Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Abu Dujanah

Alkisah, Ada salah satu sahabat Rasul yang bernama Abu Dujanah, ia dikenal sebagi orang yang sangat dekat dengan Rasul lullah SAW. Namun, Abu Dujanah tidak terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh kebanyak sahabat, jika selesai Sholat subuh ia tidak menunggu sampai selesai dibacakan doa , tapi selalu bergegas pulang. Dan dalam sebuah kesempatan Nabi menegurnya, “Wahai Abu Dujanah, kenapa engkau tidak menunggu sampai dibacakannya doa?, tidakkah kau memiliki permintaan dan kebutuhan kepada Allah?” Abu Dujanah menjawab “iya Rasul ada,!” , Rasul berkata “lalu jika ada,mengapa engkau segera pulang?”. Abu Dujanahpun akhirnya menjelaskan “Bukannya aku tidak mau mendengarkan dan mengamini doamu ya rasul!, namun aku ini memiliki keluarga yang sangat miskin, tidak satupun makanan ada di rumahku, bahkan tidak jarang kami seharian menahan lapar. Sedangkan aku memiliki tetangga yang memiliki pohon korma yang batangnya condong ke rumahku, maka jika malam angin bertiup kencang, pasti buah-buahnya jatuh ke halaman rumahku!”.

Rasul berkata lagi “lalu apa masalahmu?” , Abu Dujanah meneruskan “ begini Ya Rasul, bahwa setiap malam anak-anakku menangis karena belum makan sepanjang hari”, pernah suatu hari usai solat subuh ku menunggu engkau, sampai mendengarkan engkau membacakan doa, namun yang terjadi ketika aku sampai di rumah aku lihat korma tetanggaku yang ada di halaman rumahku telah masuk ke dalam mulut anakku, maka segera aku ambil korma yang sedang dikunyahnya itu dengan jari ku, aku tidak mau mereka memakan yang bukan haknya, aku katakan kepada mereka “nak jangan kau permalukan ayahmu di akherat nanti, lantaran perbuatanmu ini, tidak akan kubiarkan nyawamu keluar dari jasadmu dalam keadaan memmbawa barang haram di dalam tubuhmu”. Si anakpun menangis karena sangat kelaparan, serta Abu Dujanah membawa kembali kurma tersebut kepada pemiliknya.

Mendengar kisah Abu Dujanah, Rasul dan para sahabat meneteskan air mata, sambil menangis Rasul memerintahkan Umar untuk mengumpulkan tetangga Abu Dujanah. Setelah terkumpul, Rasul berkata “Wahai kau pemilik pohon yang batangnya sampai ke rumah tetanggamu Abu Dujanah, kini aku beli pohon mu itu dengan 10 pohon korma di surga, yang akarnya dari permata hijau, pohonnya dari emas, dan dahannya darimutiara,dan di pohon itu terdapat bidadari sebanyak buah kuma yang ada di pohon tersebut!”. Si pemilik pohon yang belakangan diketahui sebagai seorang yang munafik ternyata menolaknya “saya tidak ingin menjualnya dengan harga yang kau janjikan di akhirat,tapi jika kau ingin membelinya maka saya menjualnya dengan harga tunai!”. Mendengar perkataan si munafik ini, Abu Bakar langsung maju ke hadapannnya “Hai fulan, ku beli pohon kormamu dengan 10 pohon korma terbaikku yang tidak ada bandingannya di kota Madinah.!”. Mendengar perkataan Abu Bakar maka senanglah si munafik tersebut Dan setujulah si munafik itu dengan Abu Bakar. Kemudian Abu Bakar menghadiahkan pohon kurma tersebut untuk Abu Dujanah. Maka Rasul mengatakan kepada Abu Bakar “Hai! Abu Bakar, Allah akan mengantikan kebaikanmu di akhirat nanti”. Maka senanglah Abu bakar, bahagilah Abu Dujanah, dan gembiralah si munafik.

Si munafikpun pulang, sesampainya di rumah sang munafik yang berhasil mendapatkan 10 pohon korma terbaik di kota madinah berkata kepada istrinya “:Wahai istriku, aku mendapatkan keuntungan yang banyak hari ini, ku telah menjual pohon korma kepada Abu bakar untuk Abu Dujanah dengan 10 pohon korma terbaik di kota ini, namun ingatlah wahai istriku!pohon yang kita jual itu tetap dalam kebun kita yang kita makan buahnya,dan tidak akan ada satu buahpun akan kuberikan kepada Abu Dujanah,” dengan sombongnya dan jahatnya sang suami dan istri ini mengingkari perjanjian dengan Nabi dan sahabat, pohon yang dijanjikan akan diberikan kepada Abu Dujanah tidak mau diberikan sepenuhnya.

Allah berkehendak lain, setelah mereka tidur keesokan harinya pohon korma yang ada di rumah si munafik telah berpindah ke halaman rumah Abu Dujanah dengan kudrah dan kekuasaan Allah, seolah-olah pohon itu tidak pernah ada di kebun si munafik sehingga tak ada bekas tanda-tanda dulu ada pohon kurma pada tempat itu hinnga heranlah si munafik. sungguh sangat luar biasa. Kisah ini membuktikan pohon berpindah sebagai salah satu bagian dari Mu’jizat Rasulullah SAW. Dijelaskan oleh para ulama bahwa pohon saja mau beriman dengan Rasul, maka sungguh amat sangat aneh mereka yang dengan akalnya tidak mau beriman kepada Rasulullah SAW.

Referensi: ‘Ianah al-Tholobin bab Luqatah.hal 252 dengan beberapa perubahan


Adab - Adab Pada Saat Qadha Hajat

Deskripsi Masalah:

Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, baik dalam hal ibadah, muamalah hingga qadha hajat diatur dalam islam, qadha hajat mempunyai adab adab dan etika tertentu, yang hukumnya sunnah untuk dikerjakan, dan mendapat pahala bagi pelakunya.

Pertanyaan:

 Bagaimanakah adab-adab dalam melakukan qadha hajat ?

Jawab:

Hal Yang diwajibkan Pada saat qadha hajat (kencing dan berak) adalah istinjak atau membersihkan semua bagian yang terkena najis baik dengan air maupun dengan tiga batu yang akan membersihkan najis tersebut namun jika seseorang memilih antara batu atau air maka air terlebih baik karena air bisa membersihkan i’n najis. Dan yang terlebih afdhal lagi jika seseorang memakai tiga batu kemudian dilajutkan dengan memakai air.

1. Masuk ke jamban dengan kaki kiri
2. Membaca doa masuk jamban:


اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya : Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan pada MU dari-pada setan laki-laki dan setan perempuan.
3. Membaca doa keluar jamban:

اَلَّلهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ النِّفَاقِ وَحَصِّنْ فَرْجِي مِنَ اْلفَوَاحِشِ

Artinya : Ya Allah sucikanlah hatiku dari kemunafikan dan lindungi kemaluanku dari keburukan (Zina).

4. Tidak memasukkan lafaz yang mulia seperti quran dan nama Allah
5. Haram Menghadap kiblat dan membelakanginya pada tempat terbuka jika tidak ada penghalang yang tingginya 2/3 hasta (Sekitar 15 Cm).
6. Tidak berbicara pada qada hajat kecuali jika ada hajat.
7. Tidak qadha hajat di dalam air yang tenang.
8. Tidak qadha hajat di bawah pohon berbuah walaupun belum berbuah.
9. Tidak menghadap dan membelakangi bulan maupun matahari.
10. Tidak qadha hajat pada tempat perkumpulan manusia.
11. Tidak qadha hajat pada tempat naungan atau tempat berteduh manusia.
12. Tidak qadha hajat pada jalan tempat lalu-lalang manusia.
13. Tidak melihat kepada najis yang sedang keluar.
14. Tidak melihat kemaluan.
15. Tidak melihat ke arah atas.
16. Tidak melihat ke kanan dan kiri.
17. Tidak mengerak-gerak tangannya.
18. Menjahui dari manusia supaya tidak terdengar suara keluarnya najis.
19. Menutup hidung supaya tidak mencium bau najis.
20. Tidak nampak dilihat oleh manusia maupun hewan seperti kucing.
21. Tidak qadha hajat pada tempat yang kencang tiupan angin karena menyebabkan was-was.
22. Tidak kencing sambil berdiri.
23. Tidak membuka kepala.
24. Mengangkat pakaiannya supaya tidak terkena najis.
25. Sunnah duduk di atas kaki kiri supaya mudah keluar kotoran.
26. Dan masih banyak lagi adab-adab yang lain terdapat dalam kitab-kitab mu’tabar.

Referensi : Kitab Fathul Mui’n Juz 1 hal. 110-111 Dan Kitab Fathul Qarib Juz 1 hal 60-66 (Haramain).



Fungsi Ilmu


Ilmu pengetahuan merupakan salah satu sarana bagi kita umat manusia untuk bisa menjalani kehidupan di permukaan bumi ini. Ilmu pengetahuan ditinjau dari kegunaannya terbagi dua, ada yang berguna hanya di dunia saja, dan ada ilmu selain berguna di dunia juga bermanfa’at di kehidupan selanjutnya yaitu negeri akhirat yang kekal.


Nah, oleh karena itu perlu bagi kita untuk mempelajari apa saja yang berkaitan dengan cara kita menjalani kehidupan atau dalam istilah dayah dikatakan dengan ilmu hal, baik ilmu hal tersebut berdasarkan berdasarkan pembagian ilmu yang pertama atau pun yang kedua yaitu ilmu yang menuntun kita ke tujuan yang sebenarnya.

Namun dalam hal ini, perlu kita ketahui bahwa ilmu yang kita butuhkan sebagai bekal untuk pulang ke negeri yang kekal mesti tetap dalam hati kita masing-masing agar dapat kita amalkan dengan tulus dan ikhlas. Karena ilmu agama hanya akan bertempat dan tetap di dalam hati yang kosong dari keburukan, karena hati yang kosong dari sifat tercela dan kehinaan akan memudahkan proses masuk dan menetapnya ilmu dalam hati seseorang. Maka sepintar apapun seseorang jika dalam hatinya dipenuhi dengan kebencian dan sifat-sifat tercela, tidak akan bersarang dan akan mudah hilang ilmu agama dari hatinya.

Referensi: Kitab Al-Jauhar Al-Maknun, Cetakan Al-Haramain, Halaman 11:

انّ العلم لا يستقرّ ولا يثبت الاّ في القلب تخلى عن الرذائل لمصادفته قلب خاليّا فيتمكّن, فانّ الحكمة اذا لم تجد القلب كذالك فانّها ترجع من حيث اتتْ.


Bolehkah Mengambil Upah Mengaji Al-Quran ?

Deskripsi Masalah:

Salah satu kebiasaan Nahdhiyyin ketika saudaranya meninggal adalah membaca al-Quran di kuburan, orang yang membacanya biasanya adalah orang yang berasal bukan dari sanak famili, sehingga diberikan sedikit upah sebagai imbalan kepadanya.

Pertanyaan:

Hukum mengupah orang yang mengaji maqbarah(kuburan) bolehkah? dan bolehkah mengambil ongkos ?

Jawab:

Hukum mengaji di kuburan boleh,dan berhak mengambil ujrah(ongkos)

Dalam kitab ia'natuttalibin menguraikan seseorang yang menyewa orang lain maka orang tersebut berhak mendapatkan ongkos dari orang yang disewa apabila pekerjaan tersebut ada kepayahan untuk melakukannya,sebagaimana orang yang menyewa seseorang untuk belajar ilmu agama dan mengajar Al-Qur'an baik seluruhnya atau sebagiannya, karena hadits:

 ان احق ما اخذتم اجرا كتاب الله

dan hadis boleh qiraah qur'an di kubur:

عن ابن عباس رضي الله عنه قال:ضرب بعض أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم خباءه على قبر وهو لا يحسب أنه قبر,فإذا فيه إنسان يقرأ سورة الملك حتى ختمها.فأتى النبي صلي الله عليه وسلم فأخبره,فقال رسول الله صلي الله عليه وسلم:"هي المانعة,هي المنجية,تنجيه من عذاب القبر".(رواه الترميذى وحسنه).

Nah pada permasalahan mengaji di kuburan biasanya dilakukan dalam masa 7 hari/malam atau kurang dari 7 hari yang pastinya ada kepayahan dan kelelahan maka lebih layak untuk menerima ujrah , namun menyewa / mengupah seseorang untuk membaca alqur'an yang pahala dihadiah pada orang yang meninggal hukumnya sah dan orang yang disewa berhaq mendapatkan upah / ongkos. bila memenuhi salah satu diantara 4 :

  1. Dibaca di samping kuburannya
  2. Tidak dibaca di samping kuburan akan tetapi disertai do'a setelah membacanya bahwa pahalanya dihadiahkan pada mayit tersebut.
  3. Dibaca di samping orang yang menyewa
  4. Atau dibaca serta disebut / diniatkan dalam hati. :


.قال شيخنا في شرح المنهاج يصح الإستئجار لقرأة القرأن عند القبر أو مع الدعاء بمثل ما حصل له من الأجر له أو لغيره عقبها عين زمانا أو مكانا أولا ونية الثواب له من غير دعاء له لغو خلافا لجمع أى قالوا أنه ليس بلغو فعليه تصح الإجارة ويستحق الأجرة وان اختار السبكي ما قالوه عبارة شرح الروض بعد كلام قال السبكي تبعا لابن الرفعة بعد حمله كلامهم على ما اذا نوى القارئ أن يكون ثواب قرأته للميت بغير دعاء على أن الذي دل عليه الخبر بالإستنباط أن بعض القرأن اذا قصد به نفع الميت نفعه إذ قد ثبت أن القارئ لما قصد بقرأته الملدوع نفعه.حاصل ما ذكره أربع صور إن كان قوله الأتي ومع ذكره في القلب صورة مستقلة وهي القرأة عند القبر والقرأة لا عنده لكن مع الدعاء عقبها والقرأة بحضرة المستأجر والقرأة مع ذكره في القلب وخرج بذلك القرأة لا مع أحد هذه الأربعة فلا يصح الإستئجار لها.إعانة الطالبين ٣/١١٢-١١٣

Hukum Memegang Dan Dan Berduaan Dengan Wanita Pinangan Saat Meminang

Deskripsi Masalah :

Syari’at Islam telah menyuruh untuk menundukkan pandangan dan mengharamkan memandang wanita yang bukan mahram, untuk menjaga kesucian jiwa dan harga diri manusia, namun syari’at telah memberikan pengecualian dan membolehkan untuk melihat wanita yang bukan mahramnya pada kondisi darurat dan karena hajat (kebutuhan) yang penting, di antaranya adalah peminang melihat calon pinangannya, karena dengan melihat itulah yang akan menjadi tolak ukur untuk memutuskan perkara yang rawan.

Pertanyaan:

Bagaimanakah hukum berduaan dan menyentuh wanita pinangan saat meminang ?

Jawaban:

Berduaan dengan wanita pinangan saat meminang hukumnya haram karana berduaan dengan wanita ajnabi sangat dikhawatirkan terjadi hal-hal yang diharamkan dan dalam agama, yang dibolehkan bagi lelaki yang meminang hanyalah melihat wajah dan dua telapak tangan wanita pinangannya, demikian juga hukum memegang wanita pinangan saat meminang adalah haram walau hanya telapak tangan dan wajahnya walaupun kita meyakini tidak akan menimbulkan hal-hal yang lebih parah, karena tidak alasan atau darurat sehingga kita boleh memegangnya.

Referensi:

مَسُّ مَا يَنْظُرُ:
 لاَ يَجُوزُ لِلْخَاطِبِ أَنْ يَمَسَّ وَجْهَ الْمَخْطُوبَةِ وَلاَ كَفَّيْهَا وَإِنْ أَمِنَ الشَّهْوَةَ؛ لِمَا فِي الْمَسِّ مِنْ زِيَادَةِ الْمُبَاشَرَةِ؛ وَلِوُجُودِ الْحُرْمَةِ وَانْعِدَامِ الضَّرُورَةِ وَالْبَلْوَى

الْخَلْوَةُ بِالْمَخْطُوبَةِ:
 لاَ يَجُوزُ خَلْوَةُ الْخَاطِبِ بِالْمَخْطُوبَةِ لِلنَّظَرِ وَلاَ لِغَيْرِهِ لأَِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ وَلَمْ يَرِدِ الشَّرْعُ بِغَيْرِ النّ وَجْهَ الْمَخْطُوبَةِ َظَرِ فَبَقِيَتْ عَلَى التَّحْرِيمِ؛ وَلأَِنَّهُ لاَ يُؤْمَنُ مِنَ الْخَلْوَةِ الْوُقُوعُ فِي الْمَحْظُورِ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال: أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ
Hal 201, juz 19, cet wizaratul Auqaf

Uwais Al Qarni Sosok Yang Dikenal Di Langit Dan Tak Dikenal Di Bumi

Dikisahkan oleh Ibnu Ibbad Ar Rundi dalam kitab Syarah Al Hikam seorang manusia yang bermana Uwais Al Qarni beliau adalah sebaik-baik aulia pada masa tabi’in.

Seorang sangat hina didepan manusia yang berambut pirang dan terdapat dua lingkaran putih dibadannya sebesar dirham. ejekan serta hinaan dari manusia kerab ia dapatkan dalam kesehariannya, karena ia seorang yatim dan miskin hidup sebatang kara dengan bundanya yang tercinta, pada suatu hari ia mendapatkan hadiah dua pakaian dari ulama Kufah Karena Uwais sering mengahadiri majelis ilmu sebelum manusia mengenalnya, maka pada waktu itu mereka menuduh Uwais dengan tuduhan pencuri, menurut mereka Uwais sangatlah tidak mungkin ia mempunyai pakaian hingga dua lembar karena ia sangat miskin kecuali dengan cara mencuri. Kemudian setelah itu ia tidak lagi menghadiri majlis ilmu lebih-lebih setelah kalifah Umar bin Khatab menyerukan di mimbar pidatonya dengan menanyakan siapa di antara mereka yang bernama Uwais Al Qarni dengan menyebutkan beberapa ciri-ciri yang pernah diucapkan Rasulullah saw.

Uwais Al Qarni anak yang yatim menjalani kehidupan bersama ibundanya, ia sangat taat dan berbakti kepada ibunya, pada hari kiamat nanti ketika hamba-hamba Allah masuk surga sedangkan Uwais Al qarni diperintahkah untuk berhenti supaya ia memberi syafaat bagi manusia yang belum masuk surga ,maka manusia masuk surga atas syafaat Uwais Al Qarni sebanyak kabilah muzar terutama bagi mereka yang berbakti kepada dua orang tuanya.

Rasulullah saw telah berpesan kepada sahabat Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib tentang kemuliaan Uwais Al Qarni serta Rasulullah SAW menyebut ciri-cirinya, bahwa Uwais seorang lelaki berkulit sawo matang dibadan tepat dibahu bawah sebelah kiri terdapat dua bintik putih sebesar uang dirham yang merupakan bekasan dari penyakit lepra yang ia derita dan setelah ia berdoa kepada Allah swt, lalu Allah menyembuhkannya. Diantara ciri-cirinya juga ia berambut perang, bermata biru, dada mempunyai bidang yang lebar, kepalanya selalu menunduk ke bawah dan selalu meletakkan tangan kanannya diatas tangan kirinya ketika berjalan, ibadahnya sangat khusyuk dengan memanjangkan sujudnya dan membaca Al Quran dengan meneteskan air mata, jika bersumpah maka Allah akan menampakkan sumpahnya. ‘’Wahai Umar dan Ali jika kalian berjumpa dengan Uwais Al qarni mintalah ampun supaya Allah mengampuni kedua kalian’’ Sabda Rasulullah saw.Hal ini merupakan alahkah mulianya sosok Uwais Al Qarni.

Berdasarkan pesan baginda Rasulullah saw, sahabat Umar dan Ali mencari sosok yang mulia Uwaisy Al Qarni tersebut. Umar bin Khatab selalu memberi aba-aba ketika musim haji siapakah diantara mereka yang bernama Uwais Al Qarni?, pada waktu itu tiba-tiba diantara mereka ada yang memberi kabar tentang Uwais, bahwa ia adalah pengembala yang sedang menjaga ternak jamaah haji yang berada di perbatasan kota Mekah, maka dengan segera Umar dan Ali pergi menuju ke tempat tersebut, sesampai pada tempat yang telah dikabarkan tersebut, mereka melihat seseorang yang sedang mengembala kambing dengan ciri-ciri yang pernah didengarnya dari Rasulullah saw, maka tidak lain itulah sosok Uwais Al Qarni majhul (tidak dikenal) di bumi dan ma’ruf (terkenal) di langit. 

Kemudian terjadi perbincangan panjang antara Umar, Ali dan Uwais Al qarni.
Umar dan Ali : ‘’wahai fulan sipakah namamu ?
Uwais : Saya Abdullah (hamba Allah).
Umar dan Ali : ya memang kita semua hambanya Allah, akan tetapi siapakah namamu yang telah yang diberikan ibumu ?
Uwais : (Tidak menjawab)
Umar dan Ali : Rasulullah semasa hidupnya pernah berpesan kepada kami tentang ciri-ciri seseorang yang mulia bernama Uwais Al Qarni.
Uwais : Mudah-mudahan itu bukan aku wahai khalifah
Umar dan Ali : wahai fulan kami ingin membuktikan sabda Rasulullah saw padamu sudikah engkau menyebutkannya, sedangkan ini adalah perbuatan yang wajib kita lakukan
Uwais : Jika demikian aku menjawab ‘’ya memang saya Uwais Al Qarni sebagai bukti ini pesan Rasulullah saw yang wajib kita buktikan.
Umar dan Ali : wahai Uwais doakan keampunan bagi kami dan setelah ini kapan kita boleh bertemu kembali ?
Uwais : Baiklah, tetapi Wahai Umar dan Ali aku tidak akan membuat perjanjian antara kalian untuk bertemu lagi, sebaiknya kita berpisah saja supaya aku tidak dikenal oleh seorangpun setelah ini ( lalu ia menyerahkan binatang ternak pada pemiliknya dan pergi ).

Maka itulah perbincangan anatar Umar,Ali dan Uwais Al Qarni seorang aulia pada tabi’in yang tidak ingin dikenal oleh manusia walaupun sekaliber khalifah Umar dan Ali. Dalam riwayat disebutkan ketika Uwais Al Qarni meninggal dunia tiba-tiba saja sudah banyak manusia yang tidak dikenal telah melayatkannya dan melakukan fardhu kifayah sehingga orang-orang setempat pulang dengan harapan keesokan harinya mereka menziarahi kuburnya. Tetapi yang terjadi sebaliknya yaitu kuburnya menghilang tidak ada dari mereka mengetahuinya.

Kitab Syarh Al hikam Hal.14, Syarah Ibnu ibbad Arundi
Berikut pidato Abiya Muhammad tentang  Uwais Qarni


Orang Kafir Memandikan Jenazah Muslim

Diskripsi masalah:

Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, namun kita tidak mengetahui kapan dan dimana akan menemui ajal, kadangkala ajal menjemput kita ketika sedang berada di kampung halaman, namun tidak tertutup kemungkinan kita meninggal di perantauan, bagaimanakah jika kita meninggal di lingkungan mayoritas non muslim dan dimandikan oleh mereka ?

Pertanyaan:

Bolehkah yang memandikan mayit itu dari kalangan non muslim ?

Jawaban:

Memandikan mayit tujuannya adalah untuk membersihkan si mayit (nadhafah) sekalipun yang memandikan bukan ahli bagi niat (nonmuslim) karena berdasarkan pendapat kuat tidak disyaratkan niat dari orang yang memandikan sehingga boleh dimandikan oleh non muslim.

Referensi:

(قوله وىكفى غسل كافر) اى للمىت وذلك لحصول المقصودمن غسله وهوالنظافةوان لم ىكن اهلاللنىةلان نىةالغاسل لاتشترط على الاصح
Ianatuttalibin hal 109 juz 2 cetakan haramain.


(ولاتجب نىةالغاسل)اى لاتشترط فى صحةالغسل(فى الاصح)لان القصدبغسل المىت النظافة وهى لا تتوقف على نىة.والثانى يجب لانه غسل واجب كغسل الجنابة فينوى عندافاضةالماءالقراح الغسل الواجب او غسل المىت ذكره فى شرح المهذب
Kitab Al mahalli hal 376 juz 1 cet Darul fikri.

Hikmah Basuhan Setiap Anggota Wudhu

Deskripsi masalah:

Wudhu merupakan ibadah wajib sebelum shalat, juga merupakan syarat bagi shalat, setiap perbuatan wudhu, mempunyai beberapa faedah tersendiri, Antara Lain:

1.Basuh dua tangan,memasukkan air ke dalam hidung(mazmazah),memasukkan air ke hidung(istunsyaq) hikmahnya adalah untuk mengetahui sifat sifat air apakah masih bisa di gunakan atau tidak baik segi warna nya atau rasa dan bau.Sebahagian ulama mengatakan di syariatkan membasuh ke dua tangan untuk makan makanan dari surga nantinya,begitu pula mazmazah(memasukkan air ke hidung) bertujuan untuk bisa berkalam dengan Allah azza wajalla,Instinsyaq di syariatkan juga karena dengannya akan dapat mencium bau bau surga.

2.membasuh muka,hikmahnya untuk melihat zat Allah swt di akhirat kelak,

3.membasuh dua tangan untuk bisa memakai pernak pernik surga berupa gelang dan sebagainya.

4.menyapu kepala agar bisa memakai mahkota esok di akhirat.

5.membasuh telinga untuk bisa mendengar kalamullah

6.membasuk kaki,hikmahnya untuk bisa berjalan ke syurganya .

Referensi: Al Bajuri Juz 1 Hal 55.

(فاىدة) الحكمة فى ندب غسل الكفىن والمضمضة الخ...

Thalaq Adalah Perbuatan Yang Dibenci Allah

Deskripsi masalah

Talaq(perceraian) secara etimologi adalah melepaskan ikatan nikah dengan lafad-lafad yang bisa menjatuhkan talaq.
Talak merupakan pekerjaan yang boleh tapi mendapat kemarahan dari Allah SWT.

Pertanyaan

Apa alasannya sehingga Allah begitu marah terhadap perceraian ?

Jawaban

Kita ketahui bersama tujuan utama (maksud a'zam ) dari pernikahan adalah menyambung keturunan ,nah dengan melakukan talak ini seseorang telah memutuskan tali keturunan kedua karena dengan perceraian dapat menyakiti hati istri dan anak yang ditinggalkannya.

Referensi :Ianatuttalibin hal 4 jilid 4 cet haramain:

والطلاق اشد بغضا الى الله من غىره لما فىه من قطع النسل الذى هوالمقصودالاعظم من النكاح ولما فىه من اىذاءالزوجة واهلها واولادها.

Donwload Kitab Bid’ah Idhafiyah DR. Ali Saif Ashry

Salah satu topik yang selalu diperdebatkan  kaum wahabi adalah masalah bid’ah. Kaum wahabi berusaha membid’ahkan beberapa amalan umat muslim yang telah direkomendasikan oleh ulama semenjak dahulu. Mereka mengatakan bahwa amalan yang didalamnya terdapat unsur-unsur yang dasarnya dibolehkan seperti tahlilan, yasinan dll merupakan bid’ah idhafiyah. Banyak para ulama yang telah menuliskan kitab yang membahasa masalah bid’ah, menolak bid’ah ala kaum wahabi salafi. Salah satu karya yang baik yang khusus membahas bid’ah idhafiyah adalah Kitab Bi’dah Idhafiyah karya DR. Syeikh Shaif Ashry. Kitab ini pada dasarnya merupakan disertasi beliau untuk mendapatkan gelar Doktor. Beliau telah melahirkan beberapa karangan yang berisi pembelaan terhadap aqidah Ahlussunnah W al Jamaah. Selain itu beliau juga aktif di media sosial fb yaitu https://www.fb/saif.alasri  . Video pengajian dan ceramah beliau juga banyak di youtube.Beliau juga menjadi salah satu nara sumber dalam muktamar Ahlussunnah Wal Jamaah beberapa waktu lalu di Chehnya.

Bagi yang berminat dengan file pdf kitab ini silahkan donwload DI SINI

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja