Kita sebagai manusia harus meyakini bahwa apapun yang terjadi dialam semesta ini itu semua tidak terlepas dari takdir yang telah ditetapkan oleh allah Swt. Dan semua terjadi atas kehendaknya juga. dari hal ini yang harus kita catat baik-baik ialah keyakinan kita tehadap semua kejadian baik dan buruk bahkan tentang hal yang mengenai rizki sekalipun itu ditentukan oleh allah Swt.
Allah SWT memang telah menjamin rizki semua makhluknya. Dalam al-qr’an dinyatakn: “ Dan tidak ada suatu makhluk yang bergerak dibumi melainkan allah yang menanggung rizkinnya,dan dia mengetahui tempat tinggal dan tempat penyimpanannya.semua tertulis dalam kitab yang nyata ( lauh mahfuz).” ( QS.Hud:6). Artinya seluruh makhluk yang talah allah ciptakan semuannya telah ditetapkan rizkinya masing-masing.
Sebelum melangkah lebih jauh membahas tentang rizki, kita perlu mengetahui definisi dari rizki tersebut. Dikutip dari kitab jauharatul tauhid karangan al allamah syaikh ibrahim al laqany. Beliau mengutaran defenisi rizki melalui satu bait/syair yaitu:
{ وَالرِزْقُ عِنْدَ الْقَوْمِ مَا بِهِ انْتُفِعْ وَ قِيْلَ لاَ بَلْ مَا مُلْكِ وَ مَا اتُّبِعْ }
“ Yang bermanfaat rizki itu menurut kaum * Yang dimiliki pendapat qil tak jadi hukum “
Definisi rizki menurut ahli sunnah wal jamaah adalah sesuatu yang sudah di ambil manfaat baik berupa harta maupun bukan,dan yang belum di ambil manfaatnya tidak dikatakan rizki. Sedangkan menurut pendapat yang lain ( pendapat mu’tazilah ) yang dikatakan rizki adalah suatu harta yang sudah dimiliki walaupun tidak diambil manfaatnya. Dan pendapat mu’tazialah ini tidak dapat diterima karna fasid.
Dari uraian diatas bisa kita simpulkan yang bahwa menurut syaikh ibrahim al-laqany definisi rizki berdasarkan pendapat ahli sunnah wal jamaah tidak mencakupi kepada harta benda saja, tapi juga hal-hal yang dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Antara lain bentuk rizki yang bukan mata benda yaitu:
• Kesehatan: kesehatan fisik dan mental yang memungkinkan sesorang untuk melakukan aktivitas dan mengambil manfaat dari hudupnya.
• Waktu: waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat dan produktif.
• Pengetahuan: pengetahuan dan ilmu yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dan lain-lain.
Dan rizki terbagi kepada 2 yaitu: Rizki yang dhahir yaitu diberikan untuk badan, seperti makanan, minuman dan laian-lain. Yang kedua rizki batin yang dibrtikan untuk hati, seperti ilmu.
Dari dua pembahagian rizki ini bisa kita ambil sedikit kesimpulan yaitu rizki itu tidak terkhusus kepada uang, kendaraan, rumah dan mata benda yang lainnya. Tapi rizki memiliki makna yang sangat luas, sehingga kesehatan yang kita miliki sekarang itu juga merupakan rizki yang di karunian allah kepada kita hambanya.
Dari Pertanyaan di atas jika rizki manusia sudah dijamin, lantas mengapa masih ada orang yang kelaparan? bahkan mati gara-gara kelaparan, seperti masyarkat di gaza saat ini, berdasarkan pertanyaan seperti ini sangat serin terlitas dalam benak masyarakat awam, bahkan dikalanagan santri juga demikian. Namun yang harus perlu kita ingat, behwa kendatipun rizki itu sudah dijamin oleh allah Swt, kita sebagai manusia dituntut untuk berusaha. manusia juga diminta untuk berbuat adil dan baik terhadap sesama, mereka diminta untuk berzakat,mereka di anjurkan untuk berbagi dan lain sebagainnya. Wallahu a’lam bisshawab.
Referensi:
Tuhfatul murid, karangan syaikh islam ibrahim bin muhammad al-baijury, Hal: 126.
Cet,al-haramain.
قوله والرزق عند القوم ما به انتفع أى والرزق بكسر الراء بمعنى الشيء المرزوق عند أهل السنة ما ساقه الله إلى الحيوان فانتفع به بالفعل ولا يرد قوله تعالى : (وَمِمَّا رَزَقْنَتَهُمْ يُنفِقُونَ) (البقرة: (٣) فإنه يقتضى أنه لا يعتبر في الرزق الانتفاع بالفعل لأن المراد به المعنى اللغوى فالمعنى ومما أعطيناهم ينفقون أو المراد به ما هيئ لكونه رزقا ودخل في الرزق على هذا التعريف رزق الإنسان والدواب وغيرهما وشمل المأكول وغيره مما انتفع به وخرج ما لم ينتفع به بالفعل فمن ملك شيئا وتمكن من الانتفاع به ولم ينتفع به بالفعل فليس ذلك الشيء رزقا له وإنما يكون رزقا لمن ينتفع به بالفعل وبهذا ظهر قول أكابر أهل السنة إن كل أحد يستوفى رزقه وأنه لا يأكل أحد رزق غيره ولا يأكل غيره رزقه وفي الخير عن ابن مسعود مرفوعا : إن روح القدس نفت في روعى ) لن نموت نفس حتى تستكمل رزقها فاتقوا الله وأجملوا في الطلب ولا يحملن أحدكم استبطاء الرزق أن يطلبه بمعصية الله فإن الله تعالى لا ينال ما عنده إلا بطاعته أى أن جبريل ألقى في قلبي لن تموت نفس إلخ .
(فائدة) الأرزاق نوعان ظاهرة للأبدان كالأقوات وباطنة للقلوب كالعلوم والمعارف.
(وقوله وقيل لا بل ما ملك) أى وقال جماعة من المعتزلة ليس الرزق ما انتفع به بل هو ما ملك فلا يعتبر فيه الانتفاع ويعتبر فيه المملوكية انتفع به أم لا ويلزم على هذا أن الشخص قد لا يستوفى رزقه وأنه قد يأكل رزق غيره ويأكل غيره رزقه.



0 Komentar