Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hukum dan Cara Talqin mayit

Hukum dan Cara Talqin mayitTalqin mayat merupakan hal yang dianjurkan dalam agama kita, kita bisa melihat masyarakat melakukan talqin saat jenazah telah dikuburkan, perintah talqin sebenarnya telah ada dalam al-Quran yaitu Ayat 55 Surat az-Zurriyat.

Berikut ini beberapa hal-hal yang harus diketahui tentang talqin:
  1. Sunnat talqin mayat yang baligh dan berakal.
  2. Sunnat talqin bagi mayat orang syahid.
  3. Talqin dilakukan setelah mayat selesai dikuburkan.
  4. Orang yang talqin duduk disisi kepala kubur menghadap wajah mayat ( dalam kubur ) membaca doa :

    يَا عَبْدَ اللَّهِ ابْنَ أَمَةِ اللَّهِ اُذْكُرْ مَا خَرَجَتْ عَلَيْهِ مِنْ الدُّنْيَا شَهَادَةَ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ وَأَنَّ الْبَعْثَ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ وَأَنَّك رَضِيَتْ بِاَللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - نَبِيًّا وَبِالْقُرْآنِ إمَامًا وَبِالْكَعْبَةِ قِبْلَةً وَبِالْمُؤْمِنِينَ إخْوَانًا ربي الله، لا إله إلا هو، عليه توكلت، وهو رب العرش العظيم
  5. Sunnat mengulang talqin 3 kali.
  6. Hadirin berdiri.
  7. Dalam doa, mayat dinisbahkan kepada ibunya bukan bapaknya, jika tidak tahu nama ibunya maka dinisbahkan kepada nama HAWA ( binti HAWA).

Referensi :

- (بعد) تمام (دفن) فيقعد رجل قبالة وجهه ويقول: يا عبد الله ابن أمة الله: اذكر العهد الذي خرجت عليه من الدنيا: شهادة أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا رسول الله، وأن الجنة حق، وأن النار حق، وأن البعث حق، وأن الساعة آتية لا ريب فيها، وأن الله يبعث من في القبور، وأنك رضيت بالله ربا، وبالاسلام دينا، وبمحمد (ص) نبيا، وبالقرآن إماما، وبالكعبة قبلة، وبالمؤمنين إخوانا.
ربي الله، لا إله إلا هو، عليه توكلت، وهو رب العرش العظيم.
قال شيخنا: ويسن تكراره ثلاثا، والاولى للحاضرين الوقوف، وللملقن القعود.
ونداؤه بالام فيه - أي إن عرفت، وإلا فبحواء -

Ianatuthalibin Juz 2 Hal 140 Cet Haramain.

وَيُسْتَحَبُّ تَلْقِينُ بَالِغٍ عَاقِلٍ أَوْ مَجْنُونٍ سَبَقَ لَهُ تَكْلِيفٌ وَلَوْ شَهِيدًا كَمَا اقْتَضَاهُ إطْلَاقُهُمْ بَعْدَ تَمَامِ الدَّفْنِ لِخَبَرٍ فِيهِ وَضَعْفُهُ اُعْتُضِدَ بِشَوَاهِدَ عَلَى أَنَّهُ مِنْ الْفَضَائِلُ
(قَوْلُهُ وَيُسْتَحَبُّ) إلَى قَوْلِهِ وَلَوْ شَهِيدًا فِي النِّهَايَةِ وَالْمُغْنِي (قَوْلُهُ تَلْقِينُ بَالِغٍ إلَخْ) وَيَقْعُدُ الْمُلَقِّنُ عِنْدَ رَأْسِ الْقَبْرِ مُغْنِي عِبَارَةُ فَتْحِ الْعَيْنِ فَيَقْعُدُ رَجُلٌ قُبَالَةَ وَجْهِهِ وَيَقُولُ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَمَةِ اللَّهِ إلَخْ وَعِبَارَةُ النِّهَايَةِ وَيَقِفُ الْمُلَقِّنُ عِنْدَ رَأْسِ الْقَبْرِ وَيَنْبَغِي أَنْ يَتَوَلَّاهُ أَهْلُ الدِّينِ وَالصَّلَاحِ مِنْ أَقَارِبِهِ وَإِلَّا فَمِنْ غَيْرِهِمْ اهـ.
(قَوْلُهُ بَالِغٍ عَاقِلٍ إلَخْ) فَلَا يُسَنُّ تَلْقِينُ طِفْلٍ وَلَوْ مُرَاهِقًا وَمَجْنُونٍ لَمْ يَتَقَدَّمْهُ تَكْلِيفٌ لِعَدَمِ افْتِتَانِهِمَا نِهَايَةٌ وَمُغْنِي (قَوْلُهُ وَلَوْ شَهِيدًا) خِلَافًا لِلنِّهَايَةِ وَشَيْخِنَا عِبَارَةُ الْأَوَّلِ وَاسْتَثْنَى بَعْضُهُمْ شَهِيدُ الْمَعْرَكَةِ كَمَا لَا يُصَلَّى عَلَيْهِ وَبِهِ أَفْتَى الْوَالِدُ - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى -.
Tuhfah Juz 3 Hal 227 Cet Dar Fikr.

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

4 komentar untuk Hukum dan Cara Talqin mayit

assalamualaikum...
tgk terima kasih berayeuk that tgk.
meyo untuk ureng syik agam atau ke ureung agam.meyo wate tgku tulong ne tex tgku.sekian terima kasih teng ku.

Tgk, jdi na perkataan dri imam syafi'ie yg diriwayatkan oleh muslim "amalan baca alquran tidak smpai kepada si mayit" pur keuh nyan beutoi? Meunyo beutoi, pakon na bak tanyoe acra jaga jrat dg sewa tgk2 dri dayah untuk beut slma pdup2 mlm? Lagian lom daerh lon na harga patokan jga jrat sktr 10 jt...

Terima kasih atas kunjungan bapak ke tempat kami.
Masalah hadiah pahala bacaan al-quran bila ingin diuraikan membutuhkan uraian yang panjang.
Mengenai pertanyaan bapak, apakah ada ucapan Imam Syafii tentang tidak sampai pahala bacaan al-quran bagi mayat yang diriwayakan oleh Imam Muslim.

Benar, ada pendapat Imam Syafii bahwa bacaan al-quran tidak sampai kepada mayat, bukan diriwayatkan oleh Imam Muslim, tetapi tertulis dalam kitab Imam Syafii sendiri dan kitab-kitab ulama pengikut beliau.
Namun, ucapan Imam Syafii tersebut tidak boleh dipahami sepotong-potong, harus dipahami dengan utuh dengan melihat pendapat Imam Syafii yang lainnya.

Di tempat yang lain, Imam Syafii berpendapat sunnah membaca al-quran ketika berziarah kubur. maka dari sini bisa dipahami bahwa bacaan al-quran langsung di atas kuburan bisa memberi manfaat untuk mayat. Selain itu doa bagi mayat juga di sepakati semua ulama bisa memberi manfaat bagi mayat.
maka dengan memperhatikan dua pendapat terakhir, dapat dipahami bahwa pendapat Imam Syafii bahwa pahala bacaan al-quran tidak sampai kepada mayat adalah bila bukan di baca di hadapan mayat/kuburan atau tidak disertai dengan doa setelahnya. Sedangkan bila di baca di hadapan mayat/kubur maka bisa bermanfaat untuk mayat. Demikian juga, bila setelah membaca ayat al-quran, kemudian berdoa supaya Allah memberikan pahala kepada mayat sebagaimana pahala bacaan al-quran tersebut, maka bisa bermanfaat untuk mayat, karena semua doa kebaikan bisa memberi manfaat untuk mayat.
Perlu diketahui bahwa masalah hadiah pahala langsung kepada mayat merupakan masalah khilafiyah, para ulama yang lain berpendapat sampai hadiah pahala langsung untuk mayat, bisa sampai kepada mayat. Bahkan ulama Mazhab Hanafi berpendapat sah menghadiahkan pahala semua amalan. Perbedaan pendapat para ulama tersebut bukan pada boleh melakukan atau tidak, tetapi pada masalah sampai atau tidak.

Adapun masalah ongkos membaca al-quran di kuburan, maka hal tersebut boleh saja. Pihak keluarga boleh saja menyewa seseorang untuk membaca alquran dengan biaya tertentu yang di sepakati. Sebenarnya, yang lebih baik dan utama adalah pihak keluarga sendiri membaca al-quran di makam keluarganya, namun bila keluarga tidak bersedia, maka boleh saja mereka menyewa pihak lain untuk membacanya. Sewa tersebut sah, sebagaimana sah mengambil upah dari berbagai perbuatan lain. Shahabat Rasulullah SAW, pernah mengambil upah dari pembacaan fatihah terhadap seorang yang di gigit kala.