Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Membalikkan Telapak Tangan Ketika Qunut

Salah satu amaliah masyarakat ahlussunnah wal jamaah di indonesia adalah berdoa, berdoa dirasa seperti perbuatan wajib disaat mengakhiri dan menutup setiap kegiatan, baik ketika mangakhiri majlis pengajian, shalawat, zikir, kenduri atau setelah shalat berjama'ah. Tentu amaliah yang dilakukan secara berjama'ah ini punya beberapa kegiatan yang belakangan dianggab mengada ngada. Salah satunya adalah membalikkan telapak tangan saat berdoa untuk dijauhkannya bala, dan ini sudah dilakukan oleh masyarakat indonesia sejak lama. Namun hikmah apa yang didapatkan dari membalikkan telapak tangan saat berdoa agar dijauhkannya bala?

Syaikh ibnu hajar dan syaikh Ramli, dua ulama besar yang sering dijadikan rujukan utama didalam mazhab Syafi'iyah, berpendapat "setiap orang yang berdoa, baik disaat qunut ataupun doa yang lain, jika sedang berdoa agar dijauhkan dari bala, dianjurkan untuk menghadapkan zahir (punggung) telapak tangannya ke arah langit (membalikkan telapak tangan) sekalipun doa tersebut berbentuk thalab (tuntutan) seperti

اللهم اسقنا غيثاًمغيثاً ...........الخ

Karena maksud dengan doa agar dijauhkannya bala adalah setiap doa yang punya maksud agar tidak diberikan bala oleh Allah SWT."

Rasulullah Besabda:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَسْقَى، فَأَشَارَ بِظَهْرِ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ

“Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memohon hujan,lalu beliau berisyarah dengan kedua punggung tangannya mengahadap ke arah langit.”(Shahih Muslim, no.895)

Selain itu, membalikkan telapak tangan ini dilakukan juga karena ittiba' (mengikuti perbuatan) Nabi, juga karena bertujuan sebagai isyarah agar dijauhkan dari bala sebagaimana kebalikan dari tujuan menghadapkan batin telapak tangan kearah langit sebagai istyarah menerima setiap pemberian Allah dari setiap doa yang dipanjatkan oleh orang mukmin. Ini juga sebagai simbol permohonan agar keadaan buruk yang sedang menimpa lekas berubah atau agar tidak terjadi bala' pada dirinya.

Fathul Bari Li Ibnu Hajar, Juz : 2 Hal : 158

قال العلماء السنة في كل دعاءلرفع البلاء أن يرفع يديه جاعلا ظهور كفيه إلى السماء وإذا دعا بسؤال شيء وتحصيله أن يجعل كفيه إلى السماء انتهى وقال غيره الحكمة في الإشارة بظهور الكفين في الاستسقاء دون غيره للتفاؤل بتقلب الحال ظهرا لبطن كما قيل في تحويل الرداء أو هو إشارة إلى صفة المسئول وهو نزول السحاب إلى الأرض

(مسألة: ك): نقل الخطيب عن فتاوي الرملي أنه لا يسنّقلب الكفين في دعاء القنوت عند قوله: وقنا شر ما قضيت،إذ الحركة في الصلاة غير مطلوبة بل يكره،وجزم الشوبري و ح ل بندبه قالا: لأن محل كراهة الحركة فيما لم يرد،والمفهوم من ظاهر كلام ابن حجر وصريح كلام (م ر): أن كل داع في قنوت الصلاة أو في غيرها إن دعا برفع ما نزل به من بلاء جعل ظهر كفيه إلى السماء من أول القنوت إلى آخره،أي قنوت كان وإن كان بصيغة الطلب،كاللهم اسقنا غيثاًمغيثاًالخ،لأن المراد بقولهم برفع بلاء أي إذا كان المقصود منه رفع البلاء،ويؤيده التصريح بندب رفع اليدين في حال الثناء مع أنه لا دعاء فيه.
بغية المسترشدين
و في رفع ظهر اليدين الى السماء في الدعاء للإتباع رواه مسلم وحكمته أن القصد رفع البلاء بخلاف القاصد حصول شيئ يجعل بطن يديه الى السماء.
الشرقاوي ١/ ٢٩١
Tonton juga berbagai penjelasan Abu Mudi di saluran Youtube kami Lajnah Pengembangan Dakwah MUDI Mesra Samalanga

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Membalikkan Telapak Tangan Ketika Qunut