4 Klasifikasi Marji' Dhamir Beserta Contohnya


Sebagaimana telah diketahui bahwa salah satu bagian dari isim-isim makrifah adalah Isim Dhamir, dan Isim Dhamir merupakan isim yang paling makrifah dibandingkan dengan yang lainnya. Dalam kitab Asrar arabiyah dinyatakan bahwa Dhamir tidak perlu disifatkan / tidak dijadikan mausuf, beda halnya dengan isim makrifah yang lain. Karena hal inilah penyebab Isim Dhamir menjadi paling makrifah diantara yang lainnya.

Dhamir sendiri mempunyai tingkat kemakrifahannya, dimulai dari Mutakallim, Mukhatab kemudian Ghaib.

Dhamir ghaib jika dilihat dari sisi marji’nya, mempunyai beberapa pembagian, yaitu:


1. Marji’ yang maklum

Artinya, marji’nya tidak tersebut di belakang dhamir sebagaimana biasanya, tapi keadaannya pembicaraan menghendaki kembali pada marji’ tersebut

contohnya: 


‎إنّ أنزلناه اي القرأن


Dhamir “ه” kembali pada “القرأن" karena kendati keadaan pembicaraan demikian


2. Marji’ yang terdahulu pada lafazh dan martabat.

Contohnya :

‎والقمرَ قدرناه اي القمر


Dhamir disini marji’nya adalah القمر yang tersebut lebih dulu pada lafaz dan Dhamir disini derajatnya sama dengan القمر karena i'rabnya sabagai maf'ul (terdahulu martabat).


Martabat yang dimaksud disini adalah martabat yang sesuai dengan undang-undang arabiyah, seperti Fail terlebih dahulu dari Maf'ul, Mubtada terlebih dahulu dari Khabar dan Mudhaf terlebih dahulu dari Mudhaf Ilaih.


3. Marji’ yang terdahulu pada lafazh tapi tidak pada martabat.

Contohnya:

‎و إذ ابتلى إبرهيمَ ربُّه


Dhamir Pada ربه kembali pada إبرهيم yang terdahulu pada lafaz, tetapi ربه i'rabnya adalah sebagai Fa'il yang dhamirnya kembali pada إبرهم yang i'rabnya sebagai maf'ul.

Maka Dhamir ini tidak terdahulu pada martabatnya.


4. Marji’ yang tertakhir pada lafaz dan martabat.

Bagian ini terbagi 6 :


a. Marji’ dhamir sya 'an yaitu kembali pada jumlah di depannya.

Contoh : 

‎قل هو الله احد

Marji’ هو adalah pada jumlah didepannya.


b. Marji’ pada kalimat mufrad yang jatuh sebagai khabar dan mufrad tersebut menafsirkan dhamirnya.

Contoh : 

‎إن هي الا حياتنا الدنيا

Marjik هي adalah pada حياتنا didepannya yang berstatus sebagai penafsir هي


Mufrad disini adalah lawan kata dari jumlah.


c. Marji’ pada kalimat mufrad yang jatuh sebagai Tamyiz bagi Dhamir marfu’ dari َنِعْم atau َبِئْس.

Contoh :

‎بئس للظالمين بدلا

Marji’ Dhamir yang dikandung بئس kembali pada بدلا didepannya. Dan بدلا tersebut di'rab sebagai tamyiz.


d. Marji’ pada kalimat mufrad yang jatuh sebagai Tamyiz dari Dhamir yang majrur dengan رُبّ.

Contoh :

‎ربه رجلا

Marjik Dhamir Majrur adalah kalimat رجلا didepannya.


e. Marjik pada kalimat mufrad yang jatuh sebagai Fa'il dari kasus perebutan ‘amil (التنازع).

Contoh :

‎قام و قعد زيد

Marji’Dhamir yang dikandung قام adalah زيد didepannya, sedangkan زيد merupakan fa'il dari قعد.


f. Marji’ pada kalimat mufrad yang jatuh sebagai Badal dari Dhamir.

Contoh : 

‎هي العرب تقول ما شاءت


Marji’ هي adalah kalimat العرب didepannya yang dii' rab sebagai badal, sedangkan تقول dii'rab sebagai khabar.


Al-Kawakib Ad-Durriyah, Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Ahdal, Hal. 107-108, cet. As-Saqafiyah


Posting Komentar

0 Komentar