Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Bagaimanakah Kriteria Umum Bala yang Dimaafkan pada Masalah Najis?

Dalam kehidupan sehari hari, kita sering menjumpai mesjid atau meunasah/surau yang dipenuhi dengan najis seperti kotoran cecak atau burung, terutama pada bagian pinggir mesjid dan tangga. Bagaimanakah hukum najis tersebut ? apahkah sah shalat orang yang menginjaknya, atau najis tersebut harus dihindari sebisa mungkin !


Ada beberapa syarat agar najis umum bala tersebut dimaafkan, yaitu :

1. Seseorang yang menginjak atau shalat diatas najis disyaratkan najis harus kering demikian pula kaki orang yang menginjaknya. Jika salah satunya basah, baik kaki ataupun najis, maka najis tersebut tidak dimaafkan. 

2. Tidak ada tempat atau jalan masuk lain yang bersih dari najis, jika ia shalat di atas najis, sedangkan  ada tempat lain yang bersih dari najis, maka shalatnya tidak sah. 

3. Tidak sengaja menginjaknya, namun demikian, juga tidak dibebankan untuk menghindarinya, karena yang ditinjau disini adalah tidak sengaja menginjak, jika terinjak maka tidak masalah. Dan jika di dalam shalat ternyata ia telah menginjak najis, maka ia harus menghindar ke sisi lain yang sunyi dari najis, dan jika ternyata tidak ada tempat lain yang bersih dari najis, maka shalatnya dinyatakan tidak sah menurut syaikhuna Ibnu hajar.

Referensi

 فرع : يحرم تنجيس بدنه أو ثوبه في غير الصلاة بغير حاجة، ويعفى عن ذرق طير في فراش أو أرض، إن عمت البلوى به بشرط عدم رطوبته في أحد الجانبين، وعدم مكان خال منه، وعدم تعمد وطئه ولا يلزمه التحفظ في مشيه، ولا جلوسه ولا سجوده، فإن تبين أنه واقف مثلا عليها، وجب التحول حالا فإن لم يجد مكانا خاليا منها، بطلت صلاته. قاله شيخنا فراجعه

Kitab qulyubi hal 204 juz 1.




Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

2 komentar untuk Bagaimanakah Kriteria Umum Bala yang Dimaafkan pada Masalah Najis?

Tgk saya ingin mnyakan,,,
Kebiasaan dimesjid memang banyak kotoran cecak atau burung seperti mirik pulo, nah kotoran ini kan sering x tidak dicuci, ttapi cuman di sapu dan di pel oleh pengurus mesjid, dlam kondisi seperti ini kan sebutulnya malah pengurusnya menyebarkan najis nya itu ketempat laen dengan mengepel lantainya,otomatis seluruh ruang mesjid bernajis,,,
Bagaimana hukumnya salat dengan hal yg demikian di atas najis..??

Tgk saya ingin mnyakan,,,
Kebiasaan dimesjid memang banyak kotoran cecak atau burung seperti mirik pulo, nah kotoran ini kan sering x tidak dicuci, ttapi cuman di sapu dan di pel oleh pengurus mesjid, dlam kondisi seperti ini kan sebutulnya malah pengurusnya menyebarkan najis nya itu ketempat laen dengan mengepel lantainya,otomatis seluruh ruang mesjid bernajis,,,
Bagaimana hukumnya salat dengan hal yg demikian di atas najis..??