Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Orang Berjunub Memandikan Mayit

Deskripsi masalah :

Memandikan mayit merupakan salah satu hal fardhu yang harus di selenggarakan, proses pemandian ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang membidangi bagian ini, Namun karena kondisi yang buru-buru saat hendak memandikan mayit pak Amat tak sempat mandi besar untuk dirinya terlebih dulu.

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya seseorang memandikan mayit dalam kondisi berhadas besar?

Jawaban :

Menurut pendapat dari  Imam Abi Hanifah dan Imam Syafi'i dan Imam Hambali dibolehkan kepada orang berjunub dan orang haid memandikan mayit dengan tanpa makruh dengan alasan maksud dari memandikan mayit itu sendiri adalah menyucikan.
Sedangkan menurut imam malik boleh memandikan beserta makruh.

- kitab Al mausu'ah fiqhiyyah hal 413 juz 39 syamella

ذهب الحنفية والشافعية والحنابلة إلى جواز أن يغسل الجنب والحائض الميت بلا كراهة لأن المقصود هو التطهير، وهو حاصل بالجنب والحائض، ولأنه لا يشترط في الغاسل الطهارة وذهب المالكية إلى كراهة غسل الجنب للميت لأنه يملك طهره ولا يكره تغسيل الحائض لأنها لا تملك طهرها . وروي عن أبي يوسف أنه كره للحائض الغسل لأنها لو اغتسلت لنفسها لم تعتد به فكذا إذا غسلت

-Raudhatuttalibin Juz 2 hal 108

قلت: يجوز للجنب والحائض غسل الميت بلا كراهة. ولو ماتا غسلا غسلا



Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Orang Berjunub Memandikan Mayit