Tentang Keputihan Yang Wajib Diketahui Setiap Perempuan

Deskripsi Masalah :

Kesuburan wanita bisa ditandai dengan datangnya bulan dan keputihan, namun kadang sebagian wanita tidak mengetahui bahwa keputihan itu ada yang bernajis dan ada yang suci.

Pertanyaan :

Bagaimanakan ciri-ciri keputihan yang bernajis dan yang suci ?

Jawaban :

Keputihan ada tiga kondisi :

1. Keputihan yang keluar dari dhahir farji ( tempat yang wajib cuci sesudah buang air kecil ), keputihan ini hukumnya suci.

2. Keputihan yang keluar dari belakang batin farji ( tempat yang tidak sampai zakar saat berjimak dengan suami dan tidak wajib cuci sesudah buang air kecil ), keputihan ini hukumnya najis.

3. Keputihan yang keluar dari batin farji ( tempat yang tidak wajib cuci sesudah buang air kecil, tetapi sampai zakar ketempat ini saat berjimak dg suami ) keputihan ini terjadi khilaf ulama, sebagian mengatakan suci dan sebagian mengatakan najis, sedangkan pendapat yang kuat mengatakan suci.

Syekh al-Kurdi mengatakan keputihan yang keluar dari batin farji itu bernajis, sama seperti pendapat dalam kitab syarah al-‘ubab. 

Namun menurut kami untuk lebih menjaga kesucian ( ihtiyat ) maka setiap keputihan yang keluar dari batin dihukum najis, harus dicuci.

Sumber : Kitab Ianatuthalibin Juz 1 hal 104 Cet Dar al-Fikr

وحاصل ما ذكره الشارح فيها أنها ثلاثة أقسام: طاهرة قطعا، وهي ما تخرج مما يجب غسله في الاستنجاء، وهو ما يظهر عند جلوسها ونجسة قطعا، وهي ما تخرج من وراء باطن الفرج، وهو ما لا يصله ذكر المجامع. وطاهرة على الأصح، وهي ما تخرج مما لا يجب غسله ويصله ذكر المجامع. وهذا التفصيل هو ملخص ما في التحفة.
وقال العلامة الكردي: أطلق في شرحي الإرشاد نجاسة ما تحقق خروجه من الباطن، وفي شرح العباب بعد كلام طويل. والحاصل أن الأوجه ما دل عليه كلام المجموع: أنها متى خرجت مما لا يجب غسله كانت نجسة.

Post a Comment

1 Comments

Unknown said…
Apakah di haruskan mandi wajib seorng wanita yg mengalami keputihan seperti yg di contohkan di atas.?