Tabligh Di Belakang Imam

Deskripsi Masalah:

Shalat jamaah merupakan suatu ibadah yang sangat besar pahalanya di sisi Allah, bahkan dalam sebagian mazhab, hukum shalat jamaah adalah fardhu 'ain, jamaah shalat fardhu terkadang mencapai jumlah yang sangat banyak, sehingga tidak lagi sampai suara imam kepada makmum, maka  dibutuhkan seorang muballigh, yaitu orang yang meneruskan takbir intiqal imam, sehingga makmum mengetahui perbuatan shalat imam.

Apa hukumnya tabligh di belakang imam dan hukum salat si muballigh?

Jawab:

Imam dianjurkan menjihar takbir ihram, tasmi’ dan salam dan i’lam (memberi tau) kepada makmum. Imam yang suaranya sampai kepada makmum yang berada di dalam mesjid maka hukum tabligh makruh. Adapun suara imam yang tidak terjangkau kepada orang-orang shalat maka disunnatkan tabligh dengan ketentuan si muballigh itu tidak meniatkan takbir ihramnya sebagai iblagh saja, jika diniatkan, maka salatnya menjadi batal.

Referensi: Muhammad Mutawalli as-syakrawi, Al-Fatawa, Cet Maktabah Tauqifiyyah, Hal 210.

على الإمام أن يجهر بالتكبير والتسميع والسلام والإعلام من خلفه فمن كان صوته يصل إلى من في المسجد, فالتبليغ مكروه وأما إن كان صوت الإمام لايصل الى المصلين فيستحب التبليغ على ألا يقصد المبلغ بتكبيرة الإحرام الإبلاغ فقط وإلا فسدت صلاته


Posting Komentar

2 Komentar

  1. Bagaimana Niat Shalat si Mubaligh tsb biar sah Shalatnya?

    BalasHapus
  2. supaya shalatnya sah, maka si muballigh jangan berniat hanya untuk menyampaikan (iblagh) takbir imam saja, namun juga harus berniat sebagai takbir intiqal..

    BalasHapus