Sebelum Membagikan Harta Warisan, Perhatikan 4 Hal Berikut



Ketika seseorang meninggal dunia biasa nya meninggalkan harta yang bisa dibagi kepada Ahli Waris yang ditinggalkan, tetapi harta tersebut tidak bisa langsung dibagi kepada mereka, hal ini tentunya masih tabu di kalangan masyarakat, sehingga ada yang beranggapan bahwa harta yang ditinggalkan langsung dibagi kepada Ahli waris, karena ada beberapa hal yang perlu diselesaikan sebelum membagikan nya, oleh karena demikian kami merasa perlu mengangkat permasalahan ini ke permukaan, supaya tidak salah dipahami oleh masyarakat. Sebelum membagikan harta kepada Ahli Waris ada 4 hal yang perlu dialokasikan harta peninggalan :

1. Jika harta peninggalan masih berkaitan dengan hak orang lain maka harus dibayar terlebih dahulu. Contoh hak orang lain ialah sebagai berikut :

a. Zakat

Jika harta yang berupa harta yang wajib dikeluarkan zakat tetapi belum ditunai maka wajib membayar zakat sebelum membagi nya, karena harta tersebut masih tergadai dengan zakat.

b. Ganti rugi kriminal

Jika si mayit seseorang yang pernah melakukan tindak kriminal yang perlu membayar ganti rugi, maka harta yang ditinggalkannya harus digunakan untuk membayar ganti rugi sebelum membaginya kepada ahli waris.

c. Harta yang digadai

Harus melunasi hutang yang berkaitan dengan harta tersebut sebelum membaginya.

d. Barang yang dibeli tetapi pembeli (mayit) dalam keadaan muflis (terlalu banyak hutang)

Barang yang dibeli tersebut tidak bisa dibagi karena si penjual masih memiliki hak untuk membatalkan penjualannya terhadap barang tersebut disebabkan pembeli terlalu banyak hutang dan dikhawatirkan dia tidak sanggup membayar barang yang dibeli. Jika belum membayar semua hak yang berkaitan dengan harta, maka harta tersebut tidak boleh dijual untuk kepentingan tajhiz atau selainnya karena hak diatas harus diutamakan.

 

2. Membeli semua keperluan tajhiz mayit

Untuk keperluan ini harus lah memerhatikan kondisi finansial si mayit ketika masih hidup, jika ia kaya maka harus membelikan kebutuhan tajhiz yang bagus, tetapi jika ia miskin maka disesuaikan dengan finansial nya.

 

3. Membayar semua hutang

Sebelum mengambil harta, ahli waris harus melunasi semua hutang si mayit, supaya si mayit terlepas dari jeratan hutang (hak orang lain) di akhirat kelak.


4. Melaksanakan wasiat mayit sebanyak 1/3 harta

Jika si mayit pernah berwasiat untuk memberikan harta kepada seseorang, baik anak atau kerabat yang lain maka sebelum menjadikan peninggalan sebagai warisan terlebih dahulu harus melaksanakan wasiat si mayit, tetapi tidak boleh melebihi 1/3 peninggalan.

 

Referensi : 


Matan Al-Minhaj serta syarah Al-Mahalli, halaman 135-136, cetakan Dar Al-Fikri.

(يبدأ من تركة الميت) وجوبا (بمؤنة تجهيزه) بالمعروف (ثم تقضى ديونه ثم يقسم الباقي بين الورثة) على ما يأتي بيانه (قلت) كما قال الرافعي في الشرح (فان تعلق بعين التركة حق كالزكاة) أي كالمال الذي وجبت فيه لأنه كالمرهون بها (والجاني) لتعلق أرش الجناية برقبته (والمرهون) لتعلق دين المرتهن به (والمبيع إذا مات المشتري مفلسا) لتعلق حق فسخ البائع به (قدم) على مؤنة تجهيزه والله أعلم(.

Posting Komentar

0 Komentar