Jaga Lisanmu Dari 8 Perkara Ini!



Mengerjakan perintah dan menjauhi larangan adalah sebuah keharusan bagi seorang hamba kepada sang pencipta. Dengan mengerjakan perintah dan menjauhi larangan, ia akan mendapat balasan yaitu berupa pahala atau pun surga. Begitu juga sebaliknya, bila tidak mengerjakan perintah dan tidak menjauhi larangan, seseorang akan mendapatkan balasan dari perbuatannya, yaitu berupa dosa atau neraka di akhirat kelak. 

Mengerjakan sebuah perintah lebih mudah dibandingkan dari meninggalkan bermaksiat. Hal ini karena setiap orang mampu untuk mengerjakan perintah, tapi berbeda halnya dengan menjauhi larangab, tidak semua orang dapat menjauhinya kecuali kaum shiddiqin yaitu orang-orang yang sudah mencapai derajat yang tinggi dan tidak tergoda dengan hawa nafsu dan syahwat lagi. Alasan lainnya ialah mengerjakan sebuah perintah diwajibkan selama hal itu mampu dikerjakan, sedangkan menjauhi larangan tidak ada toleransi selama mampu menjauhinya. Alasan ini berdasarkan hadist Nabi SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, yaitu:

عن أبي هريرة عبد الرحمن بن صخر رضي الله تعالى عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول مانهيتكم عنه فاجتنبوه، وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم، فإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم .رواه البخاري ومسلم.

Artinya: “Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakr Ra, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Segala bentuk nikmat yang telah diberikan-Nya adalah sebuah amanah yang harus dijaga dan akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat kelak. Caranya dengan menggunakan segala bentuk nikmat yang telah diberikan pada tempat yang diperintah atau diridhai-Nya dan menjauhkan diri dengan berbagai cara dari apa saja yang dilarang atau dimurkai-Nya. Salah satu contoh nikmat seperti anggota tubuh, mulai dari mata, telinga, lidah, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya. Semua itu akan dimintai pertanggung jawaban, sebagaimana yang tertera dalam firman Allah dalam surat Yasin ayat 65, yaitu:

اليَوْمَ نَخْتِمُ عَلى أفْواهِهِمْ وتُكَلِّمُنا أيْدِيهِمْ وتَشْهَدُ أرْجُلُهُمْ بِما كانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”.


Salah satu anggota tubuh yang harus dijaga ialah lisan atau lidah. Lisan merupakan salah satu panca indra yang paling berbahaya bahkan yang paling banyak menjerumuskan seseorang dalam sebuah kesalahan yang mengakibatkan terjadinya dosa. Imam al-Ghazali dalam kitabnya Bidayah al-Hidayah menjelaskan ada delapan perkara yang harus dihindari dari lisan agar tidak terjerumus dalam kesalahan dan dosa, yaitu sebagai berikut:

1. Berbohong walaupun dalam bergurau atau bermain

2. Mengingkari janji

3. Mengumpat orang lain walaupun itu benar

4. Membantah atau mendebat perkataan orang lain

5. Memuji diri sendiri

6. Melaknat atau mengutuk makhluk Allah

7. Berdoa untuk kebinasaan orang lain

8. Mengolok-olok dan merendahkan orang lain.



Refrensi:

Imam al-Ghazali, Muhammad bin Muhammad bin Muhammad, Bidayah al-Hidayah Syarh Muraqi al-‘Ubudiyyah, Cet. Haramain, h. 69.


Posting Komentar

0 Komentar