Seputar Zikir | Pahala & Tidaknya

Banyak diantara kita yang mengamalkan zikir لا اله الا الله bahkan hampir setiap setelah shalat kita mengamalkannya, fadhilah zikir  لا اله الا الله sangat banyak, diantaranya adalah:

وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم من قال كل يوم لا إله إلا الله محمد رسول الله مائة مرة جاء يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر

Artinya: Siapa saja yang membaca  لا إله إلا الله محمد رسول الله setiap hari sebanyak 100 kali, maka ketika hari kiamat ia akan datang dengan wajah bagaikan bulan malam purnama (sangat indah).

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من قال لا إله إلا الله خالصا مخلصا دخل الجنة

Artinya: Siapa saja yang mengatakan لا إله إلا الله dengan ikhlas semata-mata karena Allah, maka ia akan masuk surga.

وقال صلي الله عليه وسلم  إن قول لا إله إلا الله تدفع عن قائلها تسعة وتسعين بابا من البلاء أدناها الهم

Artinya: Sesungguhnya perkataan  لا إله إلا الله menolak 99 pintu/celah datangnya bala bagi yang mengatakannya, bala terendahnya adalah kegundahan. [1]

Bahkan masih banyak sekali fadhilah lain yang tidak bisa disebutkan semuanya. Namun menjadi pertanyaan bagi kita, Mendapat pahalakah seseorang yang berdzikir dengan Zikir لا اله الا الله tetapi ia tidak mengetahui maknanya?

Maka jawabannya adalah Siapa saja yang berdzikir Zikir لا اله الا الله sedangkan ia tidak memahami maknanya, maka sama sekali ia tidak mendapatkan pahala. 
Maksud memahami makna adalah mengetahui/memahami maknanya secara terperinci. Maksudnya ialah, seseorang yang hendak berzikir dengan zikir لا اله الا الله maka harus mengetahui setiap sifat yang  masuk dibawah juzu’ makna Zikir لا اله الا الله, maka seandainya seseorang ketika berdzikir dengan Zikir لا اله الا الله tanpa mengethui maknanya atau mengetahui maknanya namun hanya mengetahuinya secara global saja tanpa mengetahui sifat-sifat yang  masuk dibawah juzu’ makna Zikir لا اله الا الله, maka ia tidak mendapat pahala sama sekali.

[2] فاذا ذكر ولم يعرف معناها فلا ثواب له أصلا والمراد فهم معناها تفصيلا بأن يعلم مايدخل من الصفات تحت كل جزء من معناه

Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman terhadap makna zikir yang hendak dibaca.

[1] Siraj al-Thalibiin, Jld 2, h. 30
[2] Hasyiyah Dusuki hal 230 (Semarang: al-Haramain)


Wajib Qadha Shalat Dan Tatacaranya | Abiya MUDI




Post a Comment

2 Comments

Blog said…
"sifat yang masuk dibawah juzu’ makna Zikir لا اله الا الله, "
mohon penjelasan apasaja sifat tsb..
terimakasih
Makna zikir لا اله الا الله adalah:

لا مستغني عن كل مل سواه و مفتقرا اليه كل ما عداه الا الله تعالى
Dari makna diatas makna uluhiyah yang ada pada Allah ada 2 makna, yaitu:

1.استغناؤه جل و علا عن كل ما سواه
2.إفتقار كل ما سواه اليه جل و عز
*Maka dari makna kalimat
استغناؤه جل و علا عن كل ما سواه

mengwajibkan Allah ta'ala bersifat:
1.wujud
2. Qidam
3. Baqa'
4. Mukhalafatuhu lil hawadis
5. al-Qiyam binnafsii
6. Wajib bersih dari kekurangan

*Dari poin yg ke-6 mewajibkan Allah ta'ala bersifat:
A. Sama'
B. Bashar
C. Kalam
7. Allah ta'ala bersih dari maksud" pada perbuatan dan hukum" (ex: wajib, nadab..)nya.

*Dari makna kalimat:
إفتقار كل ما سواه اليه جل و عز
Mengwajibkan Allah Ta'ala bersifat:
1.hayah(hidup)
2.umum Qudrah
3.iradah
4.ilmu
5.wahdaniyah
6.hudus sekalian alam
7.semua yang maujud tidak bisa memberi bekasan apapun.

*Inilah maksud sifat" yang masuk dalam kandungan لا اله الا الله yang wajib di ketahui oleh mukallaf yg mencakup 3 pembahagian( yang wajib, mustahil dan jaiz).