Beberapa tahun terakhir Sheikh Dr. Ismail H. Kassim sering berkunjung ke Aceh bahkan ke beberapa dayah sebagai tamu, di mana beliau tetap disambut sebagaimana lazimnya tamu kehormatan. Walaupun dari awal kunjungannya saat itu Ulama Aceh sudah mulai menaruh kecurigaan terhadap beliau, pada saat pertamakali kedatangannya ke Aceh waktu itu, guru murshid jemaah Pertubuhan Rahmatan Lil ‘Alamin (Perahmat) di seluruh Malaysia tersebut belum menampakkan wujud aslinya.


Dan seiring dengan perjalanan waktu sedikit demi sedikit penyimpangannya semakin nampak, akhirnya semenjak dari itu Abu MUDI mengirim tim untuk menyelidikinya secara lebih dalam agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan, pada tanggal 06 Februari 2016 Syekh Ismail mengadakan seminar di Hotel Oasis Lueng Bata Banda Aceh dan dalam seminar tersebut Syekh Ismail mengundang Abu MUDI dan sepuluh dewan guru, namun Abu MUDI mengirimkan 8 orang TIM LAJNAH untuk mengikuti dan memantau seminar tersebut. Dalam seminar tersebut Syekh Ismail Qasim banyak mengeluarkan kata-kata yang menyimpang dan sangat marah ketika dikritisi bahkan mengancam kafir bila menolak ilmu LA ILAHA ILLALLAH yang beliau bawakan.

Berikut beberapa pernyataan Syekh Ismail Qasim dalam acara tersebut:
  1. Bila hanya dengan memuji dengan lidah, maka manusia tersebut hanya muslim dan bahkan hanya muslim yang munafiq, namun jika dia memuji dengan Qalbu, maka dia baru dikatakan Mukmin.
  2. (Pernyataan pertama) Ilmu ini sudah hilang selama 800 tahun.
  3. (Pernyataan kedua) ilmu ini disembunyikan selama 700 tahun, dan ilmu ini diajarkan oleh syaikh Abdul Qadir al-Jailani, dan diteruskan tapi tidak disebarkan, hanya diajarkan di gunung-gunung dan di hutan, barulah sekarang diajarkan kembali dan dikembangkan kepada masyarakat.  
  4. Dalam tiap tiga bulan syaikh Abdul Qadir al-Jailani mengutus 40 khalifah keseluruh dunia.
  5. Dalam menafsirkan Al-Quran, tidak boleh menggunakan kitab tafsir, tapi merujuk kepada penafsiran para Aulia Allah. Seperti dalam bukunya halaman 57 dalam menafsirkan surat Al-Baqarah ayat 8. “mengapa Allah SWT menurunkan ayat-ayat menafikan Iman para sahabat dan kaum muslimin” padahal dalam tafsir ayat ini diturunkan kepada kaum Munafiq.
  6. Sebagian para sahabat munafik berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 8.
  7. Ketika menyampaikan Ilmu Syahadah ini, maka bukan saya yang menyampaikan, tetapi Allah sendiri yang menyampaikan. Bahkan ketika saya menyampaikan ilmu ini kepada suatu majlis, maka Rasul pun boleh datang ajar LA ILA HA ILLALLAH.
  8. Menafsirkan Alquran adalah perbuatan yang menyempitkan makna Al-Quran, dan sebanyak 50 mufassir mati dalam keadaan mengenaskan karena menyempitkan makna Al-Quran, oleh karena itu, para Aulia, termasuk Syaikh Abdul Qadir al-jailani tidak berani menafsirkan ma’na Al-Quran.
  9. Tidak boleh merujuk kepada kitab, tapi merujuk kepada Al-Quran, Hadis dan Ahlul Bait.
  10. Hadis tentang berpegang kepada Al-Quran dan hadist adalah palsu, hadis mursal, jadi yang Shahih adalah berpegang kepada Al-Quran dan keluargaku (Ahlul Bait).
  11. Para sahabat selain Ali dan Abu Bakar menjadi munafiq karena memperlihatkan zikir saat nabi mengatakan جددو ايمانكم.
  12. Tak dapat dekat dengan Allah dengan Ibadat. Contoh, Syaitan, beribadah ribuan tahun tapi dilaknat oleh Allah, dan Malikat, beribadat ribuan tahun, tapi tak dapat naik ke atas ‘arasy untuk bertemu Allah dan terbakar saat mencoba untuk naik. Hanya dengan ilmu Syahadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.
  13. Tanpa ilmu Syahadah, maka manusia tak dianggap beriman kepada Allah.
  14. Seluruh nabi selain nabi Muhammad sudah syirik kepada Allah melalui akal, Qalbu, Ruh dan sirri namun tidak syirik melalui jasad. Dan Allah melarang seluruh nabi untuk melakukan syirik, ini karena seluruh manusia termasuk nabi punya potensi untuk syirik.
  15. Orang yang tidak mempelajari ilmu Syahadah maka wajib dibunuh dan halal darahnya, berdasarkan hadist “dan bunuhkan mereka hingga mereaka bersaksi".
  16. Tak boleh mengartikan Ilah dan Rabb dengan makna tuhan, karena tuhan adalah hantu. Dan ilah dan Rabb berbeda makna.
  17. Allah menciptakan akal pada manusia bukan untuk belajar Ilmu Hadis, Tauhid dan ilmu-ilmu lain, tapi untuk belajar ilmu Syahadah.
  18. Rasulullah mempelajari ilmu syahadah selama 13 tahun.
  19. Rasulullah mengajarkan 4 macam syirik kepada sahabat selama 13 tahun, baru kemudian disuruh beribadah kepada Allah SWT.
  20. Tujuh Puluh Bab Syahadah yang diajarkan oleh Nabi kepada sahabat.
  21. Al-Quran bukan untuk dibaca, tapi untuk dipegang, dan mashaf yang ada sekarang ini bukanlah Al-Quran.
  22. Pengajian di Pondok Pesantren itu tidak ada syahadah.
  23. Kenapa di pesantren Ulama tidak mengajar ilmu syahadah karena ulama tidak dilantik oleh Allah, Allah hanya lantik Rasul SAW dan ahli bait untuk mengajar ilmu syahadah, orang lain tidak boleh ajar, karena dalam darah daging mereka tidak ada penyaksian, hanya dalam darah daging ahli bait ada penyaksian Allah dan Rasul SAW.
  24. Negara yang tidak terima ilmu ini maka setelah enam bulan akan hancur.
  25. Kafir dan kufur ada beda, kafir menolak Allah, orang kufur menolak ayat Allah, orang Muslim menolak ayat Allah.
  26. Siapa yang tidak belajar ilmu La Ilaha Illallah maka ia tiada iman kepada Allah, melainkan sudah belajar ilmu La Ilaha Illallah.
  27. Yang mengatakan “aku beriman” dengan mulut tanpa belajar ilmu La Ilaha Illallah mereka sedang masuk dalam kekufuran.
  28. Allah maha hadi maha adil, yang menunjukkan jalan ihdina siratal mustaqim, yaitu ilmu La Ilaha Illallah, di jalan itu saja ada iman di jalan lain, di jalan lain minta maaf, di jalan lain hanya Islam saja, dengan Islam tidak boleh sampai kepada Allah SWT.

Setelah berita ini tersebar lalu ditemukan juga rekaman-rekaman Syekh Ismail Kassim yang menyimpang, seperti dibawah ini :

https://youtu.be/eOGebX95fHs
https://www.youtube.com/watch?v=feBTYymdwhc
https://www.youtube.com/watch?v=Dyfmjv7ZyVs

Link Syekh Ismail Kassim:
Web http://www.rahmatanlilalamin.org.my/

Semoga dengan penemuan ini ada keputusan dari pihak berwenang (MPU) untuk melarang Syekh Ismail Kassim datang ke Aceh.