Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Metode Penurunan Wahyu Kepada Nabi Muhammad saw

penurunan wahyu kepada nabi sawNabi Muhammad menerima wahyu dari Allah swt, baik melalui perantaraan jibril atau tanpa perantara. Terlepas dari berbagai pendapat Ulama, kali ini kami sedikit mengupas masalah penurunan wahyu berdasarkan kitab al-Itqan fi Ulumil Quran, berikut rinciannya:
  1. Jibril mendatangi nabi Muhammad saw dengan suara seperti suara dentingan lonceng sebagaimana sabda nabi :

    عَن عَبدِ لله بن عمر : سَأَلْتُ النبي صلي الله عليه وسلم هَلْ تَحُسُّ بِالوَحْيِ ؟ فَقال اَسْمَعُ صَلاَصِلَ ثُمَّ اَسْكُتُ عند ذَالِكَ فَمَا رُوَيَ مَرَةً يُوْحَي اِلاَّ ظَنَنْتُ اَنَّ نَفْسِى تُقْبَضُ

    "diriwayatkan dari Abdullah bin Umar : Aku bertanya kepada nabi saw “adakah engkau merasakan turun wahayu’’ ? Rasul menjawab ‘’aku mendengar suara dentingan lonceng, kemudian aku diam maka ketika itu datang kepadaku malaikat (membawa wahyu) aku merasakan pada waktu itu seolah-olah nyawaku sedang dicabut".

    Sebagian Ulama berpendapat bahwa suara tersebut adalah suara yang hentakan sayap malaikat yang sedang turun, sedangkan hikmah dari suara tersebut untuk membuat Rasululah saw fokus dan khusyu' dalam menerima wahyu.

    Ada Ulama yang mengatakan pula bahwa metode penurunan wahyu yang pertama ini adalah cara yang paling berat bagi Rasulullah saw dan ayat yang turun berupa ayat tentang peringatan dan azab Allah swt.
  2. Malaikat Jibrill datang kepada nabi Muhammad saw membawa wahyu dengan meniup pada dada beliau sebagaimana sabdanaya :

    اِنَّ الرُّوْحَ القُّدُسِ نَفَخَ فِي رَوْعِي: اخرجه الحاكم

    Artinya: Sesunnguhnya malaikat jiblil datang kepadaku (membawa wahyu) dengan meniup dadaku
  3. Jibril datang kepada nabi Muhammad saw dengan rupa manusia dan berbicara dengan beliau, sebagimana sabdanya :

    اَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي اْلمَلَكَ رَجُلًا فَيَتَكَلّمُني فَأَعِي مَا يَقُوْلُ


    Artinya: sewaktu-waktu datang malaikat kepadaku serupa dengan laki-laki, maka ia berbicara denganku dan meniupkan apa yang ia katakan’’
  4. Jibril datang kepada nabi Muhammad saw pada saat beliau tidur (mimpi) seperti diturunkannya surat at-Kautsar.
  5. Diturunkan wahyu langsung oleh Allah swt bukan melalui malaikat Jibril dalam keadaan jaga seperti pada malam isra’ atau pada waktu tidur seperti sabda beliau :
    اَتَانِي رَبِّي فَقَالَ فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلَأُ اْلاَعْلَى

    Artinya: Allah mendatangiku, maka berfirman ‘’mengapa para malaikat berselisih (pada penciptaan manusia)’’

    Namun wahyu yang datang melalui mimpi ini tidak diketahuikan satupun dalam al-Quran, tetapi kemungkinan juga wahyu melalui mimpi ini adalah akhir surat al-Baqarah, sebagian surat ad-Dhuha dan surat Alam-Nasyrah, dan ada satu hadis yang yang ditakhrij oleh Ibnu abi Hatim dari pada Adi’ bin Sabit yaitu:

    قال رسول الله صلي الله عليه وسلم سَأَلْتُ رَبِّي مَسْأَلَةً وَدَدْتُ اَنِّي لمَْ أَكُنْ سَأَلْتُهُ قُلْتُ أَي رَبِّ اِتَّخَذْتَ اِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً وَكَلَّمْتَ مُوسَي تَكْلِيمًا فَقَال : يا محمد اَلَمْ اَجِدُك يَتِيْمًا فَأَوَيْتُ وَضَالًا فَهَدَيْتُ وعَائِلاً فأَغْنَيْتُ ؟ وشَرَحْتُ لََكَ صَدْرَكَ , وحَطَطْتُ عَنْكَ وِزْرُكَ , وَرَفَعْتُ لََكَ ذِكْرِكَ, فَلَا اَُذْكَرُ اِلَّا ذُكِرْتَ مَعِي

    Artinya rasulullah saw bersabda : aku bertanya kepada tuhanku suatu masalah, tetapi sebenarnya tidak ingin menanyakannya, wahai tuhanku ! engkau menjadikan Ibrahim as sebagai khalil (teman dekat), dan engkau berkalam dengan Musa as’’. Maka berfirman Allah swt ‘’wahai Muhammad adakah tidak aku menempatkanmu sebagai anak yang yatim kemudian aku memberi pelindung padamu,aku memberi petunjuk padamu dari kesesatan dan aku engkau seorang yang miskin maka aku yang memberikan kekayaan bagimu? Dan aku melapangkan dadamu, aku hapuskan kesalahanmu, aku tinggikan namamu dan tidak disebut namamu kecuali beserta namaku. Wallahua’lam.
Demikianlah beberapa metode penurunan wahyu sebagaimana mengutip kitab al-Itqan fi Ulumil Quran. jika melihat kepada kitab-kitab lain, tidak menafikan ada penambahan-penambahan metode lain yang saling melengkapi.
Wallahua'lam.

Sumber: al-Itqan Fi Ulumil Quran hal 64.


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Metode Penurunan Wahyu Kepada Nabi Muhammad saw