Empat Niat Dalam Menuntut Ilmu

Berkata Seorang ulama ahli fiqh, perkara yang pertama sekali dibutuhkan oleh penuntut ilmu adalah membenarkan niat dalam menuntut ilmu supaya ia dapat mengambil manfaat, memberi manfaat dan di ambil manfaat dari ilmu yang ia pelajari bagi orang lain. Maka apabila seorang penuntut ilmu ingin sukses dalam hal menuntut ilmu maka ia harus membenarkan niatnya dalam 4 perkara:

ان ينوى بتعلمه الخروج من الجهل  

Orang yang menuntut ilmu harus berniat dengan belajar nya agar keluar dari kebodohan

Sebagamana Allah Swt Berfirman dalam Alquran

قل هل يستوى الذين يعملون و الذين لا يعلمون

"Katakan oleh mu, Apakah sama orang² yang berilmu dan orang² yg tidak berilmu"


ان ينوى به منفعة الخلق

Orang yang menuntut harus berniat dengan mempelajari ilmu agar memberi manfaaat kepada makhluk

Karena Nabi Saw pernah bersabda:

خير الناس من ينفع الناس

 "Sebaik – baik manusia adalah orang2 yang memberikan manfaaat kepada orang lain"

ان ينوى به احياء العلم

لان الناس لو تركوا التعلم لذهب العل

Orang tersebut harus meniatkan dengan mencari ilmu agar menghidupkan ilmu ( tidak hilang ) Karna jikalau manusia-manusia meninggalkan menuntut ilmu maka sungguh hilanglah ilmu di dunia ini

Sebagaimana telah diriwayatkan satu hadis dari Nabi SAW

تعلموا العلم قبل ان يرفع العلم و رفعه ذهاب العلماء

Tuntut ilmu olehmu sebelum bahwa di angkatkan akan ilmu ( hilang ) dan tanda di angkatnya ilmu yaitu dengan hilangnya ( meninggal ) para ulama-ulama

ان ينوى به ان يعمل به لا بخلافه
لان العلم ا’لة للعمل وطلب الآلة لا للعمل لغو

Orang menuntut ilmu harus berniat dalam menuntut ilmu agar beramal dengan ilmu bukan sebaliknya ( tidak beramal) Karna ilmu adalah alat untuk beramal dan menuntut alat ( ilmu ) tanpa beramal itu adalah sia-sia

كما اذا عمل لا بالعلم فهو لغو و قيل العلم بلا عمل وبال والعلم بلاعلم ضلال

Sebagaimana apabila seseorang beramal dengan tanpa ilmu maka amal tersebut sia-sia ( di tolak )

Dan ada ulama yang mengatakan "Ilmu tanpa beramal adalah bencanaDan beramal tanpa ilmu adalah sesat"

Tanbihul ghafilin (bustanul Arifin) Hal 21-22

Simak Penjelasan Abu MUDI Tentang Abu Panton 



Posting Komentar

0 Komentar