Dibalik Sunat Bershalawat Ketika Makan, Apa Hikmahnya ?



Sudah kita maklumi bahwa sebelum kita menyantap makanan maka kita sangat di anjurkan untuk terlebih dahulu membaca Basmalah dan doa. Tujuannya adalah agar makanan yang kita makan di berkahi oleh Allah swt. Sebagaimana dalam  hadist :

  كل امر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن فهو اقطع 

Setiap perbuatan yang di anggap penting dalam agama bila tidak di awali dengan membaca Basmalah maka tidak ada keberkahan urusan tersebut.

Sedangkan anjuran untuk berdoa terlebih dahulu sesuai redaksi hadist

الدعاء مخ العبادة

Doa adalah inti dari ibadah


Di dalam kitab Syarwani disebutkan :


خاتمة: في آداب الاكل تسن التسمية قبل الأكل والشرب ولو من جنب وحائض ولو سمى مع كل لقمة فهو حسن وأقلها بسم الله وأكملها بسم الله الرحمن الرحيم 


Di antara adab makan ialah di sunatkan membaca Basmalah sebelum makan dan minum walaupun bagi seseorang sedang berhadas besar, jika Basmalah di baca setiap suapan makanan maka perbuatan itu lebih baik. Bacaan Basmalah paling kurang adalah Bismillah, yang paling sempurna adalah Bismillahirrahmanirrahim “


Hujjatul Islam Imam Ghazali di dalam masterpiece nya Ihya Ulumuddin juz 2 hal. 6 cet. dar al-fikri menyebut


القسم الثاني في آداب حالة الأكل

وهو أن يبدأ ببسم اللە في اوله و بالحمد لله في آخره


Adab ketika makan adalah memulai dengan membaca Bismillah dan  mengakhirinya dengan membaca Alhamdulillah.


Nah selanjutnya bagaimana dengan membaca shalawat ketika makan nasi ?Apakah hal ini ada sumbernya ?


Membaca shalawat kepada Rasulullah ketika makan nasi hukumnya sunah. Karena nasi diciptakan dari Nur Nabi Muhammad Saw dengan tidak ada perantaraan, artinya semua yang tumbuh di atas bumi mengandung penyakit bersamaan dengan obat kecuali tidak menyatu dua hal itu pada padi. Pada padi hanya ada obat saja tidak ada penyakit, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Hasyiah Syarwani juz 4 hal. 264 cet DKI: 


( والأرز ) وتسن الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم عند أكله لأنه خلق من نوره بلا واسطة ، وكل ما نبت في الأرض فيه داء ودواء إلا الأرز فإن فيه دواء ولا داء فيه


Waallahu'alam

Post a Comment

0 Comments