Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Kisah Tsa'labah Pengembala Kambing Yang Ingkar Zakat



Tsa’labah salah satu sahabat Nabi yang dikenal rajin ke jum’at, shalat jama'ah di mesjid. Namun selesai salat, beliau buru-buru pulang. Kebiasaannya itu menjadi tanda tanya bagi Rasulullah saw. Suatu hari setelah jama'ah. Rasulullah saw.  melihat Tsa’labah buru-buru keluar dari masjid. Tsa’labah dapat teguran dari Rasulullah saw.  ''wahai Tsa’labah ! Kenapa anda melakukan perbuatan orang-orang munafik'' ?. Dengan takzim Tsa’labah menjawab : “Sesungguhnya saat ini di rumah ada seorang yang menunggu saya ya Rasul, ia (istrinya) menunggu bergantian memakai baju untuk melaksanakan shalat. Saya hanya memiliki sehelai kain untuk dipakai secara bergantian. Ketika saya shalat, maka istri saya akan bersembunyi hingga saya kembali.” Tsa’labah menjelaskan dengan sejujurnya. Rasulullah saw sangat terkesan dengan Tsa’labah lalu memberi izin pulang.

Selang beberapa hari, Tsa’labah menemui Rasulullah SAW. Untuk meminta didoakan agar diberi harta oleh Allah SWT. Rasul menjawab: “celaka kamu hai Tsa’labah, sedikit harta kamu bersyukur itu lebih baik dari pada banyak tapi tidak sanggup kamu bersyukur”. Merasa belum puas, Tsa’labah kembali menjumpai rasul agar didoakan. hai Tsa’labah, apakah saya ini tidak bisa menjadi suri teladan bagi mu, demi Allah yang jiwaku dalam kekuasaannya, apakah kamu ingin gunung-gunung jadi emas dan perak berjalan bersama ku? untuk mengikutiku. Masih belum puas, Tsa’labah kembali mendatangi rasul seraya meminta: ''demi Allah yang telah mengutus kamu dengan membawa kebenaran jika Allah memberi harta kepada ku akan saya berikan kepada orang yang membutuhkannya''. Lantaran terus didesak akhirnya Rasulullah memanjatkan doa :
اللهم  ارزق ثعلبة مالا
Ya Allah berikan harta kepada Tsa’labah

Kemudian Rasul menyedekahkan Tsa’labah seekor kambing . Kambing itu semakin berkembang, sehingga ia merasa kota Madinah sudah sempit dengan kambing-kambingnya lalu berpindah lokasi dari kota ke sebuah lembah Madinah. Hari demi hari kambing terus bertambah bagaikan ulat sehingga Tsa’labah hanya shalat dhuhur dan ashar yang sempat berjama'ah dengan Rasulullah SAW sedangkan shalat yang lain dilakukan di tempat gembalaan. Kambing terus bertambah membuat lembah itu terasa sempit sehingga harus bergeser lagi ke lembah yang semakin jauh.  Ia hanya sempat shalat jumat bersama Rasulullah SAW. kambingnya terus-terus bertambah banyak, maka beliau terus bergeser dari kota sehingga tidak turun lagi ke Madinah untuk menunaikan shalat jumat. Di hari jum’at Tsa’labah hanya bertanya kepada orang-orang yang dia jumpai tentang berita-berita di Madinah. Suatu hari rasul menyebut-nyebut Tsa’labah. Kemana Tsa’labah dan apa yang dilakukan sekarang? para sahabat menjawab: ''wahai Rasulullah! Tsa’labah sekarang sedang sibuk karena kambingnya sudah tidak muat di lembah. kata Rasul: celaka Tsa’labah, celaka Tsa’labah. Tatkala turun ayat zakat. Rasulullah SAW mengutus seorang dari bani Salim dan satu orang bani Juhainah untuk mengambil zakat, bagaimana cara mereka mengambil zakat. Kalian pergi menemui Tsa’labah bin hatib dan seorang bani Salim ambillah zakat dari keduanya. Mereka menemui Tsa’labah lalu meminta zakat dan membaca surat Rasulullah SAW. Kata Tsa’labah: ini hanya pajak, ini hanya pajak. silahkan kalian pulang. kemudian mereka kembali lagi kepada Tsa’labah lalu mereka pergi dengan tangan kosong. Setelah itu mereka menemui seseorang dari bani Salim untuk mengambil zakat darinya. Salim dengan tulus menyalurkan zakat untanya. Setelah itu mereka pergi menjumpai orang lain untuk mengambil zakat, tidak ada diantara mereka yang menghalangi. kemudian kembali lagi kepada Tsa’labah. Kata Tsa’labah: coba saya lihat surat kalian. Setelah dibaca, Tsa’labah berkata:. ''Ini hanya pajak. Ini hanya pajak, silahkan anda pulang''. Ketika mereka dilihat Rasulullah SAW. Beliau berkata sebelum mereka angkat bicara: ''celaka Tsa’labah'' kemudian Rasulullah SAW berdoa kebaikan kepada salim lalu mereka melaporkan kepada Rasulullah yang diperbuat Tsa’labah kemudian diturunkan surat At Taubat ayat 75 dibawah ini.

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya : Dan diantara mereka (orang munafik) ada orang yang telah berjanji kepada Allah, "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.

Kemudian Tsa’labah sadar atas kesalahan yang dilakukan, kambing yang dikenakan zakat kepadanya diantar langsung kepada Rasul akan tetapi beliau tidak menerima dengan mengatakan: ''Allah telah melarang saya menerima darimu. Ini amalanmu, saya telah memerintah kamu tetapi tidak engkau taati''. Setelah Rasulullah SAW  wafat, Tsa’labah membawa kambingnya kepada Abu Bakar. Beliau juga tidak menerima. Kemudian dibawa kepada Sayyidina Umar . Beliau juga tidak menerima. Akhirnya pada masa khalifah sayyidina Usman, Tsa’labah meninggal dalam keadaan suil khatimah. Na’uzubillah.

Hasyiah Shawi Ala Tafsir Jalalain dan Hasyiah Baidhawi
 Juz 2, Hal.199 Cet. Haramain


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Kisah Tsa'labah Pengembala Kambing Yang Ingkar Zakat