Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Imam Abu Laits : Tanda Takut Allah


Berkatalah Imam Abu laits yang bahwasanya tanda seseorang itu takut kepada Allah yaitu dengan menjaga anggotanya yang tujuh : 

1. ​Lisan


Termasuk anggota 7 yang pertama adalah lisan, menjaga lisan dari berbohong, ghibah (upat), namimah (adu domba), dusta dan berbicara yang tidak manfaat. Agama menganjurkan agar lisan digunakan dalam hal-hal baik yang diridhai Allah seperti membaca Al quran, melihat ulama dan orang shalih dan membaca kitab-kitab.

​2. Hati
Hati termasuk bagian yang sangat sukar untuk dijaga ketimbang anggota lainnya, hal ini karena ada beberapa hal terkadang anggota dhahirnya mampu menjaga namun hatinya tetap akan merasa iri dengki dan penyakit hati lainnya.
3. Pandangan

Mata diperintahkan untuk membaca Al quran, membaca kitab, dan hal-hal lain yang diridhai Allah SWT. Jangan mempergunakan kepada hal-hal keji, seperti melihat perempuan yang ajnabiyyah, melihat

4. Perut


Menjaga perut agar tidak masuk makanan yang haram. Dalam hal ini Imam Ghazali mengatakan

5. Tangan


Menjaga tangan dari perbuatan haram dan menggunakannya pada ta'at Allah.

6. Langkah


Menjaga langkah dari ma'siat kepada Allah.

7. Ta'at

Menjadikan keta'atannya khusus kepada Allah SWT. Bukan melakukan ibadat karena lainnya.

Mukasyafatul Qulub Hal 9 - 10.

Kisah Cinta Kepada Sang Rasul

Ada seseorang perempuan keluar rumah dengan tujuan untuk memperoleh pelajaran islam dari Nabi SAW bersama para sahabat lain. Di pertengahan ada seorang lelaki yang masih muda melihatnya, Ia bertanya:”Hai perempuan yang mulia, hendak kemana kamu?”.Ia menjawab:
”Aku hendak menghadap Rasulullah SAW untuk mendapatkan pengajaran dari beliau”.Balas pemuda : ”Apakah dirimu cinta benar terhadap nabi SAW?”. Ia menjawab:”Ya, Aku sangat mencintainya”.
”Kalau kamu benar-benar cinta kepada Rasulullah aku minta supaya engkau membuka cadarmu, agar aku bisa melihat wajahmu”.

Manakala anak muda itu bersumpah-sumpah demi kecintaan perempuan itu kepada Rasulullah SAW, maka perempuan itu tadi membuka cadarnya, Anak muda itu dapat melihat dengan jelas wajahnya.
Setelah kembali dari pelajaran agama, perempuan itu tadi memberi tahu pada suaminya tentang peristiwa yang di alaminya bersama seorang pemuda, ketika suaminya mendengar penuturan cerita istrinya maka hatinya bimbang:”Hal itu perlu di uji kebenarannya. Agar aku puas dan jelas persoalannya”.

Lalu suami perempuan itu membuat perapian yang sangat besar dimasukkan kedalam tungku. Tungku itu biasanya di gunakan untuk memasak roti, yang menyerupai sebuah kentongan. Suami perempuan itu menunggu beberapa saat agar api membesar.
Ketika jilatan api telah membesar maka suaminya berkata:

”Demi Kebenaran Rasulullah SAW, masuklah kamu kedalam tungku itu!”.

Begitu istrinya mendengar suaminya bersumpah yang meminta dirinya agar masuk kedalam tungku yang membara, tanpa ragu ia masuk kedalamnya. Ia tidak memperdulikan lagi nyawanya demi kecintaannya kepada Rasulullah SAW.

Manakala suami perempuan itu melihat istrinya benar benar masuk kedalam tungku dan lenyap di selimuti jilatan api, timbullah penyesalan di dalam hatinya. ia menyadari behwa apa yang di katakan itu benar, maka suami perempuan itu tadi menghadap Rasulullah S.A.W. Ia menceritakan kejadian yang berlangsung. Nabi SAW bersabda:”kembalilah. Bongkarlah tungku itu”. Ia segera kembali dan membongkar tungku itu yang masih panas, ternyata di balik tungku itu ia menemukan istrinya dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun. Hanya sekujur tubuhnya basah oleh keringatnya sendiri, bagaikan orang yang sedang mandi air panas.Demikian kelebihan yg Allah berikan kepada org yang benar-benar mencintai sang Rasul.

- Uqudullujain

Memuliakan Tamu, Simak Penjelasan Abiya MUDI



Kisah Kusyu' Rabi' Bin Khaytsum

Khusyu' adalah kosongnya hati dari hal-hal yang dapat melalaikan dari mengingat kepada Allah SWT, hati dan fikiran hanya fokus kepada Allah dan tidak kepada yang lain.
Kekhusyukan ini tidak hanya terdapat pada ibadah sembahyang, tetapi pula di realisasikan dimana saja dan kapan saja, terutama ketika menghadap kepada Allah dengan berdzikir dan ibadah ibadah lain nya.

Al kisah, terdapat seorang ulama bernama Rabi' bin khaytsum, seluruh manusia di sekeliling nya menganggap nya adalah orang buta, karena setiap hari beliau menundukkan kepalanya dan menjaga pandangan.
Pernah suatu hari, beliau berangkat ke tempat tinggal sahabatnya yang bernama Ibn Mas'ud, ketika hampir Sampai, budak ibn Mas'ud melihat nya dari kejauhan dan berkata kepada tuannya "tuan, teman mu yang buta akan datang kesini", mendengar perkataan tersebut, Ibn Mas'ud tertawa karena mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
Tiba lah Rabi' bin khaytsum dirumah kawan nya dan mengetuk pintu rumah, pintu di buka oleh budak ibn Mas'ud dan seperti biasa nya, rabi bin khaytsum tetap menunduk kan kepalanya. Setelah Ibn Mas'ud melihat beliau, Ibn Mas'ud berkata "و بشر المخبتين", sungguh demi Allah, seandainya nabi Muhammad SAW melihat mu,beliau akan sangat bahagia".]

Pada suatu hari,  mereka berjalan ke suatu tempat, tatkala Rabi' bin khaytsum melihat kobaran api yang sangat besar, tiba tiba beliau pingsan dan jatuh tersungkur ke tanah.kemudian, Ibn Mas'ud mengangkat beliau dan di bawa ke rumah nya,beliau duduk di samping kepala Rabi' hingga waktu shalat tiba.ketika tiba nya waktu shalat, Rabi' masih dalam keadaan pingsan satu hari penuh,dan tertinggal 5 waktu sembahyang. Kemudian, ketika Ibn Mas'ud terjaga beliau berkata "Demi Allah,ini lah ketakutan yang sebenarnya"

-Ihya' 'Ulumuddin Hal 171 Juz 1 Cet, Haramain


Kelebihan Bershalawat Dan Zikir

Dalam menaggapi persoalan umat , terutama dibulan maulid (rabbiu'l awal) ini, selalu ada pertanyaan seputaran yang berkenaan dengan maulid nabi SAW, diantaranya adalah bershalawat dan zikir manakah yang lebih afdhal

kami kutip dalam kitab Masalikul khufa' ila syarhil shalawati a'lal musthafa karya imam al hafidh abi a'bas ahmad bin muhammad bin abu bakar al qasthalani (851 s/d 923 H).

كما قاله بعضهم _ ان الصلاۃ عليه صلی الله عليه وسلم من ذكر الله تعالی , فلا يختلج فی فكرك ما تفوه به من ان الصلاۃ علیه صلی الله علیه وسلم ليست من ذكرالله تعالی, توطءۃ علی ترك الصلاۃ علیه وسلم , واراد بذلك الاقلا.

قال : وهذا _ والعياذ باالله _ خروج من داءرۃ العلم الی حضيض الجهل, ففی الخبر ان الله تعالی قال :( يا محمد من زكرك زكرني) .

وليست كيفيۃ من كيفيات الصلاۃ صلی الله علیه وسلم الا و فيها اسم من اسماء الله تعالی او صفۃ من صفاته , و كيف يكون ذاكرا اسما من اسماء الله تعالی او صفۃ من صفاته , و هو غير ذاكر لله تعالی ..؟  فالقيام بالصلاۃ علیه صلی الله علیه وسلم, قيام بامر الله تعالی حين امر بالصلاۃ عليه صلی الله عليه وسلم , فالقيام بالامر زكر لاءمر.


Bershalawat kepada nabi Muhammad SAW, juga bagian dari zikir, dan yang mengatakan bershalawat bukanlah zikir, ini merupakan salah satu pendapat yg berasumsi untuk meninggalkan shalawat kepada nabi Muhammad SAW.

-Masalikul khufa' ila syari'l shalah a'lal musthafa hal 126 s/d 127 Cet, Darul kitab il'miah

Pengajian TASTAFI Bersama Abu MUDI






Fatawa Ulama : Ayah Mengambil Kembali Harta Hibah Bagi Anak

Pertanyaan: Saya ditanya tentang seorang lelaki yang memberi (hibah) kepada anaknya sebatang pohon kurma dengan pemberian sesuai dengan syariat  dengan ijab dan qabul, kemudian anaknya menerima hibah tersebut sesuai dengan ketentuan syariat dengan izinnya,  kemudian bercampur kepemilikan kurma tersebut dengan orang lain dengan pencampuran yang tidak bisa dibedakan miliknya dengan milik orang lain kemudian ayahnya ruju' atau mengambil kembali pohon kurma tersebut, apakah sah ruju' atau tidak? 

Saya menjawab:

Jika pencampuran kepemilikan tersebut dengan pohon kurma ayahnya, maka sah ruju'nya, dan jika bercampur dengan orang lain selain ayahnya maka tidak sah ruju' ayahnya.



مسألة [ ۱۰۸ ] : سئلت عن رجل ملك ولده نخلاً تمليكاً شرعياً بإيجاب وقبول ، وتسلم ذلك تسملا شرعياً بإذنه ، ثمّ اختلط المذكور بغيره اختلاطاً لا يتميز بعضه من بعض ، ثم رجع الأب عن التمليك ، فهل يصح رجوعه أم لا ؟ فأجبت : إن كان اختلاطه بنخل الأب صح رجوعه ، وإن كان بنخل لغيره لم يصح الرجوع ، والله أعلم . 



Fatawa I'raqi Hal 324 Cet, Darl Fatah

Bahaya Aliran Wahabi Takfiri. Simak Penjelasan Abu MUDI





Besarnya Pahala Shalawat

Syekh Abdur Rahman Al-Idrus menuqil dalam kitab Syarh Shalati Sayyidi Ahmad Al-Badawi dari sebagian Al-Arifin

Ulama sepakat bahwasanya semua amal itu kemungkinan Ada yg diterima dan ada yg tertolak kecuali shalawat pada Nabi صلى الله عليه وسلم, sesungguhnya shalawat pada nabi pasti diterima oleh Allah Swt karena memuliakan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Syekh Al-Imam Muhammad Abul Mawahib As-Sadili beliau berkata: Aku bermimpi Rasulullah صلى الله عليه وسلم, aku bertanya " Ya Rasulullah...! Allah membalas 10 shalawat bagi orang yang membaca shalawat padamu satu kali, apakah itu untuk orang yang hatinya hadir (khusu')? Nabi menjawab tidak, bahkan Balasan 10 shalawat dari Allah itu untuk setiap orang yg membaca shalawat padaku walau dalam keadaan Lupa (lalai). Allah akan memberikan sebesar gunung dari para malaikat yg akan mendoakan dan memohonkan ampun baginya. Adapun jika bershlawat dgn hati yg khusu' maka yg tahu terhadap pahalanya hanya Allah (dari banyaknya)

Kitab Syaraful Amjad Fi Wujubi Mahabbati Sayyidina Muhammad, Hal. 211

Hukum Memakai Cadar, Simak penejelasan Abu MUDI



Mengidentifikasi Dan Membenarkan Karamah Pada Wali

Karamah merupakan kejadian yang bersifat asumtif didalam rasio yang hanya dimiliki oleh para wali. Karamah juga merupakan indikasi kebenaran seseorang, indikasi ini selalu tampak dalam hal ihwalnya. Argumentasi yang memberikan petunjuk bahwa Allah memberikan definisi batasan batasan kepada hamba sehingga dapat membedakan antara seorang wali ataupun bukan, konteks ini dinamakan dengan Karamah.

Karamah merupakan aktivis yang bertolak belakang dengan adat kebiasaan manusia. Para ulama membedakan antara karamah dan mukjizat. Mukjizat adalah argumentasi tentang kebenaran para nabi yang tidak akan diketemukan oleh selain mereka sebagaimana kekuatan rasio. Sedangkan karamah merupakan argumentasi kebenaran seorang wali.

Tetapnya karamah pada wali meupakan sesuatu yang boleh terjadi baik pada masa hidupnya ataupun ketika telah meninggal. Dan tidak diperdapat pendapat pada mazhab yang 4 tentang menafikan karamah pada seorang wali. Oleh karena itu,sebahagian menyatakan ''siapa saja yang yang tidak nampak karamah nya setelah meninggal sebagaimana pada masa hidupnya, maka ia tidak benar''
berujuk terhadap kisah ashabul kahfi yang merupakan aulia Allah,mereka melarikan diri dari kedhaliman raja mereka dan mereka masuk kedalam gua dan menetap didalamnya degan tiada makan dan minum, dan mereka tertidur selama 309 tahun lamanya dengan tiada disertai rasa sakit. Dan beranjak pula terhada kisah 'Ashif yang merupakan seorang perdana mentri nabi sulaiman,ia mengetahui ismul A'zham Allah swt,dengan berkata kepada Sulaiman ''lihatlah ke langit'' maka nabi sulaiman melihatnya dan Ashif pun berdoa kepada Allah agar mendatang kan istana ratu Balqis dan ketika nabi Sulaiman mengalihkan pandangan nya dari langit,tanpa ia sadari istana tersebut sudah berada di depannya.

Dan pula cerita Abdullah Bin Syaqiq, tatkala lewat satu awan diatasnya maka ia berdoa ''Demi Allah,Aku bersumpah atas engkau waha awan agar engkau menuruni hujan''. Maka turun lah hujan diketika itu.

Ini semua adalah hikayah-hikayah yang membuktikan adanya karamah terhadap para wali wali Allah.

-Tuhfatul murid Syarah matan Jauharah Tauhid


Mengenal Musa As-Samiri

Pada zaman fir'aun, lahirlah dua orang yang bernama Musa. Yang pertama adalah Musa bin Imran, yang kelak akan menjadi Rasul. Sedangkan yang kedua adalah Musa As-samiri, yang kelak akan menjadi seorang munafiq dan penyembah patung.

Keduanya mempunyai masa lalu yang tidak jauh berbeda, yaitu sama-sama ditinggalkan oleh ibunya masing-masing.

Musa bin Imran ditinggalkan oleh ibunya dengan cara dihanyutkan ke sungai karena takut disembelih oleh Fir'aun. Sedangkan Musa As-samiri adalah anak hasil perzinahan. Ia dilahirkan dan ditinggalkan oleh ibunya di sebuah gunung karena merasa takut terhadap kemarahan kaumnya. Atas kasih sayang Allah SWT, maka diutuslah malaikat Jibril untuk merawat Musa As-samiri.

Semenjak diasuh oleh malaikat jibril, Musa As-samiri menyusui melalui jari-jari malaikat Jibril yang mengeluarkan susu, sehingga ia mengenal siapa Jibril dan mengetahui rahasia bahwa bekasan telapak kuda Jibril dapat menghidupkan benda mati. Maka ia menyimpan tanah kering bekasan kuda malaikat Jibril yang pada kemudian hari ia letakkan di dalam patung sapi emas. Maka jadilah patung sapi tersebut seolah-olah  hidup, karena mengeluarkan suara seperti sapi pada umumnya dan disembah oleh sebagian pengikut nabi Musa yang membangkang.
Dalam sebuah syair disebutkan :

إذا المرء لم يخلق سعيدا من الازل # قد خاب من ربی وخاب المؤمل
فموسي الذي رباه جبریل کافر #  وموسي الذي رباه فرعون مرسل

“Jika seseorang tidak ditakdir berbahagia dalam hidupnya, maka gagal lah siapa yang terdidik dan memiliki cita-cita.”

“Musa (Assamiri) yang konon dipelihara Jibril menjadi orang kafir, sedangkan Musa yang dipelihara Firaun justru diangkat jadi rasul.”

Hasyiah as-sawi 'ala tafsir al-jalaini juz 1 Hal 51

قوله : (السامري) واسمه موسى وكان ابن زنا ولدته أمه في الجبل وتركته لخوفها من قومها، فرباه جبريل وكان يسقيه من أصبعه لبنا فصار يعرف جبريل، ويعرف أن أثر حافر فرس جبريل إذا وضع على میت يحيا، فاستعار حليا منهم وصاغه عجلا ووضع التراب في أنفه وفمه فصار له خوار، وكان السامري منافقا من بني إسرائيل فعكفوا على عبادته جميعا إلا اثني عشر ألفا.


Gambaran Sifat Waliyullah

Berikut ini adalah beberapa gambaran sifat hakikat Waliyullah:

1. Waliyullah merupakan hamba Allah yang shalih, yakni yang mulia di sisi Allah SWT. Keyakinan tauhid mereka begitu mantap dan mendalam, sehingga Akidah ketauhidan mereka bukan hanya sekedar ilmu saja, tetapi telah meningkat kepada penghayatan rohaniyah dan jasmaniyah. Itulah sebabnya Allah melimpahkan pemberian khusus yang bersifat rahasia kepada mereka berupa ilmu-ilmu katuhanan sebagai rahasia-rahasia yang di limpahkan Allah dalam hati mereka, ilmu tersebut ialah perdekatan hubungan mereka dengan Allah ,dan rahasia-rahasia sebagian alam ini yang diilhamkan kepadanya .
Manusia pada umumnya hanya melihat waliyullah sebagai manusia biasa, seperti sebagai petani, pedagang atau orang-orang yang tidak di hiraukan, maksud Allah menyembunyikan walinya itu supaya ilmu-ilmu makrifat yang di limpahkan kedalam hati para walinya terpelihara dengan baik

2. Mereka selalu mengingat Allah dalam setiap saat dan ketika mereka melihat kenyataan dari kejadian-kejadian pada makhluk seluruhnya itu memperlihatkan kehinaannya dan kerendahnnya dan kehambaannya kepada Allah , sehingga Allah membukakan bagi mereka rahasia kehidupan , itulah yang menyebabkan pemberian Allah kepada mereka itu bukan seperti pemberian Allah kepada manusia biasa seperti rezeki-rezeki yang umum kita lihat .

3. Mereka ingin terus meningkatkan ibadah mereka , hal ini bukanlah di dorong oleh sesuatu tetapi kehambaan mereka Kepada Allah lah yang mendorong mereka, dalam artian mereka telah sampai lahir dan bathin pada hakikat ikhlas, oleh karena itu mereka mendapat keberkahan dari Allah, apa yang mereka ucapkan juga apa yang mereka perbuat senantiasa mendapat petunjuk dari Allah


Al hikam, Abuya Prof muhibbudin Wali Hal 32 -36



Kesunnahan Basmalah

Deskripsi Masalah:

Dalam setiap melakukan suatu kebaikan,semisal membasuh tangan sebelum wudhu', makan dan membaca al quran,disunatkan membaca basmalah. Hanya saja ada sebagian orang yg mengganti  basmalah dengan arti dari Basmalah itu sendiri atau dengan menggunakan zikir lainnya

Pertanyaan:

Apakah membaca arti dari basmallah atau membaca zikir lainnya sebagaimana deskripsi diatas tetap mendapat kesunnahan?

Jawaban:

Tidak, karena kesunnahan membaca basmalah hanya bisa diperoleh dengan bacaan yang sudah di tentukan oleh syariat, yakni lafad Bismillah atau Bismillahirrahnanirrahim

Fiqh A’la Mazahbil Arba’ah Juz 1 Hal 67 Cet, Darl Hadist

واقل تسمية ان يقول بسم الله والا فضل أن يكمل التسمية فيقول بسم الله الر حمن الر حيم، ولا تحصل سنة التسمية الا بلفظ بسم الله او بسم اللله الر حمن الرحيم .فلو اتى بذكر غيرها فا نه لا يكون اتيا بالسنة لان الشارع قد طلب منه التسمية بخصوصها


Bagaimana Cara Niat Shalat Yang Benar? Simak Perjelasan Abu MUDI





Buku Biografi ABON ABDUL AZIZ (GURU BESAR ULAMA ACEH)

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja