Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Macam-macam hukum menangis bagi mayat

Deskripsi masalah :

Kematian akan dirasakan oleh setiah makhluk Allah yang bernyawa, kesedihan juga tentunya akan dialami oleh setiap yang ditinggalkan baik itu keluarganya atau taulan atau  lainnya. Ini merupakan hal yang lumrah karena kasih sayangnya insan sesama insan.

Pertanyaan :

Apa hukumnya menangis bagi mayat ?

Jawaban :

Hukum menangis kepada orang yang telah meninggal terdapat rincian sebagai berikut :
1.Boleh, Bila tangisan itu karena takut kepada mati dan bagaimana keadaannya usai mati nanti di yaumul qiyamah.

2.Sunat, hukum ini menangis karena  yang wafat itu seorang ulama, tokoh islam, orang salih.

3. Makruh, Menangis kepada mayat karena tidak dapat menyambung hubungan silaturahmi dan kebaikan kebaikan .

4 Haram, menangis karena tidak menerima dengan takdir Allah SWT dan tidak merelakannya.

Referensi :

Qulyubi Juz 1 Hal 401 Cet Beirut 2005

(تنبيه) إن كان البكاء على الميت لخوف عليه من هول يوم القيامة ونحوه فلا بأس به، أو لمحبة ورقة كطفل فكذلك، لكن الصبر أجمل، أو لصلاح وبركة وشجاعة وفقد نحو علم فمندوب، أو لفقد صلة وبر وقيام بمصلحة فمكروه، أو لعدم تسليم للقضاء وعدم الرضا به فحرام.



Biografi Syeikh Abdul Karim al-Jily

Dalam beberapa postingan kami ada beberapa postingan yang menyebut tentang Kitab Insan Kamil fi ma’rifatil al-Awakhir wal awail. sebuah kitab sufi karangan Syeikh Abdul Karim bin Ibrahim al-Jily (wafat 805 H). Maka ada baiknya juga kami membuat postingan tentang profil beliau secara singkat.

Al-Jliy ini adalah nisbah kepada Jilam, satu kota di Iran, ada yang menyebutnya dengan al-Jily, ada juga dengan al-Jilani dan ada juga dengan al-Kailany. Dalam sejarah Islam, banyak memang tokoh yang dinisbahkan kepada Kota Jilan, dalam penisbatan tersebut ada yang menyebutnya dengan al-Jilani dan ada juga dengan al-Jily. Namun sebagian ahli sejarah membedakan kedua nisbah tersebut. Jika dinisbahkan kepada Kota Jilan maka disebut dengan Jilani namun jika dinisbahkan kepada salah seorang dari kota Jilan maka disebut dengan al-Jily. Haji Khalifah dalam kitabnya Kasyf Dhunun menyebutkan bahwa Syeikh Abdul Karim al-Jily merupakan keturunan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani (wafat 561 H). Beliau dilahirkan tahun awal muharram tahun 767 H (1365 M) di kota Bagdad. Kemudian beliau keluar dari Bagdad dalam rangka mencari ilmu. Pengembaraan beliau ini sampai ke Zabid, Yaman dan berguru kepada salah seorang ulama Sufi terkemuka di sana, Syeikh Ismail Jabarti. Tahun 799 H beliau ke Makkah dan bertemu dengan para ulama sufi di sana. Tahun 809 H beliau mengembara ke Kota Kairo dan berkumpul dengan ulama al-Azhar. Pada tahun yang sama beliau juga menuju ke kota Gazza, Palestina. Kemudian karena kerinduan kepada sanga guru di Zabid, beliau kembali ke Zabid Yaman, menjenguk guru beliau Syeikh Islamil Jabarti pada tahun 805 H,setahun sebelum wafat guru beliau tersebut. Setelah wafat gurunya, beliau masih menetap di Zabid hingga akhirnya menyelesaikan salah satu kitab yang bernama Insan Kamil. Setelah itu beliau menziarahi beberapa kota lain di negri Yaman. Beliau juga sempat bertemu dengan mengambil faedah ilmu dari pendiri Thariqat Naqsyabandiyah, Syeikh Khawajah Bahauddin Muhammad bin Syah Naqsyabandi (wafat 827 H).

Para ahli sejarah berbeda pendapat tentang wafatnya beliau. Menurut Haji Khalifah beliau wafat tahun 805 H. Menurut Syeikh Abdaruddin al-Ahdal beliau wafat tahun 826 H. Sedangkan menurut oreantalis Inggris, Reynold A. Nicholson, beliau wafat sekitar tahun 820 H. Sedangkan menurut Louis Massignon, beliau wafat tahun 832 H/1428 M di Zabid dan dimakankan di sana.
Kitab Karya Syeikh Abdul Karim al-Jily

Syeikh Abdul Karim al-Jili memiliki beberapa karangan, antara lain;
1. Munadharah Ilahiyah
2. al-Kahf war Raqim
3. Jannatul Ma'arif wa Ghayah al-Murid wal 'Arif
4. Qamus al-Aqdam wan Namus al-A'dham
5. Qasidah Ainiyah
6. Quthb al-Ajaib wa Falak al-Gharaib
7. Mataib al-Wujud
8. Kamalat Ilahiyah fi Shifat al-Muhammadiyah
9. KItab Insan Kami
10. Dll

sepuluh macam binatang penghuni surga

Surga adalah tempat indah yang disediakan Allah kepada hamba-Nya yang bertaqwa semasa hidup di dunia. Tak bisa dipungkiri bahwa keindahan surga membuat semua orang punya keinginan yang kuat untuk menempatinya kelak meski dalam hidupnya jarang untuk beribadat kepada-Nya, walau pada kenyataan tidak semua orang kelak bisa memasuki surga.
Uniknya, ternyata yang menjadi ahli surga bukan hanya dari kalangan manusia semata. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa ada 10 binatang yang kelak akan menjadi ahli surga. Berikut nama-nama hewan yang kelak menjadi penghuni surga ;

1. Unta Nabi Shaleh as
2. Anak lembu Nabi Ibrahim as
3. Kibas Nabi Ismail as
4. Sapi Nabi Musa as
5. Ikan Nabi Yunus as
6. Keledai Nabi ‘Uzair as
7. Semut Nabi Sulaiman as
8. Burung Hud-hud Ratu Balqis
9. Unta Nabi Muhammad saw
10. Anjing ashabul kahfi yang kemudian diubah rupanya menjadi seekor kibas.
Tentang nama hewan tersebut timbul perbedaan pendapat dikalangan ulama. Ada yang berpendapat bahwa namanya adalah Qithmir, ada yang berpendapat bahwa namanya adalah Turam dan ada juga yang berpendapat bahwa namanya adalah Huban.


Referensi
Daqaiqul Akhbar hal 29. Cet. haramain
ماقال مقاتل عشرة من الحيوانات تدخل الجنة ناقة صالح و عجل إبراهيم و كبش إسماعيل و بقرة موسى و حوت يونس و حمار عزيز و نملة سليمان و هدهد بلقيس و ناقة محمد عليهم السلام و كلب أصحاب الكهف يصير الله تعالى فى صورة الكبش و يدخله الجنة




Syarat Syarat Sah Jumat

Shalat jumat merupakan ibadah waiib yang rutin dilakukan seminggu sekali, yaitu pada hari jumat, shalat pada hari sayyidul ayyam ini sama halnya dengan shalat shalat yang lain, dari segi syarat dan rukun, bahkan mempunyai syarat lebih dibandingkan dengan shalat pada umumnya.
Pertanyaan:

Apakah syarat syarat sah jumat ?

Jawab: 

Syarat sah shalat jumat ada enam yaitu:

1. Dilakukan secara berjamaah, wajib berjamaah pada rakaat pertama, baik sebagai imam atau makmum, bagi orang yang tidak mendapatkan minimal satu rakaat, maka berniat sebagai shalat jumat, kemudian ketika imam selesai, maka ia meneruskan sebagai shalat dhuhur, kemudian jamaah juga dilakukan minimal berjumlah empat puluh orang hingga akhir shalat, jika salah satu dari mereka berhadats atau keluar dari jamaah, maka batallah shalat seluruhnya.

2. Dilakukan minimal empat puluh orang, jamaah jumat harus dilakukan minimal empat puluh orang, termasuk didalamnya imam, makmum, orang sakit dan musafir.

3. Dilaksanakan pada pemukiman penduduk, yakni jumat harus dilakukan dalam wilayah yang masih dianggap dalam kawasan pemukiman penduduk, walaupun berada dipnggir desa, tidak boleh dilaksanakan di hutan atau di tempat yang sunyi dari pemukian.

4. Dilakukan pada waktu dhuhur, jumat merupakan pengganti daripada shalat dhuhur, maka dilakukan pada waktu dhuhur, dua rakaat shalat dan dua rukun khutbah wajib dilakukan pada waktu dhuhur, bagi orang yang tidak melaksanakan jumat, maka tidak sah melakukan shalat dhuhur jika masih tersisa waktu yang cukup untuk melakukan shalat jumat, jika dalam suatu daerah penduduk tidak melakukan shalat jumat, dan menggantinya dengan shalat dhuhur, maka shalat mereka tidak sah.

5. Shalat dilakukan setelah khutbah, berbeda dengan shalat dua hari raya yang dilkakukan sebelum khutbah, shalat jumat harus dikakukan selesai dua rukun khutbah.

6. Dilakukan secara beriringan antara khutbah dan shalat.

Referensi: Ianah Thalibin Juz 2 Hal 80



saksikan Juga Pengajian Tastafi bersama Aba Nisam dengan Tema:

Akibat Fasah Nikah [Aba Helmi Bin Imran]






Malaikat Yang Pernah Jatuh Cinta

Kisah Harut Marut dengan Gadis Jelita Az-Zahra

Harut dan Marut adalah dua malaikat yang diturunkan oleh Allah di negeri Babilonia. Nama keduanya tercantum dalam Al Qur'an pada surat Al Baqarah ayat 102.

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa sebenarnya kedua malaikat itu. Ada yang berpendapat, bahwa keduanya betul-betul malaikat, dan ada juga yang mengatakan keduanya orang yang saleh seperti malaikat, dan ada juga yang berpendapat bahwa keduanya adalah orang jahat yang berpura-pura saleh seperti malaikat.

Pada mulanya, Harut dan Marut adalah dua malaikat langit yang maksum (terpelihara dari dosa). Ketika keduanya diturunkan ke bumi oleh Allah swt ,maka Allah memberikan segala suatu yang ada pada manusia, yaitu syahwat dan kekuatan. Keduanya menjadi qadhi di dunia. Kisah ini, terjadi pada zaman Nabi Idris a.s. Saat petang, Harut dan Marut naik kelangit dengan membaca Ismul A`Dham.

Suatu ketika, datanglah seorang perempuan yang cantik jelita menjumpai keduanya, dan mengadu pada keduanya. Wanita ini bernama Zahrah. Zahrah berhasil membuat Harut dan Marut terpikat dan jatuh cinta kepadanya. Harut dan Marut pun membujuk Zahrah untuk menikah, namun Zahrah menolaknya, kecuali jika keduanya mau memenuhi syarat yang diberikan oleh Zahrah. Harut dan Marut harus membunuh suami Zahrah, meminum khamar, atau sujud kapada patung. Sangking terpesona dengan kecantikan Zahrah, Harut dan Marut pun melakukan apa yang telah disyaratkan oleh Zahrah.

Setelah itu, keduanya kembali menjumpai Zahrah, namun Zahrah mengingkari janjinya. Dia masih enggan menerima bujukan Harut dan Marut, kecuali bila keduanya memberitahu ismul a`dham, dimana dengan membaca ismul a'dham keduanya bisa naik kelangit. Maka keduanya pun mengajarkan Zahrah ismul a`dham, dan ia pun berhasil naik ke langit. Saat itu, Allah swt mengubah Zahrah menjadi bintang.

Saat Harut dan Marut mengetahui bahwa Zahrah telah naik kelangit, keduanya berencana membaca ismul a`dham, namun sungguh disayangkan, sayap keduanya tidak taat dan tidak mau terbang lagi.

Pergilah keduanya kepada Nabi Idris untuk meminta syafaat bagi keduanya disisi Allah swt. Maka Nabi Idris pun menuruti permintaan keduanya. Allah swt memberikan kepada keduanya berupa pilihan, yaitu diazab di dunia, atau azab di akhirat. Maka keduanya memilih azab di dunia, karna mengetahui bahwa azab dunia tidak selamanya dan memiliki batas waktu. Harut dan Marut berada di Babilonia. Keduanya digantungkan dengan rambut, dipukul dengan tongkat besi hingga hari kiamat. Mata Harut dan Marut berwarna biru, kulit keduanya dihitamkan. Senantiasa keduanya mengajari manusia sihir. Saat keduanya telah bermaksiat dan diazab, maka telah tercabut dari keduanya hai`ah malaikat.

Dari kisah tadi dapat disimpulkan bahwa para malaikat akhirnya sadar bahwa perjuangan manusia dalam melawan hawa nafsu agar tetap taat terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah begitu berat.
Bagi kita manusia jangan pernah menyombongkan apa yang tidak pernah menjadi milik k
ita, karena semua ini adalah milik Allah, dan Allah lah yang patut menyombongkan diri.
Wallahu A`lam

Referensi : Kitab Al Fawaidul Janiyyah Halaman 52.

Rahasia dibalik kekalnya penghuni neraka dan syurga

Kehidupan dan kematian adalah mutlak berada ditangan Allah, tidak ada yang mengetahui kapan dan dimana kita hendak kembali menghadap-Nya. Ya, di dunia ini kita hanya diperintahkan untuk mencari keridhaan-Nya dengan senantiasa berbuat ibadah dan ta’at serta menjauhkan segala larangan-Nya dalam segala aspek kehidupan hingga akhirnya kelak kita akan memperoleh kebahagiaan yang abadi, kehidupan yang tidak berbatas waktu dengan kenikmatan yang tiada bandingannya di dunia ini, kenikmatan surga yang telah dijanjikan-Nya dalam Al-qur’an bagi siapa saja yang berbuat ta’at dalam dunia ini dan juga pedihnya siksa Neraka bagi siapa saja yang berbuat maksiat semasa hidup di dunia.

Kehidupan di dalam Surga dan Neraka adalah fase terakhir yang dilalui oleh setiap manusia setelah beberapa fase sebelumnya semenjak manusia berada dalam alam zuriyyat. Dalam keyakinan Ahlussunnah Wal Jama’ah bahwa keberadaan Surga dan Neraka adalah dua hal yang tak bisa dipungkiri dan bersifat kekal selama-lama tanpa berbatas waktu. Kekalnya seluruh penduduk surga dan neraka sebagai bentuk balasan terhadap masing-masing amalan mereka semasa hidup di dunia.

Ada kisah menarik tentang kenapa seluruh penduduk surga dan neraka kekal di dalamnya tanpa pernah merasakan lagi yang namanya kematian sebagai akhir kehidupan seperti halnya hidup di dunia. Kisah tersebut berdasarkan hadits yang kami nuqil dari sebuah kitab karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi yaitu kitab Ad Durarul Hisan fil Ba’tsi wa Na’imil Jinan. Berikut kisahnya:
Ketika seluruh penghuni surga sudah menempati surga dan penghuni neraka sudah menempati neraka maka kala itu didatangkanlah “kematian” yang berbentuk seekor kibas yang berwarna putih kehitaman sehingga diposisikan tepat dihadapan seluruh penghuni surga dan neraka. Dan diserulah kepada penduduk surga, “wahai penduduk Surga, apakah kalian kenal makhluk apakah ini.??” Mereka serentak menjawab, “itu adalah kematian, sembelihlah supaya kami tidak pernah mati lagi selama-lama.” Dan kemudian diserulah kepada seluruh penduduk neraka, “wahai penduduk neraka, apakah kalian kenal makhluk apakah ini ??”. mereka serentak menjawab “itu adalah kematian, janganlah kalian menyembelinya, mudah-mudahan kami dimatikan kembali oleh Allah dan kami bisa beristirahat sejenak dari pedihnya siksa neraka”. Kala itu disembelihlah kematian tersebut diantara penghuni surga dan neraka, kemudian diserukan, “wahai penghuni surga, kalian kekal selamanya tanpa ada lagi kematian dan wahai penduduk neraka, kalian kekal selamanya tanpa ada lagi kematian”. Maka pada ketika itu, bergembiralah seluruh penduduk surga karena kenikmatan yang mereka peroleh tidak berbatas waktu dan seluruh penduduk neraka merasa sedih yang tiada tara karena siksa yang berkepanjangan yang selalu mereka peroleh.

Terjadi perbedaan pendapat tentang siapa yang menyembelih kibas (kematian) tersebut. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa yang menyembelihnya adalah Yahya bin Zakaria dan ada yang berpendapat bahwa yang menyembelihnya adalah Jibril as. Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi :
Durarul Hisan fil Ba’tsi wa Na’imil Hisan (hamisy daqaiqul akhbar) Hal. 30 Cet, Haramain

إذا استقر أهل الجنة فى الجنة وأهل النار فى النار يؤتي بالموت كأنه كبش أملح يقف بين الجنة والنار وينادي مناد يا أهل الجنة هل تعرفون هذا؟ فيقولون بأجمعهم هذا الموت! فاذبحوه حتى لا نموت أبدا وينادي مناد يا أهل النار هل تعرفون هذا؟ فيقولون هذا الموت! لا تذبحوه عسى الله أن يقضي علينا بالموت فتستريح من العذاب قال فيذبح بين الجنة والنار ثم ينادي مناد يا أهل الجنة خلود بلا موت و يا أهل النار خلود بلا موت فحينئذ يفرح أهل الجنة بالخلود فيها ويغتم أهل النار لطول العذاب فيها. وأختلف فيمن يذبحه فقيل يحي ابن زكريا وقيل جبريل عليه السلام



Imam Ghazali Dan Seekor Lalat

Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Abu Hamid al-Ghazali al-Mujtahid al-Faqih al-Ushuli al-Mutakallim ath-Thusi asy-Syafi'i atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Ghazali dilahirkan di Thus pada tahun 1058 M / 450 H dan wafat pula disana pada tahun 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H; umur 52–53 tahun. Beliau adalah seorang teolog muslim Persia dan filosof besar pada masanya, yang dikenal sebagai Algazel di dunia barat abad pertengahan.

Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak dalam beragumentasi dan berhujjah. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan.

Sebelum dia memulai pengembaraan, dia telah mempelajari karya ahli sufi ternama seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami. Imam al-Ghazali telah mengembara selama 10 tahun. Ia telah mengunjungi tempat-tempat suci di daerah Islam yang luas seperti Mekkah, Madinah, Jerusalem, dan Mesir. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. Sejak kecil lagi dia telah dididik dengan akhlak yang mulia. Hal ini menyebabkan dia benci kepada sifat riya, megah, sombong, takabur, dan sifat-sifat tercela yang lain. Ia sangat kuat beribadah, wara', zuhud, dan tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan, kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT.

Ulama Yang Produktif

Imam Ghazali dikenal sebagai ulama yang gemar menulis dan telah melahirkan ratusan karya ilmiah. Kitab-kitab karangan beliau selalu dijadikan sebagai rujukan dalam berbagai ilmu pengetahuan. Salah satu karangan beliau yang paling monumental adalah Ihya Ulumuddin, yang dijadikan sebagai kitab kurikulum dalam berbagai universitas didunia sampai saat ini. Selain demikian, Imam Ghazali juga dikenal memiliki pengetahuan ulung disetiap fan dan disiplin ilmu. sehingga boleh dikatakan bahwa beliau memiliki karya tulis di semua ilmu tersebut.

Kitab-Kitab Karangan Imam Ghazali :
1. Ihya' Ulumuddin
2. Al-Munqid Mina Ad-Dholal
3. Al-Iqtisod Fi Al-I'tiqod
4. Mizan Al-Amal
5. Fadhoih Al-Bathiniyah
6. Al-Qistos Al-Mustaqim
7. Faishol At-Tafarruq Bayna Al-islam Wa Az-Zindiqoh
8. Tahafut Al-Falasifah
9. Mi'yar Al-'ilm
10. Al-Maqshod Al-Asna Fi Syarh Asma'ul husna
11. Al-bhasith
12. Al-Wasith
13. Al-Wajiz
14. Al-Mustashfa
15. Al-Mankhul
16. Kimiya As-Sa'adah
17. Jawahir Al-Qur'an
18. Yaqut Atta'wil Fi tafsir Attanzil
19. Minhaj Al-'Abidin
20. Al-Arba'in Fi usuluddin
21. Maskatul Anwar
22. Ad-duror Al-fakhiroh Fi Kasfi 'ulum Al-akhiroh
23. 'Iljam Al-Awam 'an 'ilmi Al-Kalam
24. Bidayah Al-Hidayah, dll


Imam Ghazali Masuk Syurga.

Syaikh Abdullah dalam Hasyiah asy-Syarqawiy ala Syarh Hud-Dudy menceritakan, ketika Imam Ghazali telah meninggal, seseorang bertemu dengan beliau dalam mimpi. Lalu ia bertanya kepada Imam Ghazali,

ما فعل الله بك
“Apa yang Allah lakukan kepadamu?”

أوقفني بين يديه
Imam Ghazali menjawab, “Allah mendirikanku di hadapan-Nya”

بم جئتني
Lalu Allah bertanya,”Bekal apa yang engkau bawa untuk menghadap-Ku?”

فذكرت أنواعا من الطاعات
Lalu Imam Ghazali menyebutkan satu persatu kebaikan yang pernah ia lakukan.

ما قبلت منها شيأ لكنك جلست تكتب فسقطت ذبابة علي القلم فتركتها تشرب من الحبر رحمة لها فكما رحمتها رحمتك اذهب فقد غفرت لك

Kemudian Allah berfirman, “Sesungguhnya, dari sekian banyak kebaikan yang engkau lakukan, tidak ada satupun yang aku terima. Tidak ada satupun yang dapat memberikan manfaat kepadamu pada hari ini dan yang dapat menjadi sebab engkau masuk syurga.

Kecuali satu hal, yakni ketika engkau sedang menulis, lalu seekor lalat yang kehausan hinggap pada pena yang sedang kau gunakan. Kemudian kau biarkan lalat tersebut untuk minum hingga ia merasa puas tanpa mengganggu dan mengusiknya. Rasa sayangmu kepada lalat tersebut mengundang ridha-Ku padamu dan dengan ridha itulah engkau Ku masukkan kedalam syurga.

Ibrah Dan Pelajaran

Jangan pernah meremehkan kebaikan walau sekecil apapun. Karena bisa saja dengan kebaikan itu kita akan dimasukkan kedalam syurga, sebagaimana sebaliknya jangan menganggap enteng keburukan walau itu kecil, karena bisa jadi itu adalah penyebab engkau di campakkan kedalam neraka.

Seperti yang kita maklumi, Allah tidak memasukkan seseorang kedalam syurga karena amal kebaikan dan ibadah, dan tidak memasukkan seseorang kedalam neraka karena dosa dan kemaksiatan yang ia lakukan. Akan tetapi, seorang masuk syurga karena ridha Allah, sebagaimana ia masuk neraka karena murka Allah kepadanya.

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang konsisten dalam melakukan kebaikan, dan senantiasa dapat menjauhkan diri dari dosa dan kemaksiatan. Amieeen… (al-Faqeer)

Alasan seorang laki laki boleh menikahi anak zinanya

Deskripsi masalah:

Ayah dan anak adalah dua orang yang punya hubungan darah paling dekat. Namun terkadang ada hal yang berbeda yang menjadi ketetapan hukum bagi seorang laki-laki dengan anak biologisnya tersebut yaitu hubungan laki-laki dengan anak perempuan dari hasil zinanya sendiri. Dalam hukum islam, lelaki tersebut boleh untuk menikahi anak perempuan biologisnya dengan alasan anak tersebut tidak dihubungkan nasabnya kepada ayah secara syara’. Namun bagi perempuan yang dizinahi tersebut tidak boleh menikahi dengan anak hasil zinanya.

Pertanyaan:

Mengapa lelaki yang berzina tersebut boleh untuk menikahi dengan anak zinanya sendiri sedangkan si perempuan tidak boleh????

Jawaban:

Karena dari seorang laki-laki, anak perempuan yang lahir dari perzinaan hanya berupa tetesan sperma yang tidak berbentuk manusia sedangkan dari seorang perempuan, anak yang lahir adalah manusia yang sudah berbentuk sempurna.

Referensi:

I’anatul Thalibin 3 : 282 cet. Al Haramain

والفرق أن البنت انفصلت من الرجل وهي نطفة قذرة لا يعبأ بها، والولد انفصل من المرأة وهو إنسان كامل

Kitab Insan Kamil al-Jily Menurut Habib Zain bin Ibrahim bin Smith.

Habib Zain bin Ibrahim bin Smith merupakan salah satu ulama besar di zaman ini yang berasal dari kalangan habaib, beliau tinggal di kota Madinah mempertahankan ruh Ahlussunnah wal Jamaah. Habib yang lahir di Indonesia ini punya banyak karya kitab dalam berbagai bidang. Salah satu kitab beliau yang terkenal adalah kitab Manhaj Sawi Syarh Ushul Thariqat Ba’alawi. Kitab ini bisa di donwload di SINI.  Dalam kitab ini beliau menjelaskan tentang seputar tentang ilmu, kelebihannya, ahlinya, adab, doa bagi penuntut ilmu, amal, wara’, khauf, ikhlash, dan beliau sudahi dengan satu khatimah tentang nasehat nafi’ah.
Tepat pada halatul ula yang berbicara tentang ilmu, pada bab ke enam, fashal ke empat, beliau membicarakan beberapa kitab yang dilarang untuk dipelajari. Beliau menyarankan untuk menjauhi beberapa kitab yang punya potensi menyesatkan para pembacanya karena salah dalam memahami isi kitab tersebut, dikarenakan pembahasan kitab tersebut sangat rumit sehingga hanya bisa dipahami oleh kalangan tertentu saja. Larangan tersebut tak lain merupakan sebagai upaya untuk menjaga keselamatan bagi pembaca sendiri. Di antara kitab-kitab yang beliau anjurkan supaya dijauhi adalah kitab-kitab tasawuf tingkat tinggi, antara lain;

  1. Kitab-kitab karangan Syeikh Ibnu al-Arabi
  2. Kitab al-Mi’raj as-Salikin dan al-Madhnun bih ‘ala ghair ahlih, keduanya karangan Hujjatul Islam Imam Ghazali
  3. Kitab-kitab karangan Syeikh Abdul Karim al-Jily
  4. dll

Ternyata, Habib Zain juga menganjurkan untuk menjauhi kitab karangan Syeikh Abdul Karim al-Jily, yang mana salah satu karangan beliau yang terkenal adalah kitab Kitab Insan Kamil fi ma’rifatil al-Awakhir wal awail. Dalam hal ini beliau juga merujuk kepada kitab Risalah Mu’awanah karangan Imam al-Haddad yang sudah pernah kami tampilkan dalam tulisan kami sebelumnya;

Peringatan Ulama Besar Yaman tentang Kitab Insan Kamil al-Jily

Hal ini menguatkan keputusan MPU Aceh beberapa waktu lalu yang memasukkan kitab Insan Kamil Imam al-Jily ke dalam kitab gahiru mu’tabarah yang ternyata saat ini di Aceh sedangkan di kembangkan pemahamannya oleh sebagian pihak. Maka dengan melihat nasehat dari dua ulama besar keturunan Rasulullah ini dan juga ulama lainnya, sepatutnya kitab Insan Kamil Imam al-Jily tersebut tidak di pelajari apalagi di kembangkan kepada masyarakat awam. Hal ini bukan  karena menganggap sesat penulisnya, namun lebih kepada demi menjaga keselamatan aqidah dari terjatuh kedalam kezindiqan karena salah dalam memahami nash kitab tersebut.

Berikut ini nash kitab Manhaj Sawy beserta terjemahannya, hal 268-271 Dar Ilm wa Da’wah


ينبغي للإنسان أن يتحرز من مطالعة الكتب التي تشتمل على الأمور الغامضة إيثارا للسلامة وخشية أن يفهمها على غير وجهها فيضل عن سواء السبيل و يهلك مع الهالكين وذلك مثل مؤلفات الشيخ عبد الكريم الجيلي كما ذكر ذلك سيدنا عبد الله الحداد في رسالة المعاونة
وقال الإمام سيدنا الإمام عيدروس بن عمر الحبشي نفع الله به روي عن سيدنا عبد الله العيدوس أنه رأى بيد ولده أبي بكر العدني جزءا من الفتوحات المكية لإبن عربي فزجره عن مطالعة ذلك الكتاب ونقل في تثبيت الفؤاد عن سيدنا الإمام الحداد رضي الله الله عنه أنه قال لا ينبغي للطالب أن يبتدئ بمطالعة كتب الشاذلية حتى يطالع أولا غيرها قبلها ويحكمها ككتب الإمام الغزالي ثم يطالع بعد ذلك كتب الشاذلية ليستفيد فإن ابتدأ بها أولا رجع يحتج بالأقدار وبقي كلحم عل وَضَم


Sepatutnya bagi manusia untuk menjauhi menelaah kitab-kitab yang mengandung masalah-masalah yang rumit demi menjaga keselamatan dan takut salah memahami sehingga akan tersesat dari jalan yang benar dan akan binasa bersama orang-orang yang binasa. Kitab-kitab tersebut seperti karya-karya Syeikh Abdul karim al-Jily sebagaimana disebutkan oleh Saiduna Abdullah al-Haddad dalam kitab Risalah Mu’awanah.
Imam Aidarus bin Umar al-Habsyi berkata; diriwayatkan dari Saiduna Abdullah Aidarus bahwa beliau melihat satu juzuk kitab Futuhat Makkiyah Ibnu Arabi pada tangan anaknya, Abi Bakar al-Adani, maka beliau segara melarangnnya untuk menelaahnya. Dan disebutkan dalam kitab tasbit al-fuad dari Imam al-Haddad bahwa beliau berkata ; tidak sepatutnya bagi penuntut ilmu memulai menelaah kitab-kitab Imam asy-Syazili sehingga ia terlebih dahulu telah menelaah kitab-kitab lainnya dan telah mantap seperti kitab-kitab Imam Ghazali kemudian barulah ia menelaah kitab Imam asy-Syazili supaya ia mendapat faedah darinya. Jika ia langsung menelaah kitab Imam Syazili maka ia akan kembali seperti meletakkan daging di atas tempat memotongnya (maksudnya tidak akan mendapatkan hasil, sebagaimana hanya meletakkan daging atas papan tempat memotongnya tidak akan membuatnya masak sehingga bisa dikonsumsi).

Faedah mandi hari jum'at

 I’anah Thalibin Juz II hal. 71 (Haramain)

(فائدة) عن ابن عمر وأنس بن مالك رضي الله عنهم قالا قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن تحت العرش مدينة وقال القرطبي في تفسيره سبعين مدينة مثل الدنيا سبعين مرة مملوءة من الملائكة كلهم يقولون اللهم اغفر لمن اغتسل يوم الجمعة وأتى الجمعة وقال صلى الله عليه وسلم إن الغسل يوم الجمعة ليسل الخطايا من أصول الشعر استلالا ) رواه الطبراني(

Ini sebuah faedah :

Diriwayatkan dari Ibnu Umar dan Anas bin Malik R.A berkata, bersabda Rasulullah SAW, Sesungguhnya di bawah Arasy ada satu kota. Berkatalah imam Qurtubi dalam tafsirnya ada 70 kota.
Tiap-tiapnya kota sebesar 70 kali dunia ini serta dipenuhi oleh segala malaikat semuanya mengucapkan :

اللهم اغفر لمن اغتسل يوم الجمعة وأتى الجمعة
Artinya : Ya Allah.. ! ampunilah bagi orang-orang yang mandi hari jum'at serta datang menunaikannya

Rasulullah SAW : Bersabda sesungguhnya mandi jumat akan menghapus segala dosa (kecil) hingga ke ujung rambut (seluruh tubuh). (HR.Imam Thabrani)

tips mendidik anak Abiya Muhammad Baidhawi link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=7ZD-tz23LVw






donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja