BIOGRAFI IMAM AL-MAWARDI


Nama lengkapnya adalah Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Habib.Dalamsumber-sumber kajian sejarah dan fikih lebih beliau lebih dikenal dengan sebutan al-Mawardi. Sebutan tersebut dinisbatkan pada pekerjaan keluarganya yang ahli membuat mâulwaradi (air mawar) dan menjualnya. Ia dilahirkan di Basra pada tahun 364 H/972 M. Sejak kecil hingga menginjak remaja, ia tinggal di Basra dan belajar fikih Syafi'i kepada seorang ahli fikih yang alim, yaitu Abu Qasim ash Shaimari. Setelah itu, ia merantau ke Baghdad mendatangi para ulama di sana  untuk menyempurnakan keilmuannya di bidang fikih kepada tokoh Syafi'iyaal-Isfirayini. Di samping itu, ia juga belajar ilmu bahasa Arab, hadis, dan tafsir.

Meskipun Imam al-Mawardi meraih popularitas yang gemilang selama hidup di Baghdad, sumber-sumber sejarah tidak menyuguhkan informasi yang lengkap mengenai kehidupan rumah tangganya, seperti kehidupannya di Basrah dan Baghdad. Pada masa Khalifah Abbasiyahal-Qadir Billah, para pemuka Syafi'iyahterbilang dominan, terutama setelah Imam al-Mawardi menghadiahkan mukhtasharfikh Syafi'i kepada sang khalifah yang diberi judul al-Iqnâ'.

Imam al-Mawardi di satu sisi dikenal sebagai duta diplomasi pemerinta Bani Buwaih dan di sisi lain sebagai duta diplomasi khalifah Abbasiyah, terutan Khalifah Qaim Biamrillah. Di samping itu, ia juga menjadi duta diplomasi kalangan pemerintah Bani Buwaih sendiri dan antara pemerintah Bani Buwa dengan pemerintah Saljuk di awal pemerintahannya. Salah satu di antara misi yang diusungnya ketika menjadi duta diplomasi adalah untuk mendamaikan anta kubu-kubu politik yang berseberangan dan kubu-kubu lain yang sering berlindung di bawah kekuatan senjata dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi

Dari ranah pemikiran, Abu Hasan al-Mawardi telah banyak mewarnai pemikir keislaman dengan berbagai karyanya, seperti kitab tafsir, fikih, hisbah, serta sosi politik, dan karyanya yang paling monumental adalah kitab Ahkam Shulthaniyyah

Imam Al-Mawardi meninggalkan banyak karya tentang pemerintahan dan urusan politik, di antaranya kami sebutkan:

1.       Adab Dunya Waddin

2.       Ahkam Shulthaniyyah

3.       Qanun Wa arah

 Buku-bukunya yang lain antara lain:

1.       Siyasah Alam Nubuwwah

2.       Hawi Kabir , tentang fikih Syafi’i

3.       Nasihat Muluk

4.       Qawanin Wuzarah Wa Siyasah Muluk

5.       Ar-Tafsir

6.       Iqna’, ringkasan dari Kitab Al-Hawi

7.       Adabul Qadhi

8.       A’lam Nubuwah

9.       Tashilun Nadhar

10.   Nukat wal Uyun

Yang terakhir ini mendapat perhatian dari para penafsir kemudian dan mereka mengutipnya, seperti Ibn al-Jawzi dalam: Zad al-Masir, dan al-Qurtubi dalam bukunya Tafsiral- Jami’ liahkamil Qur’an

Wafatnya:

Imam Mawardi meninggal pada hari Selasa, di bulan Rabi’ al-Awwal tahun 450 H, dan keesokan harinya dia dimakamkan di kota al-Manshur pada pemakaman Bab Harb, dan dia berusia 86 tahun, dan Imam al-Khatib al-Baghdadishalat untuk dia.

Sumber: kitab Ahkam Shulthaniyyah

Post a Comment

0 Comments