Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Shalat Jamak Qasar Bagi Sopir

Deskripsi Masalah:

Islam selalu mengajarkan yang terbaik bagi seseorang hamba, baik berupa yang wajib maupun menjahui segala yang haram. Otoritasnya, dikala syar'i mewajibkan dan melarang sesuatu, itu pertanda bahwa hal tersebut adalah yang terbaik bagi hamba. Dalam menjalani agama islam sangatlah ringan, karena ketika hamba tidak bisa menjalani sebuah kewajiban maka diberikan keringanan untuk menggantikannya dengan yang lebih ringan dari hal tersebut. Termasuk sebuah kewajiban yang diringankan adalah shalat yang jumlahnya 4 rakaat, maka ketika kita bermushafir yang panjang dengan kadar 2 marhalah, maka syar'i membolehkan untuk menjamak serta mengqasar shalat tersebut.

Pertanyaan:

Bolehkah selalu melakukan jamak qasar bagi seorang yang selalu musafir alias jabatan sebagai sopir motor ?

Jawaban:

Terhadap orang yang selalu musafir maka disunnahkan baginya untuk menyempurnakan shalatnya dan agar tidak melakukan jama' qasar. Karena keluar dari khilaf Imam Ahmad Radhiallahu 'anhu yang mewajibkan untuk menyempurnakan shalatnya. Adapun jika ia berpuasa akan menimbul kemudharatan baginya maka diperbolehkan untuk berbuka.

Referensi:


Al-Iqnaq Fi Alfadhil Abi Syuja’ Jilid 1 Halaman 178 Cetakan Makatabah Darul Khair


تَنْبِيه( الصَّوْم لمسافر سفر قصر أفضل من الْفطر إِن لم يضرّهُ لما فِيهِ من بَرَاءَة الذِّمَّة وَالْقصر لَهُ أفضل من الْإِتْمَام إِن بلغ سَفَره ثَلَاث مراحل وَلم يخْتَلف فِي جَوَاز قصره فَإِن لم يبلغهَا فالإتمام أفضل خُرُوجًا من خلاف أبي
حنيفَة أما لَو اخْتلف فِيهِ كملاح يُسَافر فِي الْبَحْر وَمَعَهُ عِيَاله فِي سفينته وَمن يديم السّفر مُطلقًا فالإتمام لَهُ أفضل لِلْخُرُوجِ من خلاف من أوجبه كَالْإِمَامِ أَحْمد

Artinya: Berpuasa bagi musafir yang pendek lebih afdhal ketimbang untuk berbuka, jika tidak menimbul kemudharatan baginya. Dan mengqasar shalat lebih baik daripada menyempurnakan, jika telah sampai batasan 3 marhalah, Dan tiada khilaf pendapat padanya. Maka jika tidak sampai tiga marhalah niscaya justru lebih diutamakan itmam (menyempurnakan) karena keluar dari khilaf Abu Hanifah. Adapaun pada pembahasan yang menjadi kontra versi ulama seperti pelayar yang mushafir dalam laut bersama keluarganya dalam kapal itu dan orang yang selalu musafir mutlaq seperti sa’i maka untuk menyempurnakan lebih baik ketimbang mengqasar, karena keluar dari khilaf yang berpendapat wajib itmam seperti Imam Ahmad Radhiallahu a’nhu.

Wallahu a’lam


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Shalat Jamak Qasar Bagi Sopir