, “ dari mana engkau datang, ini adalah hadis Rasulullah saw”. Waliyullah tersebut menjawab, “ Ini Rasulullah saw berdiri di atas mu, beliau (rasulullah saw) mengatakan kepadaku ‘aku tidak pernah mengatakan hadis tersebut’. Kemudian Waliyullah tersebut membukakan hijab kepada Fakih tadi sehingga beliau melihat Rasulullah saw. Wallahua’lam.

Ibnu Hajar Al-haitami, Fatawa Hadisiyah, hal. 211-212, cet. Darul Fikri.

Posting Komentar

0 Komentar