Minhaj At-Thalibin Dan Raudhah, Kitab Apa Yang Kita Dahulukan? (Simak Juga Kitab Imam Nawawi Yang Lain)

 


Berbicara terkait karya-karya Imam Nawawi, tentu sangat menarik. Karena dengan ilmunya yang luas dan kesungguhan beliau, sehingga beliau tidak sempat menikah disebabkan   kesibukannya dalam meneliti kitab-kitab para Ulama Syafi’iyah sebelumnya. Kalau kita mengkaji kitab-kitab sebelum Imam Nawawi masih banyak pendapat-pendapat yang belum dibedakan antara Yang kuat dan yang lemah, namun berkat kesungguhan beliau dalam meneliti kitab-kitab para imam terdahulu dalam Mazhab Syafi’i sehingga beliau mampu membedakan antara pendapat yang kuat dan yang lemah baik Itu pendapat Imam Syafi’i maupun pendapat para Ashhab, bahkan kita tidak diizinkan untuk belajar kitab Mazhab Syafi’i yang terdahulu, tepatnya kitab sebelum Imam Rafi'i dan Imam Nawawi, karena belum jelas antara pendapat yang kuat dan yang lemah.

Iman Nawawi memiliki banyak karangan hingga mencapai 50 bahkan lebih, baik itu Fiqh, Bahasa, perawi hadits, biografi, zikir, adab dan lain sebagainya. Namun dari berbagai fan ilmu, beliau lebih masyhur dalam fan ilmu Fiqih, karena beliau memang banyak memberikan kesungguhannya dalam Fiqh. Namun kitab-kitab Fiqh karangan Imam Nawawi memiliki martabat dan tingkatan untuk kita jadikan pegangan. Karena terkadang Imam Nawawi mengubah pendapat beliau di saat mengarang kitab yang lain sehingga terjadi pertentangan antara satu kitab dengan kitab lainnya.

Maka para ulama Mutaakhkhirin seperti Ibnu Hajar dan lainnya menetapkan martabat kitab-kitab fan ilmu Fiqh karangan Imam Nawawi untuk kita jadikan pegangan ketika terjadi pertentangan adalah sebagai berikut:

Al-Tahqiq

Al-Majmu’

Al-Tanqih

Al-Raudhah

Al-Minhaj

Al-Fatawa

Syarhu Muslim

Tashhih al-Tanbih

Nukat al-Tanbih.

Sekian semoga bermanfaat.

Referensi:

Al-mu'tamad 'inda al-Syafi’iyyah dirasah nazhariyyah tathbiqiyyah, hal: 323

Post a Comment

0 Comments