Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Pengajian Bab Shalat Kitab Fathul Muin (Pertemuan 2)


(ص)، وفرضت ليلة الاسراء بعد النبوة بعشر سنين وثلاثة أشهر، ليلة سبع وعشرين من رجب، ولم تجب صبح يوم تلك الليلة لعدم العلم بكيفيتها.
(إنما تجب المكتوبة) أي الصلوات الخمس (على) كل (مسلم مكلف) أي بالغ عاقل، ذكر أو غيره، (طاهر) فلا تجب على كافر أصلي وصبي ومجنون ومغمى عليه وسكران بلا تعد، لعدم تكليفهم، ولا على حائض ونفساء لعدم صحتها منهما، ولا قضاء عليهما.
بل تجب على مرتد ومتعد بسكر.
.......................................


Syaikh Zainuddin al-Malibari berkata :

Diwajibkan/disyariaatkan shalat pada malam israk mikraj 27 Rajab sesudah 10 tahun 3 bulan masa kenabian. Subuhnya belum wajib karena tidak ada ilmu bagaimana cara mengerjakannya.

Wajib shalat 5 waktu terhadap muslim yang mukallaf ( baligh & berakal) lagi suci. Tidak wajib shalat bagi kafir asli, anak-anak, orang gila, dan orang mabuk tanpa sengaja, karena mereka semua tidak ditaklif.

Tidak wajib shalat juga bagi perempuan yang sedang menstruasi, dan sedang nifas karena tidak sah shalat keduanya. Dan tidak wajib qadha shalat keduanya. Wajib shalat bagi orang murtad dan orang mabuk dengan sengaja. Wallahua'lam.

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Pengajian Bab Shalat Kitab Fathul Muin (Pertemuan 2)