Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Imam As-suyuthi : Maulid Bid’ah Hasanah

Muncul suatu pertanyaan seputar amaliah maulid Nabi di bulan Rabi'ul Awal, apa hukumnya dalam pandangan agama, apakah hal itu terpuji atau tercela, dan apakah pelakunya mendapatkan pahala atau tidak?

Imam As-suyuthi menjawab menjawab:

Menurut saya bahwa substansi dari maulid Nabi yang berupa berkumpulnya orang banyak, mereka membaca Al Quran, membaca kisah-perjalanan Nabi SAW baik saat diutusnya menjadi Rasul sampai hal-hal yang terjadi saat kelahirannya yang terdiri dari tanda-tanda kenabian, dilanjut dengan suguhan hidangan untuk makan bersama dan selesai tanpa ada tambahan lagi, maka hal ini tergolong bid’ah hasanah (hal baru yang baik), dimana pelakunya mendapatkan pahala karena ia mengagungkan Nabi Besar Muhammad SAW, menampakkan rasa gembira dan kebahagiaannya atas kelahiran Nabi SAW yang mulia.

Jawaban ini diperkuat oleh pernyataan Ibnu Taimiyah:

“Mengagungkan Maulid Nabi dan menjadikannya perayaan musiman
telah dilakukan oleh sebagian ulama, dan dia mendapatkan pahala
yang agung karena memiliki tujuan yang baik dan mengagungkan
kepada Rasulullah SAW"

Rujukan :

- Husnul maqashid fi a'mali maulid Hal 3
- Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim juz 2 Hal 126

Mubazir Saat Maulid? Simak Penjelasan Abu MUDI...



Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Imam As-suyuthi : Maulid Bid’ah Hasanah