Sujud Sahwi dan Sebab-Sebabnya



Manusia adalah makhluk  pelupa, itu dikarenakan kehidupan manusia dipenuhi dengan berbagai macam kesibukan,baik itu kesibukan dunia atau kesibukan akhirat.Adapun kesibukan dunia misalnya kerja, liburan ,atau segala macam perkara tak bernilai untuk akhirat.Kesibukan akhirat misalnya berhaji, belajar agama,shalat dan sebagainya. Maka lupa itu bukanlah hal yang tabu pada diri manusia,
karena itulah manusia juga dijuluki sebagai makhluk  pelupa. Adapun lupa yang terjadi dalam ibadah itu dapat mengakibatkan cedera suatu ibadah dan bahkan dapat membatalkan ibadah tersebut. Seperti lupa yang terjadi dalam shalat itu dapat mengakibatkan cederanya shalat tersebut.

Lupa dibagi dalam dua kategori yaitu:

1.1. Lupa yang menyebabkan batal, seperti lupa niat atau sesuatu yang wajib.

2.2. Lupa yang tidak menyebabkan batal,seperti lupa tasyahud awal atau sunah-sunah ab'ad.

Adapun lupa yang terjadi pada perkara-perkara sunah ab’ad, maka fiqh memberikan solusinya dengan cara menempel kekurangan-kekurangan dengan sujud sahwi. Apakah itu sujud Sahwi dan bagaimana bila tidak melakukannya?

A.    Pengertian Sujud Sahwi

Sahwu secara bahasa berarti lupa(an-nisyan), sedangkan yang dimaksudkan disini adalah cacat atau kekurangan yang terjadi dalam shalat .

Sujud Sahwi berarti sujud yang dilakukan karena adanya kecacatan ataupun kekurangan didalam shalat.

Imam Zakaria Al-Ansari  berkomentar dalam kitabnya:

قوله :(و سجود سهو ) من إضافة المسبب للسبب أغلبي ، و الا فقد يكون سببه العمد كترك التشهد الاول قصدا أو المرد بالسهو مطلق الخلل الوقع في الصلاة مجازا من إطلاق الخاص وإرادة العام ثم صار حقيقة عرفية في ذلك، و إنما أضافوا السجود حينئذ لسهو إشارة إلى أنه ينبغي أن لا يقع الخلل في الصلاة من العاقل عن عمد ، و السهو لغة نسيان الشيء و الغفلة عنه ، و شرعا نسيان شيء مخصوص من الصلاة كأبعاضها غالبا ، و من غير الغالب قد يكون لغير ذلك كتطويل الركن القصير و تكرير الركن سهوا و غير ذلك مما ذكره المصنف

.

Artinya: Sujud Sahwi merupakan izafah musabbab bagi sebab yang aghlabi atau yang biasanya terjadi, jika tidak maka ada juga penyebab sujud sahwi itu adanya unsur kesengajaan, seperti meninggalkan tasyahud awal secara sengaja. Atau maksud kata Sahwu adalah umum cedera atau cacat mutlak yang terjadi dalam shalat, itu makna majazi dari istilah ithlaq khas dan iradah 'am, kemudian jadilah hakikat yang urfiyah pada masalah ituOleh para ulama mengizafahkan kata sujud bagi sahwi itu memberi tahu sepantasnya bahwa tidak terjadi kecacatan dalam shalat orang yang berakal daripada unsur kesengajaan. Sahwu secara bahasa adalah lupa sesuatu dan lalai daripadanya, dan Sahwu secara Syara' adalah lupa sesuatu yang dikhususkan dari shalat seperti ab'adnya shalat pada kebiasaan dan lupa sesuatu daripada ketiadaan ghalib, kadang-kadang ada juga lupa selain itu, seperti memanjangkan rukun yang pendek dan berulang-ulang rukun dalam keadaan lupa dan selain demikian daripada sesuatu yang telah dipaparkan oleh musannif.

B.    Dalil-dalil Sujud Sahwi

Ada beberapa hadis  terkait dengan masalah ini dalam kitab Bulugh Al-Maram:(2)

1.         Hadis riwayat Abdullah bin Buhainah

وعن عبد الله بن بحينة رضي الله عنه :( أن النبي صلى الله عليه وسلم، صلى بهم الظهر، فقام في الركعتين الأوليين ، ولم يجلس فقام الناس معه .(

Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Buhainah Ra : Bahwa sungguh Nabi SAW itu shalat zuhur dengan para sahabat, maka nabi berdiri  pada dua rakaat yang awal dan tidak duduk tasyahud, maka berdirilah manusia besertanya nabi. 

Hadis ini membicarakan sujud sahwi yang disebabkan karena adanya kekurangan dalam shalat. Perawi hadis ini memakai kata - kata (و سجد الناس معه ) untuk menjelaskan bahwa lupa itu tidak terjadi pada mereka itu, bahkan mereka mengingatkan dan memberi tahu imam supaya kembali akan tetapi imam tidak kembali. Maka sujudlah mereka beserta imam untuk mutaba'ah bagi imam.

2.       Hadis riwayat ibnu Masud

وعن ابن مسعود رضي الله عنه قال : صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم خمسا ،فلما سلم قيل له: يا رسول الله! أحدث في الصلاة شيء ؟ قال: وما ذاك.

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Masud Ra, ia berkata: Rasulullah saw. melakukan shalat lima rakaat maka ketika Rasulullah selesai memberi salam ada orang yang bertanya padanya, wahai Rasulullah Apakah terjadi sesuatu dalam shalat, beliau menjawab dan tidak demikian. Hadis ini membicarakan keraguan adanya tambahan atau kekurangan  dalam shalat dan dapat diketahui kuat salah satu daripada yang lain.

3.      Hadis riwayat Abu Hurairah

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: ( صلى النبي صلى الله عليه وسلم إحد صلاتي العشي ركعتين ثم سلم ، ثم قام إلى خشبة في مقدم المسجد ،فوضع يده عليها, وفي القوم أبو بكر و عمر ، فهابا أن يكلماه ، وخرج سرعان الناس ، فقالو : قصرت الصلاة ! وفي قوم رجل يدعوه النابي صلى الله عليه وسلم ذا اليدين فقال : يا رسول الله! أنست ،فصلى ركعتين ثم سلم ،ثم كبر، ثم سجد مثل سجوده أو طول ،ثم رفع رأسه وكبر ) متفق عليه، و اللفظ للبخارى ،وفى رواية مسلم:صلاة العصر

Artinya: “Abu Hurairah r.a berkata: Nabi saw. pernah shalat salah satu dari dua shalat petang dua rakaat lalu salam, kemudian beliau menuju tiang bagian depan mesjid dan meletakkan lengannya pada kayu itu, dalam jamaah itu ada Abu Bakar dan Umar, namun keduanya tidak berani mengatakan apa pun kepada beliau, orang -orang keluar dengan segera dan mereka bertanya-tanya ,apakah shalat tadi diqashar, dalam jamaah itu ada seorang laki-laki yang dijuluki oleh Nabi Zilyadain ,ia bertanya: ya Rasulullah apakah baginda lupa atau shalat itu memang diqashar ? Beliau bersabda : aku tidak lupa dan shalat tidak diqashar ,orang itu berkata lagi : tidak baginda telah lupa, maka beliau shalat dua rakaat kemudian salam ,lalu takbir ,kemudian sujud seperti biasanya atau lebih lama, kemudian mengangkat kepalanya lalu takbir , kemudian meletakkan kepalanya ,lalu takbir, kemudian sujud seperti biasa atau lebih lama, kemudian  mengangkat kepalanya dan takbir. Hadis muttafaqun alaih dan lafadnya menurut riwayat Bukhari. Dalam riwayat Muslim: shalat asar. Hadis ini membicarakan sujud sahwi disebabkan karena adanya penambahan dalam shalat, seperti melakukan salam sebelum shalat itu sempurna."

C.     Sebab-sebab Sujud Sahwi

  •  Meninggalkan sunah ab'adh atau meninggalkan sebagiannya sahaja, contoh lupa   melakukan qunut pada shalat subuh dan bershalawat ke Nabi dalam qunutdll.
  • Mengerjakan sesuatu yang dapat  membatalkan shalat dalam keadaan lupa, contoh makan yang sedikit, menambahkan rukun fi'li,dll.
  • Memindahkan rukun qauli(bacaan) ketempat lain, contoh membaca Al Fatihah bukan pada tempatnya.
  • Ragu dalam meninggalkan sunah ab'adh , seperti seseorang ragu apakah sudah melakukan  kunut atau belum. Maka dalam hal ini disunahkan sujud sahwi, karena meninjau dari hukum asal (الأصل عدمه) yaitu ,tidak melakukannya.
  • Mengerjakan rukun fi'li (perbuatan) yang disertai adanya kemungkinan itu tambahan, seperti seseorang yang ragu-ragu apakah ia sudah rukuk atau belum lalu ia melakukannya dan sesudah itu ia teringat sudah melakukannya,maka ia sunat sujud sahwi.

 

 

 Sumber:

1.     Abdullah bin Hijazi bin Ibrahim Asy-Syafi'i, Asy-Syarqawi,Hasyi'ah Syarqawi alaTuhfatul tullab,juz 1,hal 306,(Bairudlibanon:Darul Fikri).

2    Atiyyah bin Muhammad Salim, Syarah Bulughul Maram,juz 1,hal 72,(Turas :Syabkahislamiyah).

3.     Sulaiman bin Muhammad bin UmarHasyi'ah Al-Bujairimi ala khatib,juz 2,hal101, ( Turas : Darul Fikri   ).

4.     Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i, Al-Um,juz 1,hal 214.

5.     Sulaiman bin Muhammad bin Umar Hasyi'ah Al-Bujairimi ala khatib , juz 2, hal 113 (Turas: Darul Fikri).

6.     Sulaiman bin Muhammad bin Umar Al-Bujairimi,Tuhfatul Hajib ala syarh Khatib, Hasyi'ah Al-Bujairimi ala Khatib,juz 2, hal111. (Turas: Darul Fikri).

Posting Komentar

1 Komentar

  1. 1. Jika seseorang tinggal tasyahud awal jdi harus sujud sahwi, tapi selesai tasyahud akhir seseorang tersebut lupa lagi utk sujud sahwi, apakah boleh?
    2. Jika kejadian tersebut terjadinya ketika berjamaah, ketika sujud sahwi imam nya hanya sujud sahwi satu kali saja. Bagaimana itu tengku?...sekian terimakasih

    BalasHapus