Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hutang Dengan Lafadh Pinjam


Hidup terkadang tak sejalan seperti yang diharapkan, maunya mulus tapi kenyataannya tak lurus. Selalu saja ada keadaan dimana kita berada dalam keterpurukan bahkan tak jarang kita mengidap penyakit kanker (kantong kering), sehingga sering kita mendatangi kawan kita yang masih berjaya kala itu untuk sekedar meminta pinjaman untuk menopang hidup sehari-hari. Padahal dalam kenyataannya uang tersebut bukan bersifat barang pinjaman karena tak kekal bendanya tapi sebagai hutang yang wajib kita bayar bila kita sudah punya harta.


Pertanyaan : Bolehkan melafadhkan hutang padahal yang dimaksud adalah pinjam ?

Jawab : boleh, karena ketika seseorang berkata "pinjamilah aku" dengan tujuan berhutang maka lafadh tersebut shareh dalam akad hutang.

Referensi : 
Hasyiyah Al Bujairimi 'ala syarh Al Manhaj Al Thullab, juz 3, Hal 83 Cet. Dar kutub ilmiyyah

ولو شاع أعرني في الفرض، كما في الحجاز كان صريحا فيه قاله في الأنوار


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Hutang Dengan Lafadh Pinjam