Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Penggunaan Lafadh Jalalah (Allah) dalam Rukun Dua Khutbah


Deskiripsi Masalah
Shalat jumat merupakan salah satu kewajiban yang wajib kepada setiap laki-laki yang telah memenuhu syarat, dan dengan syarat-syarat tertentu sebagaimana yang telah masyhur pada kitab-kitab figh, shalat ini tidak terlalu beda dengan shalat yang lain, Cuma sebelum memasuki shalat, khatib diwajibkan untuk membaca rukun dua khutbah. Rukun tersebut adalah puji kepada Allah, shalawat kepada baginda nabi Saw, wasiat takwa, ayat dan doa. Pada saat memuji Allah, biasanya khatib selalu menggunakan lafadh Jalalah (Allah).

Pertanyaanya?  Apakah boleh memuji Allah dalam khutbah dengan selain lafadh Jalalah, atau
menggunakan kalimat isim dhamir? Misalnya: نحمده?

Jawab: Dalam memuji Allah, wajib menggunakan lafadh Jalalah, tidak boleh diganti walau dengan dhamir sekalipun. Sedangkan saat bershalawat, tidak harus menggunakan lafadh Muhammad, boleh lafadh Ahmad, An-nabi, Al-maahii dan Al-hasyir dan lain-lain sebagainya, dan tidak boleh pula dengan kalimat Isim Dhamir meskipun telah terdahului marji’ (tempat kembali isim dhamir) seperti demikian yang telah disebutkan secara frontal dalam kitab Al-Anwar. Alasan tidak boleh selain lafadh Jalalah pada saat memuji Allah, dan boleh menggunakan lafadh selain Muhammad pada saat Bershalawat adalah karena lafadh Jalalah maziyyah (istimewa) diatas nama-nama Allah yang lain karena lafadh Allah terkhusus kepada Allah dengan kesempurnaan, dan tidak boleh digunakan pada selain Allah. Hal ini tidak berlaku pada Lafadh Muhammad, karena lafadh Muhammad boleh dipakai kepada selain Nabi Saw.

Dalam satu hikayat diceritakan kalau ada seorang perempuan yang menamai anaknya dengan lafadh Jalalah (Allah), anaknya kemudian meninggal karena disambar oleh petir. Na’uzubillah. Wallahua’lam.

Referensi: Hasyiah al-Bajuri, hal.218.

ولفظ الجلالة متعين ولايتعين لفظ محمد بل يكفى أحمد أو النبى أو الماحى أو الحاشر أو نحو ذلك ولا يكفى الضمير وان تقدم له مرجع كما صرح به فى الانوار خلافا لمن وهم فيه وانما تعين لفظ الجلالة دون لفظ محمد لان لفظ الجلالة له مزية على سائر أسمائه تعالى لاختصاصه به تعالى اختصاصا تما

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

1 komentar untuk Penggunaan Lafadh Jalalah (Allah) dalam Rukun Dua Khutbah