Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Bahaya Ideologi Wahabi

Wahabi
Banyak dampak negatif yang timbul dengan berkembangnya ideologi wahabi. Mari kita jaga saudara kita dari terjangkit aqidah kaum khawarij ini. Di bawah ini kami sebutkan beberapa bahaya yang bisa timbul dari aqidah wahabi tersebut antara lain;

1. Menimbulkan perpecahan ummat

Semenjak dari dulu umat islam Indonesia hidup dengan kompak dan damai namun setelah hadirnya sebuah kelompok yang sering disebut dengan Wahabi yang memiliki fatwa-fatwa ganjil dan memvonis bid’ah dan sesat bahkan syirik terhadap amalan-amalan yang sudah diamalankan oleh umat Islam di Nusantara semenjak dahulu seperti tahlilan, yasinan, tawassul, ziarah kubur dll. Hal ini menimbulkan perpecahan dalam masyarakat bahkan juga dalam satu keluarga.

2. Akan menimbulkan anggapan sesat kepada mayoritas ulama terdahulu

Kaum wahabi dengan vonis sesat mereka terhadap ulama Asya’irah dan Maturidiyah akan berakibat kepada umat ini akan berburuk sangka dan hilangnya rasa hormat kepada mayoritas ulama terdahulu. Ulama Asya’irah merupakan mayoritas ulama umat ini semenjak dahulu sebagaimana Imam Subki sebutkan dalam thababat beliau bahwa maoritas ulama mazhab empat merupakan golongan Asya’irah Maka dengan adanya pemahaman bahwa Asya’irah merupakan golongan sesat maka mayoritas ulama dahulu merupakan orang-orang sesat. Ulama-ulama sekaliber Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Haitami, as-Subki, al-Baihaqi, al-Baqilani dll merupakan ulama-ulama Asyairah. Bahkan kaum wahabi dengan secara jelas menuliskan dalam kitab mereka bahwa aqidah imam Nawawi, Imam Sayuthi, Imam Baihaqi adalah sesat.


3. Mengurangi rasa hormat kepada Rasulullah dan keluarga beliau

Beberapa aqidah dan fatwa kaum wahabi yang bisa berakibat kepada mengurangi rasa hormat kepada Rasulullah dan keluarga beliau adalah;

  1. Haramnya memperingati kelahiran Rasulullah
  2. Haramnya memuji Rasulullah
  3. Haramnya membaca saiyidina sebelum nama Rasulullah
  4. Mengkafirkan ayah bunda Rasulullah
  5. Haramnya membaca shalawat yang menurut mereka tidak bersumber dari Rasulullah, seperti shalawat yang dibacakan oleh shahabat, tabi’in dan para ulama lain.

4. Menimbulkan paham Tajsim

Pemahaman kaum wahabi yang memahami nash-nash mutasyabihat secara dahirnya saja akan berakibat kepada pahaman tajsim, yaitu meyakini bahwa Allah memiliki jasad sebagaimana manusia. Hal ini karena banyak nash-nash mutasyabihat yang kalau diartikan secara dhahir saja akan menimbulkan pemahaman bahwa Allah memiliki tangan, wajah, kaki, betis, lambung, mata, jiwa, bertempat di atas Arasy dan bersifat dengan datang dan naik turun. Bahkan ada fatwa kaum wahabi bahwa Allah berbentuk dalam amrad dan panjang Allah 60 hasta. [1]

5. Menghilangkan situs-situs Islam

Keyakinan wahabi yang mengharamkan ziarah kubur secara mutlak dan menganggap kuburan-kuburan para ulama sebagai sumber kesyirikan yang harus dimusnahkan akan melahirkan ide-ide untuk menghancurkan makam-makam para ulama yang sering di ziarahi umat. Hal ini terbukti dalam sejarah. Berbagai bangunan di atas kuburan di Baqi’ di hancurkan oleh wahabi ketika mereka menguasai Madinah. Saat ini kita juga bisa melihat kaum ISIS dan para ekxtrimis wahabi lainnya yang ada di Timur Tengah saat ini, mereka menghancurkan makam-makam para ulama yang ada di Suriah, Iraq dan Yaman dan wilayah-wilayah lain yang sempat mereka kuasai. Bahkan mereka juga turut menghancurkan mesjid-mesjid yang di dalamnya terhadapt makam para ulama. Lebih kejam lagi, mereka menghancurkannya dengan mengebomnya hingga hancur rata dengan tanah.

6. Mengancam keutuhan NKRI

Kaum wahabi tidak segan-segan dalam menghukumkan kafir dan syirik terhadap orang lain yang tidak sepaham dengam mereka, tak kecuali kepada pemerintah yang tidak menjalankan syariat Islam. Tak jarang kita mendengar teriakan thaghut kepada pemerintah karena berdasarkan Pancasila. Maka akidah wahabi akan menjadi benih yang membahayakan bagi keutuhan NKRI. Di belahan dunia lain, rata-rata gerakan pemberontakan di negara Islam di dalangi oleh idelogi ekstrim wahabi.

7. Melahirkan gerakan ekstrem/radikal

Ideologi wahabi yang dengan mudahnya memvonis bid’ah dan syirik berbagai macam amalan umat Islam lain, akan dengan mudah memunculkan paham ekstrem dan radikal. Karena sudah terlebih dahulu divonis sebagai pelaku syirik maka mereka tidak akan segan untuk membunuhnya apalagi disertai dengan dorongan anggapan menghilangkan kemusyrikan. Memerangi kemusyrikan akan mendapatkan pahala besar dan bila gugur akan mendapat pahala syahid.


8. Akan tertuduh sebagai golongan Syiah.

Salah satu hal yang baru yang berkembang saat ini adalah tuduhan sebagai “pengikut syiah” yang dilontarkan oleh golongan pendukung wahabi terhadap bagi golongan yang tidak sejalan dengan pandangan mereka. Mereka juga membuat image bahwa banyak amalan-amalan kaum aswaja yang berasal dari kaum syiah. Hal ini bertujuan untuk menarik simpati masyarakat awam karena golongan syiah memang sudah lumrah dikenal sebagai golongan sesat. Sehingga ketika masyarakat awam sudah termakan dengan isu syiah maka akan semakin mudah menjatuhkan vonis sesat.
.................................................................................................
1. Majmu Fatawa al-Allamah Abdul Aziz ibnu Baz, Dar al-Ifta,jilid 4,fatwa no,2331,hal.368

Bagi yang ingin menambahkan lagi bahaya wahabi silahkan di tambahkan di kotak komentar. Bagi fans wahabi, kalau kepanasan juga di perbolehkan untuk komentar..

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

13 komentar untuk Bahaya Ideologi Wahabi

This comment has been removed by the author.

Bagaimana tanggapan admin dengan tulisan dilink ini
http://faisalchoir.blogspot.sg/2011/11/siapakah-wahhabi-tuduhan-dan-bantahan_24.html

Tambahan Tentang Wahabi :

Perilaku WAHABI Seperti Sabda Rasulullah SAW Dalam Hadist Shahih...
Di hadits di bawah Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab berasal, akan muncul kaum Khawarij yang ibadahnya seperti hebat dan rajin membaca Al Qur’an, namun tidak mereka pahami dan tidak juga diamalkan (cuma di kerongkongan saja):
Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW yang sedang membagi-bagikan pembagian (harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil.
Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesetnya anak panah dari sasaran (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)
Hadits di atas yang menyebut dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW) akan muncul Khawarij, dan juga hadits dari Najd, tempat kelahiran MBAW sebagai sumber fitnah dan tanduk setan harusnya membuat kita sadar bahwa Wahabi lah sebagai sumber fitnah meski ibadah mereka terlihat hebat.
Rasulullah SAW bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan, mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 )
Dajjal adalah Yahudi. Zionis Yahudi. Wahabi dari sejak era lahirnya memang selalu dekat dengan Zionis Yahudi membunuhi ummat Islam yang mereka fitnah sebagai musyrik. Cuma jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah mereka perangi karena mereka anggap Musyrik, lalu ummat Islam yang lurus di mana? Di Najd yang disebut Nabi sebagai sumber fitnah?
Dajjal mahir menipu ummat Islam. Membuat api terlihat sebagai air dan sebaliknya. Nah cara menipu yang paling ampuh itu lewat informasi. Boleh dikata Media Informasi dunia bahkan sarana mencari informasi dan menyebar informasi seperti Google, Facebook, dsb dikuasai Yahudi. Nah yang menguasai 90% “Media Islam” yang ada pun ternyata antek Yahudi. Antek Dajjal. Sehingga bisa menyebar fitnah dengan mudah.
Wahabi yang jauh lebih kecil, karena didanai pemerintah Arab Saudi yang merupakan sekutu AS dan Israel dengan mudah bisa mendirikan stasiun TV dan Radio serta berbagai Media Online sehingga fitnah begitu gencar. Para ulama NU dan Al Azhar mereka fitnah.

Sumber : https://www.facebook.com/otwtop/posts/950801668289704:0

In Sya Allah, akan kami buat tanggapan atas tulisan tentang wahabi dalam website tersebut

lbm MUDI mesra @ Mungkin Tanggapan Website kelas Kakap Wahabi semisal Muslim.or.id lebih bermanfaat untuk ditanggapapi...

Benar juga...Terima kasih atas sarannya..

Artikel provokasi yg ga bermutu. Cuma org2 awam miskin ilmu aja yg percaya sm artikel kelas kambing di atas

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Abdul_Aziz_bin_Abdullah_bin_Baz

Wahabi ! Ente ngaku cinta Imam Ahmad, tp Kitab Musnad Imam Ahmad Ente PERKOSA juga ! Dlm Musnad Imam Ahmad aslinya ada Hadits ttg Rasulullah SAW mempersaudarakan Muhajirin dan Anshor serta mempersaudarakan dirinya dg Ali RA. Tapi kini oleh Wahabi, Hadits tsb dibuang ke TONG SAMPAH, tdk ada dlm Musnad cetakan mereka. Wahabi Maliiiing…..Wahabi Rampooook…..Wahabi Begaaaal !!!

Musuh Islam Paling Berbahaya (Wahhaby – Syiah – Islam Liberal)
3 SEKAWAN BAHAYA


Pemikiran Wahhabiyah tidak sesuai diamal kerana dikhuatiri boleh pecah belah ummah

FELO Kehormat Institut Pemikiran dan Tamadun Islam Antarabangsa (Istac), Dr Muhammad Uthman El-Muhammady mendedahkan sejak kebelakangan ini aliran selain Ahli Sunnah Wal Jamaah seperti fahaman (Wahhabiy), Syiah dan Islam liberal mula menyerang negara menyebabkan sebahagian masyarakat terpengaruh.


Beliau yang menjadi ahli panel pada Wacana Ilmu bertajuk Ahli Sunnah Wal Jamaah anjuran akhbar Berita Harian dan Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim), baru-baru ini melahirkan kebimbangan (bahawa) masyarakat dan negara akan berdepan pelbagai masalah jika perkara (ini) tidak didedahkan. “Ramai yang mempertikaikan kita menggunakan kitab lama, kononnya tidak moden. (Mereka sebenarnya ingin memodenkan) masyarakat kepada aliran (pemikiran) Islam liberal. Kita bimbang jika masyarakat tidak didedahkan dengan fahaman yang betul mengenai Ahli Sunnah Wal Jamaah (pegangan Majlis Agama Negeri dan Fatwa Kebangsaan) nescaya kita akan berdepan pelbagai masalah termasuk boleh (memberi ancaman) kepada keselamatan negara,” katanya.

Ketika ditanya, Sejauh mana fahaman Syiah, aliran Wahhabiy dan Islam liberal mempengaruhi pemikiran umat Islam, Pengarah Bahagian Penyelidikan, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Razali Shahabudin berkata, sukar menafikan wujud segelintir umat Islam negara ini dipengaruhi unsur bertentangan akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah dan amalan mazhab Syafi’ie. Beliau berkata, setakat ini JAKIM dengan kerjasama Jabatan Agama Islam Negeri (JAIN) serta pihak keselamatan melalui peruntukan undang-undang dan dasar kerajaan berjaya membendung penularan fahaman berkenaan. “Pelbagai tindakan pencegahan dilakukan JAKIM dan JAKIM bagi mengelakkan fahaman itu menjadi serius sama ada melalui fatwa dikeluarkan, majlis penerangan di pelbagai peringkat masyarakat dan tindakan undang-undang terhadap penganut fahaman berkenaan,” katanya.
Beliau berkata, fahaman Syiah dan Islam liberal bahaya terhadap umat Islam kerana alasan yang berbeza. Syiah diharamkan di negara ini melalui keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan pada 1996 berdasarkan percanggahan dengan akidah, syariah dan akhlak Ahli Sunnah Wal-Jamaah. Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan yang bersidang pada 3 Mei 1996 membuat keputusan menetapkan umat Islam di Malaysia hendaklah hanya mengikut ajaran Islam berasaskan pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah dari segi akidah, syariah dan akhlak. Memperakukan ajaran Islam yang lain daripada pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah bercanggah dengan hukum syarak dan undang-undang Islam dan dengan demikian penyebaran apa-apa ajaran yang lain daripada pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah dilarang. Antara penyelewengan yang dikenal pasti dalam ajaran Syiah ialah imam adalah maksum, khalifah diwasiatkan secara nas, menolak ijmak ulama, menolak qiyas dan mengamalkan nikah mutaah (dan banyak lagi penyelewengan).
Sementara fahaman Wahhabiyah pula tidak sesuai diamalkan di negara ini kerana dikhuatiri boleh membawa kepada perpecahan umat Islam. Itu adalah hasil daripada perbincangan beberapa kali pada Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan. Semua keputusan adalah menyekat penularan fahaman Wahhabiyyah atas alasan isu khilafiyyah fiqhiyyah yang dibangkitkan boleh menggugat perpaduan umat Islam di Malaysia. Bagaimanapun keputusan itu tidak memutuskan Wahhabiyyah sebagai ajaran sesat. Razali berkata, mengenai Islam liberal pula setakat ini tidak wujud mana-mana individu atau organisasi di Malaysia yang menubuhkan apa-apa kumpulan atas nama Islam liberal seperti berlaku di Indonesia.