Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Adab-adab Dalam Musafir

1. Mengembalikan barang seseorang yang pernah dizalimi kepada pemiliknya
2. Henda memilih kawan musafir yang dapat membantunya alam ibadah.
3. Di saat berjumpa sanak saudara di tempat yang dikunjungi, hendak membaca doa:
اَسْتَوْدِعُكَ اللهَ الَّذِيْ لَا تُضِيْعُ وَدَائِعَهُ
Dan disunatkan bagi orang yang ditingalkan untuk membaca doa:
اَسْتَوْدِعُ اللهَ تَعَالَى دِيْنَكَ وَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ وَزَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ حَيْثُ تَوَجَّهْتَ وَاَيْنَمَا كُنْتَ
4. Sunat sebelum melakukan safir mengerjakan shalat istikharah, kemuddian dilanjutkan dengan melakukan shalat sunat di rumah sebelum keluar rumah.
Imam Al-Ghazali berkata:
“Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwasanya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, “aku telah menulis wasdiatku wahai Rasulullah, lalu kepada sdiapa yang paling baik aku serahkat wasdiat ini ya Rasulullah ddiantara tiga orang ini: kepada ayahku, saudaraku atau kepada anakku?” Maka nabi SAW bersabda: “Tidak satu pun yang ditinggalkan seseorang pada ahlinya yang terlebih Allah cintai selain 4 rakaat shalat yang dilakukan di dalam rumahnya”. Apa bila dia akan mengikat kain/memasukkan baju ke dalam tas yang akan di bawa dalam perjalanannya itu, maka hendaklah dia membaca:
a. Surat al-Fatihah 1 kali
b. Surat al-Ikhlash 1 kali
c. Dan membaca doa dibawah ini:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَتَقَرَّبُ بِهِنَّ اِلَيْكَ فَاخْلُفْنِيْ بِهِنَّ فِى أَهْلِيْ وَماَلِيْ

5. Apabila dia telah sampai pada pintu rumahnya ketika hendak keluar musafir, atau pintu desanya maka sunat untuk membaca:
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا باِللهِ رَبِّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ أَنْ أَضِلَّ وَأُضِلَّ وَأَزِلَّ أَوْ أُزِلَّ أَوْ أَظْلِمَ وَ أُظْلِمَ أَوْ أَجْهِلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

Dan apabila berjalan, hendaklah dia membaca:
االلَّهُمَّ بِكَ اِنْتَشَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَلَكَ إِعْتَصَمْتُ وَإِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ أَللَّهُمَّ أَنْتَ ثِقَتِيْ وَأَنْتَ رَجَائِىْ فَاكْفِنِيْ مَا أَهَمَّنِي وَلَا مَا أَهِمُّ بِهِ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنّيِ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَناَؤُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ اَللَّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِى وَوَجِّهْنِيْ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجّهْتُ

Dan hendaklah dia selalu membaca doa-doa di atas pada tiap-tiap berhenti dari perjalanan. Lalu apa 
bila dia hendak berangkat maka bacalah doa dibawah ini:

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا باِللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّا إِلَىى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Dan apabila dia sedang berada dalam kendaraan itu, maka hendakalh membaca doa:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ هَدَاناَ لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْ لَا اَنْ هَدَانَا اللهُ اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْحَامِلُ عَلَى الظَّهْرِ وَاَنْتَ الْمُسْتَعَانُ عَلَى الْأُمُوْرِ

6. Sunat berjalan dari tempat berhenti pada waktu pagi. Dan sunat melakukan safir pada pagi hari kamis, karena mengikuti apa yang Rasulullah kerjakan.
Diriwayatkan dari Jabir R.a bahwasanya Nabi kita Muhammad SAW berangkat safir pada hari kamis, padahal dia hendak menuju ke negeri Tabuk. Dia berangkat pada waktu pagi dan membaca do’a: “ Yaa Allah limpahkanlah rahmatMu kepada umatku di waktu pagi”

Disunatkan pula mengantar orang yang bermusafir, sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW:
لَأَنْ أَشِيْعَ مُجَاهِدًا فِى سَبِيْلِ اللهِ فَاكْتَنِفْهُ عَلىَ رَحِلِهِ غُدْوَةً أَوْ رَوْحَةً أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
Artinya: seseungguhnya aku mengantarkan orang yang pergi perang sabilillah, aku mengelilinginya, sedangkan dia di atas kendaraannya pada setiap pagi dan pada petang, yang demikian terlebih aku cinta dari pada dunia dan isinya.
7. Disunatkan untuk tidak berhenti dari perjalanannya malainkan karena halangan terik panas matahari. Dan disunatkan pula melakukan perjalanan pada malam hari. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
Dan apabila sampai pada tempat berhenti, maka sunat membaca doa:
اَللَّهُمَّ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ وَرَبِّ الْأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ وَرَبِّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ وَرَّبِ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ وَرَبِّ الْبِحَارِ وَمَا جَرَيْنَ أَسْئَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْمَنْزِلِ وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ هَذَا الْمَنْزِلِ وَشَرِّ مَا فِيْهَا اِصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَرَارِهِمْ
Dan apabila sampai pada tempat berhenti, maka disunatkan melakukan shalat 2 rakaat dan membaca doa:
اَللَّهُمَّ إِنّيِ أَعُوْذُ بِكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَاتِ الَّذِيْ لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خُلِقَ

Apabila memasuki malam, maka disunnatkan membaca:
ياَ أَرْضَ رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكَ وَمِنْ شَرِّ مَا فِيْكَ وَشَرِّ مَا دَبَّ عَلَيْكَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ كُلِّ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِيْ الْبَلَدِ وَوَالِدٍ وَمَا وَلَدَ وَلَهُ مَا سَكَنَ فِى الْلَيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dan apabila melalui tempat yang tinggi maka disunatkan membaca doa:
اَللَّهُمَّ لَكَ الشَّرَفُ عَلَى كُلِّ شَرَفٍ وَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى كُلِّ حَالٍ
Apabila melalui tempat yang rendah maka sunat membaca tasbih, dan manakala takut dalam musafirnya maka sunat membaca:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ جَلَّتِ السّمَوَاتِ بِالْعِزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ
8. Hendaklah memelihara diri pada siang hari, maka janganlah berjalan seorang diri di luar kafilah yaitu diluar perhimpunan orang banyak karena ditakutkan akan terjadi hal-hal yan tidak diinginkan seperti perampokan misalnya.
Selain itu disunatkan pula pada malam hari, berganti-ganti tidur untuk memelihara barang bawaan dari pencurian.

Lalu apabila dalam perjalanan terdapat suatu rintangan, misalnya ancaman seseorang atau binatang buas maka hendaklah membaca ayat kursi, ayat شهد الله hingga akhir, surat al-ikhlash, surat al-falaq, dan surat an-naas. Disunatkan pula meambahkan bacaan doa berikut:
بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ حَسْبِيَ اللهُ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَأْتِي بِالْخَيْرِ إِلَّا اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلَّا اللهُ حَسْبِيَ اللهُ وَكَفَى سَمْعُ اللهُ لِمَنْ دَعَا لَيْسَ وَرَاءَ اللهِ مُنْتَهَى وَلَا دُوْنَ اللهِ مَلْجَأَ كَتَبَ اللهُ لِأَغْلَبَنَّ أَنَا وَرُسُلِيْ إِنَّ اللهَ قَوِيٌ عَزِيْزٌ تَحَصَّنْتُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَاسْتَعَنْتُ بِاللهِ الْحَيِّ الْقَّيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ اَللَّهُمَّ احْرِسْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِى لَا تَنَامُ وَاْكفِنَا بِرُكْنِكَ الَّذِي لَا يُرَامُ أٍَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِقُدْرَتـِكَ عَلَيْنَا وَأَنْتَ ثِقَتُنَا وَرَجَاَؤُنَا اللَّهُمَّ اعْطِفْ عَلَيْنَا قُلُوْبَ عِبَادِكَ وَإِمَائِكَ بِرَأْفَةٍ وَرَحْمَةٍ إِنَّكَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ
9. Menyayangi binatang/ kendaraan yang ditumpanginya itu, jangan menaikkan barang yang tidak sanggup di bawa oleh kendaraan tersebut, karena yang demikian itu dilarang oleh Rasulullah SAW. Kemudian seseorang tidak boleh banyak tidur di atas kendaraan karena akan menambah beban yang ditanggung oleh kendaraan. Dilarang pula menaikkan barang bawaan bila melebihi kapasitas yang dimilikinya. Karena berpotensi menimbulkan bahaya.
10. Hendaknya membawa 5 perkara pada saat melakukan safir, sebagaimana yang tersebut dalam hadits riwayat ‘Aisyah:
Yaitu: cermin, tempat celak, sisir (terbuat dari besi), sugi dan sisir.

Berkata Syaikh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Ghaniyah:
“Disunatkan bagi orang yang melakukan safir atau hadir (Mukim) untuk tidak mengosongkan dirinya dari 7 macam perkara setelah takut kepda Allah dan percaya kepadaNya, yaitu:
a. Menyucikan diri, pakadian dan menghiias diri.
b. Menyiapakan tempat celak mata
c. Menyiapakan sisir rambut, yaitu bagi yang memiliki rambut
d. Menyiapakan sugi
e. Menyiapakan gunting
f. Menyiapakan midra, yaitu semacam kayu kecil yang dijadikan sebagai alat untuk membunuh kutu pada bagian kepala atau boleh juga digunakan untuk membunuh binatang-binatang kecil yang mengganggu badannya sehingga tidak langsung membunuhnya dengan tangan kosong.
g. Qarurah/ botol tempat minyak.
Karena diriwayatkan dalam hadis Aisyah bahwasanya Nabi Muhammad SAW tidak pernah meniggalkan yang demikdian, baik pada waktu hadir atau safir.
11. Adalah nabi Muhammad SAW pada saat kembali dari perang sabilillah, kembali dari haji atau kembali dari pada safir lainnya, maka Beliau mengucapkan takbir sebanyak 3 kali pada saat melalui tempat yang tinggi atau pada saat melihat tempat yang tinggi. Dan disunnatkan pula membaca:

لَا إِلَهَ اِلَّا اللهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَاَبَ وَحْدَهُ

Dan apabila melihat negeri tempat kembalinya, maka disunatkan membaca:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا بِهَا قَرَارًا وَرِزْقًا حَسَنًا
Dan disunatkan pula untuk menyuruh seseorang untuk mengabarkan kepulangannya tersebut kepada keluarga agar kepulangannya tidak mengejutkan mereka.
Disunatkan pula jangan mengetuk pintu rumahnya, untuk memberitahu kepulangannya pada malam hari.


Dari berbagai sumber.




Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Adab-adab Dalam Musafir