Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Ta`jil/menyegerakan membayar Zakat padi sebelum sampai nisab

hukum menyegerakan membayar Zakat padi sebelum sampai nisab

Seorang petani biasa menghasilkan panen 2 kali dalam setahun, kadang-kadang pada saat panen perama kadang-kadang hasil yang diperoleh tidak mencapai nisab. Namun besar kemungkinan bila digabung dengan panen ke depan akan mencapai nisabnya.

Pertanyaan:
Bila setelah panen pertama ia langsung membayar zakat padahal hasilnya tidak mencapai kadar nisab, sahkah pembayaran zakat padi tersebut ?

Jawaban;
tidak sah

Penjelasan:
Dalam zakat zuru` (tanaman padi dan sejenisnya) bila dalam setahun (12 bulan) terjadi dua kali panen maka hasil keduanya harus digabungkan dalam hal nisab. Maka bila dalam panen pertama dan kedua tidak mencapai nisab namun bila hasil panen keduanya digabung akan mencapai nisab, maka wajib dikeluarkan zakat.

Dalam pembayaran zakat dikenal istilah ta`jil/menyegerakan membayar zakat maksudnya membayar zakat pada saat belum sampai masa wajib membayarnya. Namun hal ini bukan dibolehkan secara mutlak, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk sah menyegerakan membayar zakat.

Salah satu syarat tersebut adalah padi tersebut harus telah mencapai nisab. Maka bila pada panen kali pertama tidak mencapai nisab berarti belum wajib zakat saat itu, dan bila dikeluarkan zakat tidak sah sebagai zakat walaupun kenyataannya pada saat panen kali kedua hasil gabungan 2 kali panen tersebut mencapai nisab.

Not.
Nisab padi adalah 10 ushuq, 10 ushuq adalah 1.200 bambu atau 7,5 Gunca/1282,576 kg (berdasarkan bahwa berat 1 bambu padi adalah 1,069 kg)

Referensi ;
1. Kitab Fathul Mu`in jilid 2 hal 185 cet. Haramain



و ) جاز للمالك دون الولي ( تعجيلها ) أي الزكاة ( قبل ) تمام ( حول ) لا قبل تمام نصاب في غير التجارة

2. Kitab Syarqawi `Ala Tahrir jilid 1 hal 383 cet. Haramain



ففي تعجيل زكاة الزروع والثمار تفصيل ان كان ذلك قبل وقت وجوب الإستقرار بأن كان قبل اشتداد الحب وبدو صلاح الثمر امتنع وان كان بعد ذلك وقبل وجوب الأداء بأن كان بعد اللإشتداد وبدو الصلاح وقبل الجفاف والتصفية جاز فيخرج من القديم الذي عنده

3. Kitab Nihayatuz Zain Hal 178 cet. Toha Putra


و) جاز لمالك النصاب (تعجيلها) أي الزكاة في المال الحولي (قبل) تمام (حول) فيما انعقد حوله ووجد النصاب فيه لأنه صلى الله عليه وسلم أرخص في التعجيل للعباس رواه أبو داود والحاكم ولأنه وجب بسببين فجاز تقديمه على أحدهما كتقديم الكفارة على الحنث ومحل جواز التعجيل في غير الولي أما هو فلا يجوز له التعجيل عن موليه سواء الفطرة وغيرها
نعم إن عجل من ماله جاز ولا يرجع به على الصبي وإن نوى الرجوع لأنه إنما يرجع عليه فيما يصرفه عنه عند الاحتياج ولا يصح تعجيل الزكاة على ملك النصاب في زكاة عينية كأن ملك مائة درهم فعجل خمسة دراهم لتكون زكاة إذا تم النصاب وحال الحول عليه واتفق ذلك فلا يجزئه إذ لم يوجد سبب وجوبها لعدم المال الزكوي فأشبه أداء الثمن قبل البيع والدية قبل القتل والكفارة قبل اليمين
وخرج بالزكاة العينية زكاة التجارة فيجوز التعجيل فيها بناء على ما مر من أن النصاب فيها معتبر بآخر الحول فلو اشترى عرضا قيمته مائة فعجل زكاة مائتين مثلا أو قيمته مائتان فعجل زكاة أربعمائة وحال الحول وهو يساوي ذلك أجزأه وكأنهم اغتفروا له التردد في النية إذ الأصل عدم الزيادة لضرورة التعجيل وإلا لم يجز تعجيل أصلا لأنه لا يدري ما حاله عند آخر الحول


Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

9 komentar untuk Ta`jil/menyegerakan membayar Zakat padi sebelum sampai nisab

syukran atas ilmunya.

bila memang dlm sthun 2x berzuru' namun panen kali ke 2 di thn brkutnya smntara penanaman bibit masih dalam tahun pertama
bagaimana hukum yg berlaku
mohon penjelasannya
شكرن

Yang di perhitungkan adalah jarang antara dua kali panen masih dalam 12 bulan, Maka bila jarakan dua kali panen sudah melebihi 12 bulan maka tidak wajib di gabungkan, walaupun jarak penanaman bibitnya masih dalam setahun

apakah wajib taswiyah pd senef zakat. slaen senef amel.

apakah wajib taswiyah pd senef zakat. slaen senef amel.

terimakasih telah mengunjungi blog kami dan bertanya pada kami
menurut pendapat yang kuat taswiyah pada senef zakat wajib.
lebih dan kurang kami ucapkan terimakasih.

Assalamualaikum,,, Bagaimana dengan dalil ini mohon penjelasannya

Hadits Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu secara marfu’ yang berbunyi:

لَيْسَ فِيْ حَبٍّ وَلاَ ثَمَرٍ صَدَقَةٌ حَتَّى يَبْلُغَ خَمْسَةَ أَوْسُقٍ…

Tidak ada (kewajiban) zakat pada biji-bijian dan buah kurma hingga mencapai 5 ausâq (lima wasaq) [HR Muslim].

firman Allah subhanahu wa ta’ala: “Dan tunaikanlah haknya pada hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (QS Al-An’am : 141).

Syaikh Jamil Zainu mengatakan: “Syarat wajib zakat (di antaranya) sudah satu tahun. Yaitu harta yang sudah mencapai nisab itu sudah dimiliki selama satu tahun, KECUALI hasil bumi. Adapun zakat hasil bumi ialah setiap musim panen.”[8]

Syaikh Abdul Azhim Al Badawi menjelaskan “Zakat wajib bagi setiap muslim yang merdeka (bukan budak), yang memiliki harta mencapai nisab, dan jika sudah berjalan haulnya selama satu tahun dari harta yang dimiliki tersebut, kecuali tanaman (PERTANIAN) maka sesungguhnya zakatnya wajib ditunaikan pada saat memanennya jika mencapai nisab.

alaikum salam ...
Terima kasih atas kunjungannya..
dalam tulisan yang bapak tulis juga cukup jelas disebutkan "zakatnya wajib ditunaikan pada saat memanennya jika mencapai nisab". Jadi bila saat panen sudah mencapai nisab maka baru boleh dan wajib dikeluarkan zakat, namun bila saat panen tidak mencapai nisab maka belum wajib zakat dan tidak boleh di ta'jilkan, sama seperti dalam tlisan kami di atas..