Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hukum Tidur Ketika Sudah Masuk Waktu Shalat

Deskripsi masalah:

Kebiasaan dari orang-orang terkadang ketika pulang dari kerja dan sudah masuk waktu shalat mereka langsung tidur hal ini karena faktor lelah atau lainnya. Hal demikian sehingga dapat menyebabkan  tidak sempat mengerjakan shalat karena waktunya telah habis.

Pertanyaan:

Bagaimanakah hukum tidur sesudah masuk waktu shalat sebelum mengerjakan shalat?


Jawaban:

Hukumnya makruh jika kuat sangkaan akan jaga sebelum sempit waktu, kuat sangkaan ini adakalanya karena sudah terbiasa jaga, atau karena ada orang yang membangunkanya. Jika bukan demikian, hukumnya haram.



- I'anatutthalibin juz 1 Hal 120 Cet Haramain


)فرع) يكره النوم بعد دخول وقت الصلاة وقبل فعلها حيث ظن الاستيقظ قبل ضيقه لعادة او لايقاظ غيره له والا حرم النوم الذي لم يغلب في الوقت


Bolehkah Zakat Padi Diuangkan?
Simak Penjelasan Abi MUDI




Makmum Tasyahud Awal, Imamnya Tidak

Deskripsi Masalah:

Supaya mendapatkan fadlilah (kelebihan) jama’ah, seseorang harus memenuhi persyaratan dalam bab Jama’ah. Diantaranya adalah harus mengetahui gerakan imam atau gerakan sebagian makmum yang berada di depannya. Disamping itu gerakan seorang makmum harus sesuai dengan imamnya.

Pertanyaan :

Apakah batal shalat makmum yang sengaja duduk tasyahhud awal sementara imam tidak melakukannya?

Jawaban:

Batal, kecuali imam melakukan duduk istirâhah (duduk sebentar setelah sujud kedua dan sebelum berdiri).


Fathul Mu'in Juz 1 Hal 183 Cet, Darl Ibnu Hazam

ومنها موافقة في سنن تفحش مخالفة فيها فعلا أو تركا. فتبطل صلاة من وقعت بينه وبين الإمام مخالفة في سنة كسجدة تلاوة فعلها الإمام وتركها المأموم عامدا عالما بالتحريم. وتشهد أول فعله الإمام وتركه المأموم أو تركه الإمام وفعله المأموم عامدا عالما وإن لحقه على القرب حيث لم يجلس الإمام للاستراحة لعدوله عن فرض المتابعة إلى سنة. أما إذا لم تفحش المخالفة فيها فلا يضر الإتيان بالسنة كقنوت أدرك مع الإتيان به الإمام في سجدته الأولى وفارق التشهد الأول بأنه فيه أحدث قعودا لم يفعله الإمام وهذا إنما طول ما كان فيه الإمام فلا فحش

Doa Ketika Jualan, Simak Abu MUDI




Bayi Baru Lahir Meninggal, Wajibkah Memandikan dan Menyalatinya?

Deskripsi Masalah:

Terkadang dalam kehidupan sehari-hari atau di Rumah sakit sering kita jumpai bayi yang baru lahir, meninggal dunia namun namun pihak keluarga kadang kala tidak memandikan dan menyalatkan.

Pertanyaan:

Bagaimanakah status hukum bayi yang baru lahir meninggal dunia tidak dimandikan dan  dishalatkan?

Jawaban:

Kalau ia sempat hidup maka fardhu kifayah melakukannya layaknya mukmin dewasa yg lain.

Uraian :

Dua orang yang matinya tidak dimandikan dan dishalati : Orang mati syahid dan bayi lahir keguguran yang tidak bersuara (menjerit). Sedangkan bayi yang lahir keguguran terbagi kepada:

1. Saat ia lahir dengan mengeluarkan suara, menangis, atau tidak mengeluarkan suara tetapi ia minum air susu atau melihat, atau bergerak-gerak layaknya pergerakan orang dewasa yang menunjukkan adanya kehidupan pada dirinya, kemudian ia meninggal dunia maka ia dimandikan dan dishalatkan hal ini sesuai kesepakatan ulama karena diyakini adanya kehidupan pada dirinya dan dalam sebuah hadits “Bayi yang lahir mengeluarkan suara maka berhak harta warisan dan dishalatkan”

2. Tidak diyakini adanya kehidupan pada dirinya seperti saat kelahiran tidak bersuara, tidak melihat, tidak menetek, maka perihalnya ditinjau terlebih dahulu sebagai berikut :

Bila tidak ada tanda-tanda kehidupan seperti bergerak dan sejenisnya dan kegugurannya belum sampai pada batas tertiupnya ruh pada dirinya (dalam kandungan usia 4 bulan keatas) maka ulama sepakat ia tidak dishalati, dan tidak dimandikan menurut pendapat yang dijadikan madzhab dikalangan syafi’iyyah karena hukum memandikan lebih ringan ketimbang menshalatkan karenanya orang mati kafir dzimmi dimandikan tapi tidak boleh dishalatkan.

Bila ia telah berusia 4 bulan keatas maka :

a. Menurut pendapat yang paling azhhar ia tidak boleh dishalatkan, tetapi boleh dimandikan menurut pendapat yang dijadikan madzhab.

b. Bila ia bergerak maka dishalatkan menurut pendapat yang paling azhar ia tidak boleh dishalatkan, tetapi boleh dimandikan menurut pendapat yang dijadikan madzhab.


 واثنان لا يغسلان ولا يصلى عليهما الشهيد في معركة الكفار والسقط الذي لم يستهل..

وأما السقط حالتان

الأولى أن يستهل أي يرفع صوته بالبكاء أو لم يستهل ولكن شرب اللبن أو نظر أو تحرك حركة كبيرة تدل على الحياة ثم مات فإنه يغسل ويصلى عليه بلا خلاف لأنا تيقنا حياته وفي الحديث ( إذا استهل الصبي ورث وصلي عليه )…

الحالة الثانية أن لا يتيقن حياته بأن لا يستهل ولا ينظر ولا يمتص ونحوه فينظر إن عرى عن إمارة الحياة كالاختلاج ونحوه فينظر أيضا إن لم يبلغ حدا ينفخ فيه الروح وهو أربعة أشهر فصاعدا لم يصل عليه بلا خلاف في الروضة ولا يغسل على المذهب لأن الغسل أخف من الصلاة ولهذا يغسل الذمي ولا يصلى عليه وإن بلغ أربعة أشهر فقولان الأظهر أنه أيضا لا يصلى عليه لكن يغسل على المذهب وأما إذا اختلج أو تحرك فيصلى عليه على الأظهر ويغسل على المذهب.


-Kifaayah al-Akhyaar Juz I Hal 160-161

Simak Pesan Abu MUDI di Makam Abuya Muda Wali Al Khalidy



Bolehkah Mengqadha Shalat Sunat


Deskripsi Masalah:

Shalat sunat adalah amalan yang dianjurkan bagi setiap muslim. Di samping mendapatkan pahala dalam mengerjakannya, shalat sunat juga berfungsi sebagai penyempurna kekurangan yang terdapat pada shalat fardhu. Dalam satu keadaaan terkadang kita luput dalam mengerjakan shalat sunat.

Pertanyaan:

Bagaimanakah jika shalat sunat tersebut luput dikerjakan? Apakah ada anjuran untuk mengqadhanya?

Jawaban:

Secara garis besar, shalat sunat terbagi 2 :

1. Shalat sunat muwaqqat (berwaktu), yaitu shalat sunat yang dikaitkan dengan waktu tertentu yang dibatasi oleh syara'. Contohnya seperti shalat dhuha, witir dan rawatib.

2. Shalat sunat zisabab (memiliki sebab), yaitu shalat sunat yang dikaitkan dengan terjadinya sebab tertentu dalam Syara'. Contohnya seperti shalat gerhana matahari dan bulan, tahiyyatul masjid dan shalat sunnat wudhu'.

Sunah hukumnya mengqadha shalat sunat muwaqqat yang luput. Sedangkan shalat sunnat zi sabab tidak disunnatkan untuk mengkaqhanya. Alasannya karena pengerjaan shalat tersebut diakibatkan oleh suatu sebab, sedangkan sebab tersebut telah hilang.

Hashiyah I’anatuttalibiin Juz 1 Hal 268 Cet Haramain

)قوله ويندب قضاء نفل مؤقت) وذلك لعموم خبر من نام عن صلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها ولأنه قضى بعد الشمس رکعتي الفجر وبعد العصر الركعتين اللتين بعد الظهر رواهما مسلم وغيره ولخبر أبي داود بإسناد حسن من نام عن وتره أو سنته فليصل إذا ذكره اه شرح الروض (قوله لا ذي سبب) أي لا يندب قضاء نفل ذي سبب وذلك لأن فعله لعارض السبب وقد زال فلا يقضى

Hakikat Seorang Mursyid, Simak Penjelasan Abu MUDI




Bolehkah Mengharap Meninggal Di Tanah Suci Makkah Madinah?

Deskripsi Masalah:

Berbicara umur itu merupakan rahasia Allah yang tidak diketahui makhluk selainnya. Terhadap insan yang beriman tetap mengharapkan kematinya dalam waktu  baik dan ditempat yang baik pula. Salah satu tempat yang baik adalah 2 kota suci yakni Makkah dan Madinah.

Pertanyaan:

Bolehkah seseorang mengharap agar Allah wafatkan di dua kota mulia tersebut?

Jawaban:

Boleh, bahkan disunnahkan mengharap agar Allah wafatkan pada 2 tempat tersebut. Hal ini dikarenakan satu hadist dari  Hafshah yang mengatakan termasuk dari doa  Umar r.a adalah pengharapan agar Allah wafatkan di negeri Rasulullah SAW.

- Majmu’ Syarah Muhazzab Juz 5 Hal 118 Cet, Darl Fikri

(فرع)يستحب طلب الموت في بلد شريف لحديث حفصة رضي الله عنها قالت " قال عمر رضى الله عنه اللهم ارزقتى شهادة في سبيلك واجعل موتي في بلد رسولك صلى الله عليه وسلم فقلت أنى يكون هذا فقال يأتيني به الله إذا شاء " رواه البخاري



-Tuhfatul Muhtaj Juz 3 Hal 182 Cet, Beirut

وفي المجموع: يسن تمنيه ببلد شريف أي مكة أو المدينة أو بيت المقدس ، وينبغي أن يلحق بها محال الصالحين. وبحث أن الدفن بالمدينة أفضل منه بمكة لعظم ما جاء فيه بها ، وكلام الأئمة يرده.

Penghafal Al Quran? Simak Penjelasan Abu MUDI




Syair Imam Syafi’i Tentang Berpakaian

Diantara hal yang dianjurkan bagi setiap umat muslim adalah berpakaian dalam keadaan rapi dan wangi hal ini dikarenakan Islam itu bersih, malaikat terus bersama orang-orang yang rapi dan wangi. Termasuk hal yang sangat diperhatikan kerapiannya adalah saat berpakain. Berikut ungkapan Imam Syafi'i Rahimahullah tentang cara berpakaian :

حسن ثيابك ما استطعت فإنها # زين الرجال بها تعز وتكرم

Kenakanlah pakaian yang elok sesuai dengan kemampuanmu, dengan pakaian itu kamu menjadi terhormat dan mulia

ودع التخشن في الثياب تواضعاً # فالله يعلم ما تسر وتكتم

Janganlah kamu tampil dengan pakaian yang kasar dengan dalih tawadhu', karena Allah mengetahui apa yang engkau lakukan dan sembunyikan

فجديد ثوبك ﻻ يضرك بعد ان # تخشى اﻹله و تتقي ما يحرم

Dan bajumu yang baru tak membahayakan dirimu, selagi dirimu menjadi orang yg bertaqwa kepada Allah dan menjauhi perkara yg haram

فرثاث ثوبك ﻻ يزيدك رفعة # عند اﻹله و انت عبد مجرم

Maka bajumu yang kusam itu tak akan menambah derajatmu di sisi Tuhanmu, selagi kamu masih menjadi seorang pendosa

Ianatutthalibin Juz 2 Hal 76 Cet,Toha putra

Bolehkah Zakat Padi Diuangkan? Simak Penjelasan Abi MUDI



6 Tempat Disunnahkan Diam Sejenak Dalam Shalat

Disebutkan dalam kitab Hasyiah Al Bajuri buah karya Syaikh Ibrahim Al Bajuri, Anda 6 tempat yang disunnahkan diam sejenak (سكتة لطيفة) dalam sembahyang diantaranya:

1. Antara takbiratul ihram dan membaca doa iftitah
2. Antara doa iftitah dan membaca ta'awuz
3. Antara ta'awuz dan basmallah
4. Antara basmalah dan alfatihah
5. Antara alfatihah dan Amin
6. Antara Amin dan Surat yang dibacakan sesudahnya.

keenam hal diatas semuanya disunnahkan saktah (diam) dengan kadar bacaaan Subhanallah, kecuali pada poin nomor 6, dimana pada hak imam pada shalat yang jihar diperbolehkan diam dengan kadar fatihah. Disaat diam terhadap Imam disunnahkan untuk membaca qiraah dasn doa-doa.

Hasyiah Al Bajuri Juz 1 Hal 166 Cet, Haramaian

Bagaimana Hukum Mengubah Hidung Dan Cukur Alis? Simak Penjelasan Abi MUDI :




Menambah رَبِّ اغْفِرْ لِيْ Sebelum Amin Bagi Makmum

Deskripsi Masalah :

Didalam shalat setelah selesai  membaca surat Al Fatihah sebelum mengucapkan Amin  ada kesunnahan untuk membaca do'a   رَبِّ اغْفِرْ لِيْ  sebagai doa keampunan bagi diri sendiri dan orangtua. Dalam kondisi shalat jamaah disunnahkan bagi Imam dan Makmum untuk mengucapkan Amin setelah bacaan Al Fatihah.

Pertanyaan:

Apakah membaca do'a  رَبِّ اغْفِرْ لِيْ  tetap ada kesunnahan bagi Makmum atau kepada Imam Saja?

Jawaban:

As-syarif Al 'alamah Thahir Bin Husain berkata : Terhadap makmum tidak ada tuntutan membaca doa  رَبِّ اغْفِرْ لِيْ, bagi Makmum hanya disunnahkan Amin saja.


Bughyatul Mustarsyidin Hal 73 Maktabah Darl Fikri

فائدة : قال الشريف العلامة طاهر بن حسين : لا يطلب من المأموم عند فراغ إمامه من الفاتحة قول رب اغفر لي ، وإنما يطلب منه التأمين فقط ، وقول ربي اغفر لي مطلوب من القارىء فقط في السكتة بين آخر الفاتحة وآمين اهـ. وفي الإيعاب : أخبر الطبراني عن وائل بن حجر قال : رأيت رسول الله دخل الصلاة فلما فرغ من فاتحة الكتاب قال : آمين ثلاث مرات ، ويؤخذ ممن ندب تكرير آمين 
ثلاثاً حتى في الصلاة ، ولم أر من صرح بذلك اهـ.


Panduan Haji : Simak Penjelasan Abu MUDI 









Beberapa Adab Berzikir

Dalam kitab Manhajus salik karya Syekh Aly Marshafy disebutkan ada beberapa syarat dan adab yang harus diperhatikan dalam berzikir diantaranya:

1. Taubat, hakikat taubat ialah meninggalkan semua sesuatu yang tidak bermanfaat baginya baik perkataan ataupun perbuatan dan ingin berubah sesudah menyesali.

2. Selalu dalam keadaan suci yaitu mandi dan wudhuk, Imam balaly رحمه الله تعالى dalam mukhtashar al-ihya berkata : Dalam syarat kedua juga harus menyucikan batinnya dan menghadap kiblat.

3. Senantiasa hatinya dalam semangat ketika sudah memasuki zikir.

4. Hendak meninjau zikirnya bersumber dari gurunya, dan gurunya bersumber dari Rasulullah SAW.

5. Duduk ditempat yang suci.

6. Mengharumkan majlis zikir dengan wewangian, karna di majlis zikir selalu ada malaikat dan jin muslim.

7. Memakai pakaian yang bagus, punya sendiri dan wangi.

8. Membayangkan gurunya ada dihadapannya, ini menurut ulama ialah seberat-berat adab.

9. Jujur, yaitu sama kondisi kita baik dalam kesendirian ataupun khalayak ramai, jujur ini seperti pedang, setiap diletakkan diatas sesuatu pasti akan memutuskan sesuatu tersebut.

10. Ikhlas, yaitu membersihkan amal dari tiap-tiap semak (tipuan), dengan jujur dan ikhlas orang yang berzikir akan sampai ke derajat sidqiyyah, yaitu memunculkan semua yang tergores dalam hatinya baik kebaikan atau keburukan syaikhnya, dikarnakan ini para ulama berkata : bukanlah dari syarat syaikh untuk mengetahui batin muridnya akan tetapi syarat murid ialah mengingat semua yang tergores dalam hatinya yang ada pada syaikhnya, jika ia tidak memunculkan hal tersebut, maka ia adalah orang yang berkhianat, sedangkan Allah SWT tidak suka kepada orang-orang yang berkhianat.

11. Memilih dari zikir akan lafadz "لا اله الا الله" beserta mengagungkan dengan penuh kekuatan secara besar suara.

Syarah ratib Hal : 22-23

Pesan Imam Al Haddad, ABi MUDI




Mimpi Jima’ Tapi Tidak Mengelurkan Mani


Deskripsi Masalah:

Dalam Islam tanda seseorang telah mencapai umur baligh bisa dilihat dengan 2 hal, yakni dengan keluarnya mani adakala keluar maninya dengan sebab ihtilam (mimpi basah) atau dengan jalan lainnya. Adapun yang kedua dengan jalan umur, yaitu laki-laki dan perempuan yang sudah mencapai umur 15 tahun.

Pertanyaan:

Bagaimana dengan seseorang yang hanya mimpi jimak saja tanpa mengeluarkan mani?

Jawaban:

Mimpi melakukan jimak tanpa mengeluarkan mani tidak mewajibkan mandi janabah, karena mandi hadas besar itu diwajibkan karena keluar maninya, bukan mimpinya.

-Syarah Kasyifatul Syaja Hal 23

ولا يجب الغسل بالاحتلام إلا إن أنزل

-Al Hawi Kabir Juz 2 Hal 314 Maktabah Syamilah

(مسألة) قال الشافعي رضي الله عنه: " فمن احتلم أو حاض أو استكمل خمس عشرة سنة لزمه الفرض
قال الماوردي: وهذا صحيح. أما البلوغ في الغلمان، فقد يكون بالسن والاحتلام، فأما الاحتلام فهو الإنزال، وهو البلوغ لقوله تعالى: )وإذا بلغ الأطفال منكم الحلم (


Apa Itu WAHABI? Simak Penjelasan Abu MUDI 





Buku Biografi ABON ABDUL AZIZ (GURU BESAR ULAMA ACEH)

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja