Azan ketika mengubur mayat

Telah lumrah kita lihat dalam kalangan masyarakat ketika ada proses pemakaman jenazah, setelah mayat diturunkan, akan dikumandangkan azan sebelum mayat dikebumikan.

Pertanyaan:
Bagaimanakah hukumnya azan pada saat tersebut?

Jawab:
Menurut pendapat yang kuat tidak disunatkan mengumandangkan azan ketika menguburkan mayat. Menurut pendapat yang lain disunatkankan mengumandangkan azan pada waktu tersebut, dengan alasan karena diqiyaskan orang yang meninggalkan dunia dengan bayi yang baru lahir yang merupakan awal dari memasuki dunia ini. Pendapat ini ditolak oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitamy dalam kitab beliau Syarah al-`Ubab.

Namun demikian, bagaimana sikap kita menghadapi kenyatan dilapangan bahwa masyarat muslim Indonesia hampir 90% melakukan azan ketika akan menguburkan mayat?

ini adalah masalah khilafyah, pendapat yang kuat dalam Mazhab Syafii tidak disunatkan. sedangkan menurut pendapat dhaif disunatkan dengan alasan sebagaimana dalam postingan diatas. Dalam berfatwa dan memutuskan hukum bagi seorang qadhi haruslah berdasarkan pendapat kuat. Namun untuk pengamaln sendiri (amal bin nafsih) dibolehkan beramal dengan pendapat dhaif dengan beberapa ketentuannya.

Maka dalam menyikapi kejadian dilapangan, kita harus bersikap arif dan bijaksana. orang-orang yang melakukan azan ketika menguburkan mayat berpegang kepada pendapat dhaif tersebut, sehingga tidak perlu diingkari dan dicegah, lagi pula melakukannya tidak menyebabkan jatuh dalam kemaksiatan dan tidak menimbulkan mafsadah,tetapi hanya melaksanakan perbuatan yang tidak dituntut berdasarkan pendapat yang kuat, bahkan karena bacaan yang ia baca adalah zikir ia tetap mendapat pahala zikir, namun terhadap orang yang tidak melakukannya juga tidak perlu dianjurkan.

ada satu ketentuan dalam hal mencegah mungkar yaitu:
لا ينكر فيما يختلف فيه
"tidak diingkar perbuatan yang ada khilafnya"

hal ini berlaku selama khilaf tersebut masih dapat diterima, berbeda hal nya khilaf yang tak boleh diterima seperti khilaf pada masalah tauhid ataupun khilaf yang menentang dnegan ijmak ulama.

kerena ini kita lihat para ulama kita tidak pernah melarang hal tersebut. azan ketika mayat dikuburkan mungkin telah dijalankan oleh masyarakat semenjak dahulu

Wallahu a`lam.

Referensi:
Fatawa Fiqhiyyah Kubra jilid 2 hal 24 Cet. Dar Fikr
وسئل نفع الله به بما لفظه ما حكم الأذان والإقامة عند سد فتح اللحد ؟
فأجاب بقوله هو بدعة ومن زعم أنه سنة عند نزول القبر قياسا على ندبهما في المولود إلحاقا لخاتمة الأمر بابتدائه فلم يصب وأي جامع بين الأمرين ومجرد أن ذاك في الابتداء وهذا في الانتهاء لا يقتضي لحوقه به

Fatawa Fiqhiyyah Kubra jilid 2 hal 17 Cet. Dar Fikr
وسئل نفع الله به ما حكم الأذان والإقامة عند سد فتح اللحد ؟
فأجاب بقوله هو بدعة إذ لم يصح فيه شيء وما نقل عن بعضهم فيه غير معول عليه ثم رأيت الأصبحي أفتى بما ذكرته فإنه سئل هل ورد فيهما خبر عند ذلك فأجاب بقوله لا أعلم في ذلك خبرا ولا أثرا إلا شيئا يحكى عن بعض المتأخرين أنه قال لعله مقيس على استحباب الأذان والإقامة في أذن المولود وكأنه يقول الولادة أول الخروج إلى الدنيا وهذا آخر الخروج منها وفيه ضعف فإن مثل هذا لا يثبت إلا بتوقيف أعني تخصيص الأذان والإقامة وإلا فذكر الله تعالى محبوب على كل حال إلا في وقت قضاء الحاجة ا هـ كلامه رحمه الله وبه يعلم أنه موافق لما ذكرته من أن ذلك بدعة وما أشار إليه من ضعف القياس المذكور ظاهر جلي يعلم دفعه بأدنى توجه والله سبحانه وتعالى أعلم بالصواب

Hasyiah Syarwany `ala Tuhfah al-Muhtaj jilid 3 hal 188 Cet. Dar Fikr
( قوله بنحو كسر لبن ) عبارة شرح المنهج بكسر لبن وطين أو نحوهما ا هـ قال البجيرمي قوله وطين نبه به على أن اللبن وحده لا يكفي ولا يندب الأذان عند سده خلافا لبعضهم برماوي .

Hasyiah Syarwany `ala Tuhfah al-Muhtaj jilid 3 hal 188 Cet. Dar Fikr
( قوله للأثر الصحيح إلخ ) أي { لأنه صلى الله عليه وسلم كان إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه وقال استغفروا لأخيكم واسألوا له التثبيت فإنه الآن يسأل } نهاية زاد المغني رواه البزار وقال الحاكم إنه صحيح الإسناد ا هـ قال ع ش قوله واسألوا له التثبيت أي كأن يقولوا اللهم ثبته على الحق اللهم لقنه حجته فلو أتوا بغير ذلك كالذكر على القبر لم يكونوا آتين بالسنة وإن حصل لهم ثواب على ذكر وبقي إتيانهم به بعد سؤال التثبيت له هل هو مطلوب أو لا فيه نظر والأقرب الثاني ومثل الذكر بالأولى الأذان فلو أتوا به كانوا آتين بغير المطلوب منهم ع ش .


Hasyiah I`anatuth Thalibin jilid 1 hal 230 Cet. Haramain
واعلم أنه لا يسن الاذان عند دخول القبر خلافا لمن قال بنسبته قياسا لخروجه من الدنيا على دخوله فيها.قال ابن حجر: ورددته في شرح العباب، لكن إذا وافق إنزاله القبر أذان خفف عنه في السؤال

Posting Komentar

7 Komentar

  1. Lalu, bagaimana LBM menyikapi fakta yg ada di masyarakat bahwa hampir 90% masyarakat Islam (Indonesia) melakukan azan untuk mayit ini? Bahkan, karena sudah menjadi kebiasaan, sebagian besar masyrakat mengira bahwa ini adalah sunnah Nabi. Sebelumnya saya sampaikan Terimas kasih.

    BalasHapus
  2. sebelumnya terimakasih atas kunjungan saudara

    mungkin ini satu hal yang lupa kami sebut dalam postingan diatas, Insya Allah akan kami edit sedikit sebagai jawaban dari hal ini.

    dari postingan diatas dapat kita ketahui bahwa hukum azan ketika mayat hendak dikuburkan bukanlah perkara yang disepakati para ulama, namun menurut pendapat yang kuat dalam Mazhab Syafii tidak disunatkan. sedangkan menurut pendapat dhaif disunatkan dengan alasan sebagaimana dalam postingan diatas.

    dalam menyikapi perbedaan pendapat, kita harus bersikap arif dan bijaksana. orang-orang yang melakukan azan ketika menguburkan mayat berpegang kepada pendapat dhaif tersebut, sehingga tidak perlu diingkari dan dicegah, lagi pula melakukannya tidak menyebabkan jatuh dalam kemaksiatan dan tidak menimbulkan mafsadah,tetapi hanya melaksanakan perbuatan yang tidak dituntut berdasarkan pendapat yang kuat, bahkan karena bacaan yang ia baca adalah zikir ia tetap mendapat pahala zikir, namun terhadap orang yang tidak melakukannya juga tidak perlu dianjurkan.

    BalasHapus
  3. mengaku pengikut Imam Syafii tapi kenapa banyak yang tidak menjalankan sesuai dengan fatwanya? bahkan menghujat orang2 yang tidak mengumandangkan azan padahal secara logika azan adalah panggilan untuk melaksanakan ibadah shalat sementara dalam shalat jenazahpun tidak ada ada petunjuk untuk azan kenapa dilaksanakan ketika mayat akan dikuburkan. aneh

    BalasHapus
  4. Jawab admin, yg ilmiah..... Apa hukum adzan kpd si mayit....
    Jgn2 bid'ah hasanah.....
    Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om kok jadi berkomentar aneh seperti itu, sebelumnya saya tanya apakah om bisa membaca? Atau om tidak mengerti maksud kata ilmiah? Artikel ini disebut artikel ilmiah om, ada referensi ilmiah berupa rujukan tulisan yg ditampilkan admin om

      Hapus
    2. Jawaban hanya dibutuhkan bagi orang yang tidak bisa membaca saja...

      Hapus
  5. Mslh azan wkt mgbur manyat trdpt khilafiah.kalo brlwn dgn sunat tentu@ makruh.gt jg pndpt dhaif yg mgtkn sunat.inti@ blh dlkukn azan blh jg tdk.mnrt pggag.

    BalasHapus