10 Adab Santri Terhadap Diri Sendiri Menurut Ibnu Jama'ah

10 Adab Santri Terhadap Diri Sendiri

Belajar ilmu agama adalah satu kewajiban bagi setiap muslim. Sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”. Namun dalam belajar ilmu agama ada aturan dan etika yang harus ditaati oleh setiap pelajar agar kelak dia menjadi pelajar yang sukses. Dengan mengandalkan kecerdasan saja tanpa disertai adab, ilmunya tidak akan bermanfaat baik untuk dirinya ataupun bagi orang lain. Seperti di katakan “Adab itu lebih di utamakan daripada ilmu”.

Banyak sekali adab ataupun etika belajar ketika belajar ilmu, baik itu adab untuk dirinya ataupun adab  dia dengan guru-gurunya. Untuk adab-adab seorang pelajar dengan dirinya sendiri, syekh Badruddin Muhammad Ibnu Ibrahim di dalam kitabnya tazkiratussami’ wal mutakallim fi adabil alim Wal muta’allim menyebutkan setidaknya ada sepuluh macam  adab sebagai berikut;

1.  Menyucikan hati dari sifat-sifat keji

Seorang santri mesti menyucikan hatinya dari setiap akhlak jahat seperti dengki, dendam, berburu sangka dan lain sebagainya, agar hatinya layak untuk menerima dan menghafal ilmu. Karena ilmu itu ibarat salat batin, sebagaimana salat dhahir tidak akan sah dengan tiada bersuci dari hadas dan najis, begitu pula ilmu tidak akan sah kecuali dengan suci dari segala sifat-sifat jahat.

2.  Ikhlas ketika belajar

Memperbaiki niat dalam belajar dengan cara belajar ilmu bertujuan semata-mata karena Allah, beramal dengan ilmu, dan menghidupkan syariat, membersihkan dan menghiasi hati, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3.  Menyegerakan belajar di waktu muda

Seorang penuntut ilmu hendaknya menyegerakan untuk belajar di waktu muda dan jangan tertipu dengan angan-angan , karena setiap waktu yang terlewati tak akan ada gantinya 

4.  Qana’ah dengan yang sedikit

Tidak layak seorang santri bermewah-mewah ketika sedang belajar. Sepantasnya seorang santri merasa cukup dengan pakaian yang sedikit, pakaian seadanya asalkan menutupi auratnya, dengan bersabar daripada kehidupan yang sempit akan tercapai ilmu yang luas 

5.  Mengatur waktu untuk belajar dan mengajar

Seorang santri juga harus pandai dalam mengatur waktunya malam dan siang dengan mempergunakannya kepada hal-hal yang bermanfaat, karena sisa umur tidak ternilai harganya. Seperti menghafal di waktu sahur, berdiskusi di waktu pagi , menulis pertengahan hari dan mutala’ah dan mengulang di waktu malam

6.  Memperbanyak sebab-sebab yang menolong untuk ilmu

Memahami dan tidak cepat bosan adalah sedikit makan. Imam Syafi’i berkata “aku tidak pernah kenyang selama 16 tahun”. Karena banyak makan menjadi banyak minum, banyak minum menjadi banyak tidur, bodoh, lemah akal, malas dan lain sebagainya.

7.  Mengambil dengan wara'

Wara’ adalah menghindari syubhat agar tidak terjerumus kepada Yang haram. Seorang pelajar harus menang wara’ dalam setiap kondisi . Menjaga agar semua makanan, minuman , tempat tinggal dan pakaiannya semuanya halal, agar hatinya bercahaya dan pantas untuk menerima ilmu yang bermanfaat.

8.  Menghindari makanan Yang jadi mudarat badan.

Santri juga Harus mengurangi makanan yang menyebabkan bodoh, dan badannya lemah, seperti apel masam, minum cuka dan lain-lain. 

9.  Sedikit tidur

Seorang penuntut ilmu tidak boleh sehari semalam tidurnya lebih dari 8 jam. Jika dia sanggup untuk lebih mengurangi lagi lebih bagus lagi. 

10.  Tidak berteman dengan Lawan jenis

Ini yang sangat penting bagi penuntut ilmu. Apalagi santri yang banyak lalai dan IQ-nya lemah, Karena bahaya yang timbul dari pergaulan adalah sia-sia umur dengan tidak ada faedah.

 

Referensi:

al-Imam, al-Qadhi, al-Kinaini, al-Syafi’i, Badral-Din, Muhammad bin Ibrahim bin Sa’dillah Ibn Jamaah, Tazkirah al-Sami’ waal-Mutakallim fi Adab al-Alim Wa al-Muta’allim,(Beirut: Dar al-Kutub al-‘ilmiyyah), h. 71-85.

 

 

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Tertulis point ke 8: Menghindari makanan yang jadi mudharat badan. contohnya seperti minum susu. saya rasa disini penjelasannya sangat ambigu dan tidak disertai penjelasan lain lagi mengapa dilarang minum susu. kita semua tahu susu baik untuk kesehatan dan sangat dibutuhkan tubuh apalagi bagi orang dalam masa pertumbuhan.saran saya lebih dijelaskan lagi alasannya mengapa hal tersebut dilarang, supaya tidak ada kesalahpahaman bagi para pembaca. Terima kasih🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Susu baik untuk kesehatan tapi banyak minum susu akan menyebabkan cepat ngantuk dan badan terasa malas

      Hapus