Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Mengenal Musa As-Samiri

Pada zaman fir'aun, lahirlah dua orang yang bernama Musa. Yang pertama adalah Musa bin Imran, yang kelak akan menjadi Rasul. Sedangkan yang kedua adalah Musa As-samiri, yang kelak akan menjadi seorang munafiq dan penyembah patung.

Keduanya mempunyai masa lalu yang tidak jauh berbeda, yaitu sama-sama ditinggalkan oleh ibunya masing-masing.

Musa bin Imran ditinggalkan oleh ibunya dengan cara dihanyutkan ke sungai karena takut disembelih oleh Fir'aun. Sedangkan Musa As-samiri adalah anak hasil perzinahan. Ia dilahirkan dan ditinggalkan oleh ibunya di sebuah gunung karena merasa takut terhadap kemarahan kaumnya. Atas kasih sayang Allah SWT, maka diutuslah malaikat Jibril untuk merawat Musa As-samiri.

Semenjak diasuh oleh malaikat jibril, Musa As-samiri menyusui melalui jari-jari malaikat Jibril yang mengeluarkan susu, sehingga ia mengenal siapa Jibril dan mengetahui rahasia bahwa bekasan telapak kuda Jibril dapat menghidupkan benda mati. Maka ia menyimpan tanah kering bekasan kuda malaikat Jibril yang pada kemudian hari ia letakkan di dalam patung sapi emas. Maka jadilah patung sapi tersebut seolah-olah  hidup, karena mengeluarkan suara seperti sapi pada umumnya dan disembah oleh sebagian pengikut nabi Musa yang membangkang.
Dalam sebuah syair disebutkan :

إذا المرء لم يخلق سعيدا من الازل # قد خاب من ربی وخاب المؤمل
فموسي الذي رباه جبریل کافر #  وموسي الذي رباه فرعون مرسل

“Jika seseorang tidak ditakdir berbahagia dalam hidupnya, maka gagal lah siapa yang terdidik dan memiliki cita-cita.”

“Musa (Assamiri) yang konon dipelihara Jibril menjadi orang kafir, sedangkan Musa yang dipelihara Firaun justru diangkat jadi rasul.”

Hasyiah as-sawi 'ala tafsir al-jalaini juz 1 Hal 51

قوله : (السامري) واسمه موسى وكان ابن زنا ولدته أمه في الجبل وتركته لخوفها من قومها، فرباه جبريل وكان يسقيه من أصبعه لبنا فصار يعرف جبريل، ويعرف أن أثر حافر فرس جبريل إذا وضع على میت يحيا، فاستعار حليا منهم وصاغه عجلا ووضع التراب في أنفه وفمه فصار له خوار، وكان السامري منافقا من بني إسرائيل فعكفوا على عبادته جميعا إلا اثني عشر ألفا.


Gambaran Sifat Waliyullah

Berikut ini adalah beberapa gambaran sifat hakikat Waliyullah:

1. Waliyullah merupakan hamba Allah yang shalih, yakni yang mulia di sisi Allah SWT. Keyakinan tauhid mereka begitu mantap dan mendalam, sehingga Akidah ketauhidan mereka bukan hanya sekedar ilmu saja, tetapi telah meningkat kepada penghayatan rohaniyah dan jasmaniyah. Itulah sebabnya Allah melimpahkan pemberian khusus yang bersifat rahasia kepada mereka berupa ilmu-ilmu katuhanan sebagai rahasia-rahasia yang di limpahkan Allah dalam hati mereka, ilmu tersebut ialah perdekatan hubungan mereka dengan Allah ,dan rahasia-rahasia sebagian alam ini yang diilhamkan kepadanya .
Manusia pada umumnya hanya melihat waliyullah sebagai manusia biasa, seperti sebagai petani, pedagang atau orang-orang yang tidak di hiraukan, maksud Allah menyembunyikan walinya itu supaya ilmu-ilmu makrifat yang di limpahkan kedalam hati para walinya terpelihara dengan baik

2. Mereka selalu mengingat Allah dalam setiap saat dan ketika mereka melihat kenyataan dari kejadian-kejadian pada makhluk seluruhnya itu memperlihatkan kehinaannya dan kerendahnnya dan kehambaannya kepada Allah , sehingga Allah membukakan bagi mereka rahasia kehidupan , itulah yang menyebabkan pemberian Allah kepada mereka itu bukan seperti pemberian Allah kepada manusia biasa seperti rezeki-rezeki yang umum kita lihat .

3. Mereka ingin terus meningkatkan ibadah mereka , hal ini bukanlah di dorong oleh sesuatu tetapi kehambaan mereka Kepada Allah lah yang mendorong mereka, dalam artian mereka telah sampai lahir dan bathin pada hakikat ikhlas, oleh karena itu mereka mendapat keberkahan dari Allah, apa yang mereka ucapkan juga apa yang mereka perbuat senantiasa mendapat petunjuk dari Allah


Al hikam, Abuya Prof muhibbudin Wali Hal 32 -36



Kesunnahan Basmalah

Deskripsi Masalah:

Dalam setiap melakukan suatu kebaikan,semisal membasuh tangan sebelum wudhu', makan dan membaca al quran,disunatkan membaca basmalah. Hanya saja ada sebagian orang yg mengganti  basmalah dengan arti dari Basmalah itu sendiri atau dengan menggunakan zikir lainnya

Pertanyaan:

Apakah membaca arti dari basmallah atau membaca zikir lainnya sebagaimana deskripsi diatas tetap mendapat kesunnahan?

Jawaban:

Tidak, karena kesunnahan membaca basmalah hanya bisa diperoleh dengan bacaan yang sudah di tentukan oleh syariat, yakni lafad Bismillah atau Bismillahirrahnanirrahim

Fiqh A’la Mazahbil Arba’ah Juz 1 Hal 67 Cet, Darl Hadist

واقل تسمية ان يقول بسم الله والا فضل أن يكمل التسمية فيقول بسم الله الر حمن الر حيم، ولا تحصل سنة التسمية الا بلفظ بسم الله او بسم اللله الر حمن الرحيم .فلو اتى بذكر غيرها فا نه لا يكون اتيا بالسنة لان الشارع قد طلب منه التسمية بخصوصها


Bagaimana Cara Niat Shalat Yang Benar? Simak Perjelasan Abu MUDI





Sayyid Abdul Qadir al Jailani : Macam - Macam Manusia


والناس الى اربعة اقسام كما قاله سيدي عبد القادر الجيلني قدس سره

Menurut Sayyid Abdul Qadir al Jailani manusia terbagi atas 4 macam golongan,yaitu

رجل لا لسان ولا قلب وهو العاصي الغر الغبي فاحزر ان تكون منهم ولا تقم فيهم فانهم اهل العزاب

(Pertama) Manusia yang tidak mempunyai lisan dan hati, Mereka adalah orang² yang suka bermaksiat , menipu serta dungu. Berhati - hatilah terhadap mereka dan janganlah berkumpul dengannya karena mereka adalah orang - orang yang mendapatkan siksa

رجل له لسان بلا قلب فينطق بلحكمة ولا يعمل بها يدعو الناس الى الله تعالى وهو يفر منه فابعد منه لئلا يخطفك بلذيذ لسانه فتحرقك نار معاصيه ويقتلك نتن قلبه 

(Kedua) Manusia yang mempunyai lisan tapi tidak mempunyai hati , ia suka membicarakan hikmah atau ilmu tetapi tidak mau mengamalkannya ,mengajak ke jalan Allah tetapi ia sendiri justru lari darinya. Jauhi mereka agar kalian tidak terpengaruh dengan ucapannya yang manis sehingga kalian terhindar dari panasnya kemaksiatan yang di lakukannya dan tidak akan terbunuh oleh kebusukan hatinya

رجل له قلب بلالسان فهو مؤمن ستره الله تعلى عن خلقه وبصره بعيوب نفسه ونور قلبه ، وعرفه غوائل مخلطة الناس وشؤم الكلام فهذا رجل ولي الله تعالى محفوظ فى ستر الله تعالى فالخير كل الخير عنده ودونه ومخلطه و خدمته فيحبك الله تعالى

(Ketiga) Manusia yang mempunyai hati tapi tidak punya lisan (tidak pandai berkata) yaitu orang - orang yang beriman yang sengaja di tutupi Allah dari makhluknya di perlihatkan kekurangannya di sinari hatinya di beritahukan kepadanya akan bahaya berkumpul dengan sesama manusia dan kehinaan ucapan mereka. Mereka adalah golongan kekasih Allah yang di jaga dari tirai ilahinya dan memiliki segala kebaikan. Berkumpullah dengan mereka dan melayani kebutuhannya niscaya kamu juga akan dicintai Allah

ورجل تعلم وعلم عمل بعلمه وهو العالم بالله تعلى و اياته استودع الله قلبه غرائب علمه و شرح صدره لقبول العلوم فاخذر ان تخالفه وتجنله وتترك الرجوع الى نصيحته

(Keempat) Manusia yang belajar ,mengajar dan mengamalkan ilmunya ,Mereka adalah orang yang mengenal Allah dan ayat nya. Allah memberikan hatinya ilmu-ilmu asing dan melapangkan dadanya agar mudah dalam menerima ilmu
Maka takutlah berbuat salah kepadanya, menjauhi dan meninggalakanya segala nasihatnya

- Nasaihul ibad Hal 26 Cet,  Darul kitab islamiyah

3 Hikmah Kisah Uwais AL Qarni, Simak Penjelasan Abi MUDI :



Silsilah Nabi Muhammad SAW

Silsilah nasab Nabi Muhammad Shallallhu 'alaihi wasallam dalam Kitab Sirah An-Nabawiyah Ibnu Hisyam :

1. Muhammad SAW
2. Ibn 'Abdullah
3. Ibn 'Abdul Muttalib (namanya Syaibah)
4. Ibn Hasyim (namanya 'Amr)
5. Ibn 'Abdi Manaf ( namanya Al-Mughirah)
6. Ibn Qushay (namanya Zaid)
7. Ibn Kilab
8. Ibn Murrah
9. Ibn Ka'ab
10. Ibn Lu'ay
11. Ibn Ghalib
12. Ibn Fihr
13. Ibn Malik
14. Ibn Nadhr
15. Ibn Kinanah
16. Ibn Khuzaimah
17. Ibn Mudrikah (namanya 'Amir )
18. Ibn Ilyas
19. Ibn Mudlar
20. Ibn Nizar
21. Ibn Ma'ad
22. Ibn 'Adnan
23. Ibn Udad
24. Ibn Muqawwam
25. Ibn Nakhur
26. Ibn Tairah
27. Ibn Ya'rubbin
28. Ibn Yasy-jub
29. Ibn Nabit
30. Ibn Isma'il
31. Ibn Ibrahim yang bergelar Kholilur Rahman
32. Ibn Tarih yaitu Azar
33. Ibn Nahura
34. Ibn Saru'a
35. Ibn Ra'wu
36. Ibn Falakh
37. Ibn 'Aibar
38. Ibn Syalakh
39. Ibn Arfakhsyadz
40. Ibn Sam
41. Ibn Nuh
42. Ibn Lamak
43. Ibn Mutawasy-likh
44. Ibn Ukhnukh yaitu Nabi Idris sebagaimana yang disangkakan.
45. Ibn Yardi
46. Ibn Muhlayil
47. Ibn Qainan
48. Ibn Yanisy
49. Ibn Tsits
50. Ibn Adam shallallahu 'alaihi wasallam.


ذِكْرُ سَرْدِ النَّسَبِ الزَّكِيِّ مِنْ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ، إلَى آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ هِشَامٍ ( النَّحْوِيُّ ) : هَذَا كِتَابُ سِيرَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَّلى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ . قَالَ : مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ ، وَاسْمُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ : شَيْبَةُ بْنُ هَاشِمٍ وَاسْمُ هَاشِمٍ : عَمْرُو بْنُ عَبْدِ مَنَافٍ وَاسْمُ عَبْدِ مَنَافٍ : الْمُغِيرَةُ بْنُ قُصَيٍّ ، ( وَاسْمُ قُصَيٍّ : زَيْدُ ) بْنُ كِلَابِ بْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ ، وَاسْمُ مُدْرِكَةَ : عَامِرُ بْنُ إلْيَاسَ بْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارِ بْنِ مَعَدِّ بْنِ عَدْنَانَ بْنِ ( أُدٍّ ، وَيُقَالُ ) : أُدَدُ بْنُ مُقَوِّمِ بْنِ نَاحُورَ بْنِ تَيْرَحَ بْنِ يَعْرُبَ بْنِ يَشْجُبَ بْنِ نَابِتِ بْنِ إسْمَاعِيلَ بْنِ إبْرَاهِيمَ - خَلِيلِ الرَّحْمَنِ - بْنِ تَارِحٍ ، وَهُوَ آزَرُ بْنُ نَاحُورَ بْنِ سَارُوغَ بْنِ رَاعُو بْنِ فَالَخٍ بْنِ عَيْبَرِ بْنِ شالَخٍ بْنِ أرْفَخْشَذَ بْنِ سَامِ بْنِ نُوحِ بْنِ لَمْكَ بْنِ مُتَوَشْلِخَ بْنِ أَخْنُوخَ ، وَهُوَ إدْرِيسُ النَّبِيُّ فِيمَا يَزْعُمُونَ وَاَللَّهُ أَعْلَمُ ، وَكَانَ أَوَّلَ بَنِي آدَمَ أُعْطَى النُّبُوَّةَ ، وَخَطَّ بِالْقَلَمِ - ابْنِ يَرْدِ بْنِ مُهْلَيِلِ بْنِ قَيْنَنَ بْنِ يانِشَ بْنِ شِيثِ بْنِ آدَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .







Download Kitab Karangan Syekh Muhammad Amin Harary

Syekh Muhammad Amin Harary (L 1348 - W  7 Rabiul Awal 1441 H) adalah salah satu ulama besar dari Ethiopia, yang mengajar di Darul Hadits al-Khairiyyah dan pengajar di Masjidil Haram sebelum beliau disibukkan dengan menulis buku. Setelah beliau disibukkan menulis, beliau hanya mengajar di rumah yang dimulai dari ba’da shubuh sampai ba’da ‘isya akhir Waktu Mekkah, tidak kurang 600 sampai seribu santri hadir di majelis beliau. Beliau mengajarkan berbagai bidang keilmuan tidak kurang dari 27 cabang keilmuan dari kitab yang berbeda-beda.

Disini kami akan menampilkan beberapa diantara karya beliau dalam bentuk pdf, bagi yang minat boleh membuka link dibawah ini:

1.

 مناهل الرجال ومراضع الأطفال بلبان معاني لامية الأفعال

http://www.archive.org/download/abuyaala_kotob_24102010/
manahil_harari.pdf

2.
تحنيك الأطفال على لامية الأفعال 

http://www.archive.org/download/abuyaala_kotob_10102010/tahnik_harari.pdf

3.

 رفع النقاب عن مخيمات معاني كشف النقاب عن مخدرات ملحة الإعراب 
https://archive.org/details/a1086n

4.
الكوكب المشرق في سماء علم المنطق على السلم المنورق محمد الأمين البويطي


https://archive.org/details/aboladan_yahoo

5.
متن الآجرومية ضبط الشيخ محمد الأمين الهرري

https://archive.org/details/abo_abdrahman_kordi_barid_20150417_1813

6.

تفسير حدائق الروح والريحان في روابي علوم القرآن 

https://archive.org/details/hdaik_rawh_rehan

7.

الكوكب الوهاج والروض البهاج في شرح صحيح مسلم بن الحجاج ...
http://waqfeya.com/book.php?

8.

هدية الأذكياء على طيبة الأسماء في توحيد الأسماء والصفات والاستعانة والدعاء

https://kolkotob.blogspot.com/2016/01/1-1432-2011-255-65-m.html

9.

الباكورة الجنية من قطاف متن البيقونية 

https://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=26799

10.

مرشد ذوي الحجا والحاجة إلى سنن ابن ماجه والقول المكتفى على سنن المصطفى

http://.www.almeshkat.net/book/14155
11
نزهة الألباب وبشرة الأحباب في فك وحل مباني ومعاني ملحة الإعراب 

http://www.archive.org/download/nouyd/nouyd.pdf

12.

خلاصة القول المفهم على تراجم رجال  جامع الإمام مسلم

http://k-tb.com/book/download/300523

Berkekalan Wudhu’ Meluaskan Rizki

Dalam islam sangat banyak hal hal sunnah yang bisa dikerjakan,  dan akan mendapatkan pahala disisi Allah SWT. Salah satu hal yang disunnahkan adalah berkekalan dengan wudhu'. Hal ini sebagaimana tertulis dalam kitab muraqil ubudiyah

يندب ادامة الوضوء لما ورد فى الحديث القدسي ياموسى اذا اصابتك مصيبة وانت على غير وضوء فلا تلومن الا نفسك

Disunatkan bagi manusia selalu dalam keadaan berwudu' karna telah datang dalam hadist qudsi
Wahai musa apabila engkau tertimpa suatu musibah padahal engkau tidak dalam keaadaan berwudu’ maka jangan engkau menyalahkan atau mencela orang lain kecuali dirimu sendiri
Nabi Muhammad saw pun pernah bersabda:

دم على الطهارة يوسع عليك الرزق

“Senantiaskanlah dalam keadaan wudhu' niscaya rizki akan diluaskan bagimu”

Maka jangan pernah menganggap sepele perbuatan baik sekecil apapun pèrbuatan itu, boleh jadi dengan itu sebagai pengantar kita ke surga.

- Muraaqil ubudiyah, Syekh Nawawi al jawi Hal 17

Cara Allah Mengabulkan Doa Hambanya, Simak Penjelasan ABU MUDI 



Keutamaan Sabar Ketika Musibah

Semua perjalanan kehidupan ini tentu tak selamanya dirasa indah. Dibalik sudut waktu yang tertentu, seringkali perjalanan kehidupan kita terasa sangat berat. Ada berbagai masalah yang hampir membuat kita menyerah. Namun demikian, untuk semua masalah kehidupan, seberat apapun itu, Allah ta’ala sudah memberi solusi yang terbaik, yaitu dengan bersabar dan bersyukur. Apapun takdir yang Allah berikan kita harus menerimanya, dan bertahan mencoba melewatiya. Karena bersabar merupakan pilihan terbaik yang mempunyai banyak keutamaan. Berikut adalah beberapa keutamaan dan kelebihan bersabar yang dapat kita pahami dari hadis Nabi Muhammad SAW.

Dengan bersabar Allah akan menjadikan hamba tersebut sebagai hamba pilihan. Allah akan menguji setiap hambanya, dan manakala mereka bersabar maka insyaAllah hamba tersebut akan menjadi hamba yang baik disisi Allah swt.

Nabi SAW bersabda: 

وقال عليه الصلاة والسلام: {إذَا أَحَبَّ الله عَبْدا ابْتَلاَهُ بِبَلاءٍ لاَ دَوَاءَ لَهُ، فإنْ صَبَرَ اجْتَبَاهُ، وإنْ رَضِيَ اصْطَفَاه}.

"Jika Allah mencintai seorang hamba maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar maka Allah memilihnya dan jika dia ridha maka Allah menjadikannya pilihan."

Sabar bukanlah pilihan yang terakhir setelah tidak ada apapun yang sanggup kita lakukan. Bahkan sabar adalah pilihan yang tepat dan utama untuk musibah apapun yang menimpa kita. Sabar adalah pilihan yang membuat orang-orang yang dilanda musibah menjadi selamat.

Nabi saw bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْر وَصِيَّةٌ مِنْ وَصَايَا الله تَعَالى في أَرْضَهِ، مَنْ حَفِظَهَا نَجَا، وَمَنْ ضَيَّعَهَا هَلَكَ}.

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Sabar itu salah satu wasiat dari beberapa wasiat Allah ta'ala di bumi, barang siapa menjaganya maka dia selamat dan barang siapa menyia-nyiakannya maka dia celaka."

Allah membenci pada manusia yang tidak mau bersabar atas cobaan yang menimpanya. Karena sejatinya semua masalah kehidupan kita adalah takdir dan ketentuan dari Allah SWT. Dalam sebuah hadist Nabi menyampaikan bahwa orang-orang yang tidak mau bersabar atas cobaan dan tidak bersyukur atas nikmat maka mereka diperintahkan untuk keluar dari permukaan bumi ini.

Nabi saw bersabda:

وقال صلى الله عليه وسلم: {أَوْحَى الله تَعَالى إلى مُوسَى بنِ عمْرَانِ عَلَيْهِمَا السَّلامُ يَا مُوسَى مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بلائي وَلَمْ يَشْكُرْ نَعمائي فَلْيَخْرُجْ مِنْ بَيْنِ أَرضي وَسَمَائِي وَلْيَطْلُبْ لَهُ رَبّا سِوائِي}

"Allah ta'ala mewahyukan kepada Musa bin Imran -alaihimas salaam- : "Hai musa, barang siapa tidak ridha dengan takdir-KU, tidak bersabar atas cobaan-KU, tidak bersyukur atas nikmat-KU maka keluarlah dari antara bumi dan langit-KU dan carilah tuhan selain-KU".

Dalam hadis lain juga Nabi menyebutkan bahwa bersabar saat dilanda musibah akan mengangkat derajat sebanyak tujuh ratus derajat. Maka bersabar adalah sesuatu yang seharusnya tidak kita tinggalkan setelah dilanda musibah. Karena banyak hikmah yang ada didalamnya.

وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْرُ عِنْدَ المُصِيبَةِ بِتِسْعمَائة دَرَجَةٍ}.

Nabi Shllallhu alaihi wasallam bersabda :"Sabar ketika mendapat musibah itu memperoleh tujuhratus derajat.".

Bahkan untuk sabar yang sebentar saja itu pun lebih baik dari seisi dunia.

Nabi saw bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {صَبْرُ سَاعَةٍ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيها}.


Nabi saw juga bersabda:

وقال عليه الصلاة والسلام: {الصَّبْرُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَوْجُهٍ: صَبْرٌ عَلَى الفَرَائِضِ، وصَبْرٌ عَلَى المُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى أذَى 
وقال عليه الصلاة والسلام: {إذَا حَدثَ عَلى عَبْدٍ مُصِيبَةٌ في بَدَنِهِ أوْ مَالِهِ أو وَلَدِهِ فاسْتَقْبَلَ ذٰلِكَ بِصَبْرٍ جَمِيلٍ اسْتَحْيَا الله يَوْمَ القِيَامَةِ أَنْ يَنْصِبَ لَهُ مِيزانا أوْ يَنْشُرَ لَهُ دِيوانا
تم الكتاب والحمد لله رب العالمين

"Ketika terjadi musibah pada seorang hamba, baik pada badannya, hartanya atau anaknya kemudian dia menghadapinya dengan kesabaran yang baik maka pada hari kiamat Allah malu untuk memasang timbangan baginya dan malu untuk membentangkan buku catatan amalannya".

Dengan begitu, sudah menjadi keharusan bagi insan yang menjalani pahitnya kehidupan ini, bahwa bersabar adalah pilihan terbaik yang mempunyai banyak keutamaan entah itu di dunia atau di akhirat.
Mari menjadi insan yang baik dengan bersabar atas kehidupan ini. Bersabar tak hanya bertahan dari masalah, tapi sekaligus bersabar merupahan proses bertahan yang membuat kita mendapatkan banyak pahala dan keutaaman.

-Matan Tanqihul Qaul/Lubabul Hadits Karya Imam Suyuti, Bab Ke 40

Iadah Shalat Dhuhur Setelah Shalat Jum'at, Simak Penjelasan Abu MUDI:





Efek Negatif Terlalu Kenyang

Kehidupan manusia tidak terlepas dari mengkonsumsi makanan. Karena makanan merupakan sumber energi bagi manusia dalam melakukan berbagai aktivitas, baik energi bagi otak untuk berfikir, maupun energi untuk tubuh dalam beramal. Namun bagaimana cara kita dalam mengkonsumsi makanan yg baik menurut syara’, ini yang harus diperhatikan.

Dalam Islam di perbolehkan makan makanan yg halal dan baik untuk kesehatan, bahkan  hukumnya bisa jadi wajib bila kita makan hanya untuk mempertahankan hidup, dan agar sanggup melakukan perintah- perintah yg wajib. Dan juga sunat bila kita makan agar mampu melakukan hal hal yg di sunatkan.

Tapi bagaimana bila kita makan tanpa tujuan yg dianjurkan syara’  dan apa efeknya?

Syara’ menganjurkan kepada kita agar makan tidak melebihi ⅓ isi perut ataupun hingga kenyang, karena ada beberapa efek dari mengkonsumsi makanan hingga terlalu kenyang.

1.keras hati
2.Hilang kecerdasan
3.Menghilangkan  hafalan
4.Berat melakukan ibadat dan malas belajar
5.Kuat hawa nafsu
6.Membantu syaitan dalam melakukan kedhaliman, khianat, kufur, tidak amanah, adu domba,  kemunafikan, tipu daya, ragu terhadap keesaan Allah, membangkang perintah Allah, lalai dari sunnah Rasulullah SAW.

-Muraqil 'Ubudiah Hal 70 Cet, Haramain




Tingkatan Waliyullah Menurut Kitab Kasyf Al-Mahjub

Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjudul Kasyf Al-Mahjub, mengatakan bahwa wali Akhyar sebanyak 300 orang, wali Abdal sebanyak 40 orang, wali Abrar sebanyak 7 orang, wali Autad sebanyak 4 orang, wali Nuqaba sebanyak 3 orang dan wali Quthub atau Ghauts sebanyak 1 orang. Sedangkan menurut Syaikhul Akbar Muhyiddin ibnu `Arabi dalam kitabnya al-Futuhat al-Makkiyyah membuat pembagian tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut:

1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts adalah wali yang memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.

2. Wali Aimmah Pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Rabbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.

3. Wali Autad Jumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kaabah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.

4. Wali Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu ‘Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.Pada tahun 586. Di Spanyol, Muhyiddin ibnu ‘Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu ‘Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Muâ’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.

5. Wali Nuqabaa jumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqaba melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.

6. Wali Nujabaa Jumlah mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.

7. Wali Hawariyyun Berasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.

8. Wali Rajabiyyun Dinamakan demikian, karena karamahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.Berbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.

9. Wali Khatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd SAW. Jumlah para Aulia yang berada dalam beberapa tempat ada 356 sosok, yang mereka itu ada dalam kalbu Adam, Nuh, Ibrahim, Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan ada 300, 40, 7, 5, 3 dan 1. Sehingga jumlah kerseluruhan 356 tokoh. Hal ini menurut kalangan Sufi karena adanya hadits yang menyebut demikian.

Sedangkan menurut Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu ‘Arabi (menurut beliau muncul dari mukasyafah) maka jumlah keseluruhan Auliya yang telah disebut diatas, sampai berjumlah 589 orang. Diantara mereka ada satu orang yang tidak mesti muncul setiap zaman, yang disebut sebagai al-Khatamul Muhammadi, sedangkan yang lain senantiasa ada di setiap zaman tidak berkurang dan tidak bertambah. Al-Khatamul Muhammadi pada zaman ini (zaman Muhyiddin ibnu ‘Arabi), kami telah melihatnya dan mengenalnya (semoga Allah menyempurnakan kebahagiaannya), saya tahu ia ada di Fes (Marokko) tahun 595 H. Sementara yang disepakati kalangan Sufi, ada 6 lapisan para Auliya, yaitu para Wali: Ummahat, Aqthab, A’immah, Autad, Abdal, Nuqaba dan Nujaba.


Bolehkah mencambuk pemain PUBG ?




Buku Biografi ABON ABDUL AZIZ (GURU BESAR ULAMA ACEH)

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja