Mengenal Lebih Dekat 4 Khulafaur Rasyidin


      

Sahabat nabi adalah orang yang pernah bertemu dengan nabi Muhammad setelah kenabian dan saling mengenal semasa hidupnya, serta beriman dengan nya. Dalam sejarah tercatat setelah wafatnya nabi, ada 4 orang dari kalangan sahabat nabi yang diangkat menjadi khalifah, atau lebih dikenal dengan sebutan khulafaur rasyidin yaitu para pemimpin umat islam yang menggantikan Rasulullah, namun sebenarnya siapa sih sosok-sosok khulafauf Rasyidin tersebut? 


Berikut nama-nama sahabat khulafaur Rasyidin, gelar dan sifat-sifatnya yang bisa diteladani.



1. Abu bakar

Nama beliau Abdullah namun digelar dengan abu bakar (ayah si perawan) karena menikahkan anak nya yang perawan dengan nabi, dan digelar juga dengan Ash Shiddiq (yang membenarkan) karena beliau orang yang paling membenarkan apa saja yang disampaikan Nabi, beliau juga merupakan kaum quraisy dan bahkan beliau bertemu nasabnya dengan Nabi pada Murrah bin Ka'ab. 

Perkataan beliau yang masyhur : Yang paling jujur ialah orang yang melaksanakan amanah, dan Yang paling dusta ialah mereka yang tak menjalankan amanah. Pernah suatu ketika beliau memegang lidahnya lalu berkata : inilah yang membawaku kepada kebinasaan. Hal yang paling istimewa dari Abu Bakar adalah mulutnya berbau daging panggang, bukan karena banyak makan daging, tetapi karena hatinya terbakar oleh besarnya rasa takut kepada Allah SWT.


2. Umar bin Khattab

Beliau digelar dengan Al-Faruq (yang membedakan) karena beliau sangat tegas dalam memisah antara yang benar dan yang salah, masih termasuk bangsa quraisy dan nasabnya bertemu dengan Nabi pada Ka'ab.

Sebagian perkataannya yang populer ialah : Siapa saja yang takut kepada Allah tentu selalu marah (kepada nafsu), dan orang yang bertaqwa kepada Allah tak akan pernah melakukan apa yang diinginkan nafsu. Dan pernah suatu ketika beliau mengambil bata yang terbuat dari tanah lalu berkata : Andai aku diciptakan sebagai bata ini, harusnya aku tak pernah diciptakan, harusnya ibuku tak pernah melahirkanku, andai saja aku tak pernah jadi apa-apa, harusnya aku dilupakan. Semua itu beliau ucapkan karena kekhawatirannya terhadap nasib di akhirat kelak.

Dan sejarah yang paling fenomenal tentang beliau ialah disaat ia memikul karung tepung atas punggungnya dan membagikannya kepada wanita janda dan anak yatim, kemudian orang-orang meminta untuk membawakan tepung yang dipikul Umar, namun dengan tegas beliau menjawab : siapa yang akan sanggup menanggung semua dosaku di hari kiamat kelak? Menandakan itu semua beliau lakukan sebagai rasa tanggung jawabnya terhadap pemerintahan yang beliau pimpin.


3. Utsman bin Affan

Beliau digelar dengan abu amrin karena memiliki putra sulung bernama Amar, masih dari kaum qurasy dan bertemu nasabnya dengan Nabi pada Abdul Manaf. 

Beliau merupakan salah seorang sahabat yang memiliki rasa malu yang tinggi, selalu berpuasa di siang hari dan beribadah di malamnya setelah tidur sejenak di awal malam. Beliau juga sering mengkhatam Al-Qur'an pada  satu raka'at shalatnya, dan ketika melewati kuburan beliau sering menangis hingga membasahi jenggotnya yang lebat karena rasa takutnya menghadapi kematian.

 

4. Ali bin Abi Thalib

Beliau digelar dengan Sathwatullah (tentara Allah) karena keberanian nya menentang kesesatan dan imamuz zahidin (pemimpin orang zuhud) karena sikap beliau yang menjauh dari dunia. 

Dan beliau berkata : Dunia itu bangkai, siapa yang menginginkannya maka ia harus tahan bergaul dengan anjing.

Pernah suatu ketika berbicara kepada dunia dan mengatakan : Wahai dunia jika engkau ingin menipu tipulah selain aku, karena aku telah mentalakmu tiga, umurmu pendek, pergaulanmu hina, tetapi bahayamu amatlah besar. Aduh bahayanya sedikit perbekalan di perantauan yang jauh dan jalanan yang tidak dikenal.

Salah satu wasiat beliau yang agung adalah : Apa saja yang engkau dapatkan dari dunia jangan pernah mambuatmu bertambah senang dan apa saja yang tidak engkau dapat dari dunia jangan pernah membuatmu bersedih hati, tetapi hendaknya engkau bercita-cita kepada perkara setelah mati.


Ref. Hilyah lubbil mashun syarah jauhar maknun.

Posting Komentar

0 Komentar