Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Memuji Rasulullah SAW yang di larang

memuji Rasulullah
Menanggapi dakwaan kalangan yang memvonis sesat ummat Islam yang bergembira untuk memperingati dan merayakan maulid Nabi Muhammad saw yang membaca dan menghayati pembacaan kisah Nabi Muhammad saw yang dimulai dari kelahirannya, keturunannya, keluarganya, sifat dan karakteristiknya sampai pada perjuangannya yang sering dibacakan dari kitab-kitab seperti Al-Barzanji, Ad-Diba’i, Simtudh-Dhurar, Dhiyaul-Lami’ ataupun kitab-kitab kisah lainnya bahwa hal tersebut adalah sebuah pengkultusan kepada Nabi Muhammad saw sebagaimana pengkultusan ummat Nashrani kepada Nabi ‘Isa ‘as, maka hal itu adalah dakwaan yang sangat keliru dan memperlihatkan kedangkalan pemikiran mereka dalam menelisik dan memahami dalil-dalil yang dikemukakan oleh Syari’.

Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan dari Ibn ‘Abbas ra :

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يَقُولُ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

“Ibn ‘Abbas ra mendengar ‘Umar ra berkhutbah di atas mimbar :”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :”Janganlah engkau memujiku (dengan berlebihan) seperti kaum Nashrani memuji anak laki-laki maryam karena aku hanyalah hamba Nya. Maka ucapkanlah bahwa Muhammad hanyalah seorang hamba Allah SWT dan utusan Nya”.

Resapilah maksud dari perkataan Nabi saw tersebut. Pengkultusan yang dilarang oleh Nabi Muhammad saw kepada dirinya adalah pengkultusan yang menyerupai pengkultusan ummat Nashrani kepada ‘Isa ‘as, yaitu anggapan mereka bahwa ‘Isa ‘as adalah anak Allah SWT yang berhak juga untuk disembah sebagai Tuhan.
Hal demikian tentu saja sangat jauh berbeda dengan lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad saw yang terdapat dalam Kitab-Kitab kisah maulid Nabi saw tersebut. Pujian yang disematkan kepada Nabi saw tidaklah sampai mencabut status Nabi saw sebagai manusia biasa dan menganggapnya sebagai manifesto Tuhan di permukaan bumi ini.

Inilah yang di gambarkan oleh Imam al-Bushiri dalam qasidah Burdahnya :

دع ما ادعته النصارى فى نبيهم * واحكم بما شئت مدحا فيه واحتكم
فانسب إلى ذاته ما شئت من شرف * واسب إلى قدره ما شئت من عظم
فإن فضل رسول الله لـيس له * حـد فيغرب عنه نـاطق بفـم

Tinggalkan tuduhan orang nasrani .yang dilontarkan kepada Nabi mereka
Tetapkanlah untaian pijian kepada Nabi . Pujian apapun yang engkau suka
Nisbahkan kepad Zat Nabi . Segala kemuliaan yang engkau kehendaki
Nisbahkan kepada martabat Nabi . Segala keagungan yang engkau kehendaki
Karena keutamaan Rasul Allah Ta`ala . Tiada tepi batasnya
Sehingga mengurai mudah terasa Bagi lisan yang berkata

Adapun melantunkan syair pujian kepada Rasulullah SAW para shahabat Rasulullah sendiri juga melakukan hal yang serupa. Imam Muslim meriwayatkan satuhadits dari Hasan Bin Tsabit ra :

قَالَ عَمْرٌو : حدثنا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنِ الزّهْرِئ ، عَنْ سَعِيد ، عَنْ أبِى هُرَيْرَةَ ؟ انَّ عُمَرَ مَرَّ بِحَسَّانَ وَهُوَ يُنْشدُ الشِّعْرَ فِى المَسْجد ، فَلَحَظَ إِلَيْهِ .فَقَاذَ : قَدْ كُنْتُ أنشِدُ وَفيه مَنْ هُوَ خَيْر مِنْكَ ، ثُمَّ التًفَتَ إِلَى أَبِى هُرَيْرَةً ، فَقَالَ : انْشُدُكَ اللّهَ ، اسمِعْتَ رَسُولَ الَلّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ :اجِبْ عنِّى ، اللهُمَّ إلِّدْهُ بِرُوح القُدُسِ لما ؟ قَالَ : اللّهُمَّ ، نَعَمْ

“Sesungguhnya ‘Umar ra menegur Hasan ra yang sedang melantunkan sya’ir di dalam Mesjid, maka Hasan ra berkata :”Sungguh aku telah melantunkan ini dihadapan orang yang lebih baik daripada engkau (yaitu Rasulullah saw). Kemudian Hasan ra berpaling kepada Abu Hurairah ra, maka berkatalah ia :”Bukankah saat melantunkan sya’ir ini Rasulullah saw mendengarkanku seraya berkata menjawabnya dariku :”Ya Allah, bantulah ia dengan (kekuasaan) Ruhul-Qudus?” Abu Hurairah ra menjawab :”Ya Allah,,, benar”.

Imam Al-Hakim rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abbas bin ‘Abdul-Muththalib ra:

حدثنا أبو العباس محمد بن يعقوب ثنا أبو البختري عبد الله بن محمد بن شاكر ثنا زكريا بن يحيى الخزاز ثنا عم أبي زحر بن حصين عن جده حميد بن منهب قال : سمعت جدي خريم بن أوس بن حارثة بن لام رضي الله عنه يقول : هاجرت إلى رسول الله صلى الله عليه و سلم منصرفه من تبوك فأسلمت فسمعت العباس بن عبد المطلب يقول : يا رسول الله إني أريد أن أمتدحك فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : قل لا يفضفض الله فاك قال : فقال العباس :
( من قبلها طبت في الظلال و في مستودع حيث يخصف الورق )
( ثم هبطت البلاد لا بشر أنت و لا مضغة و لا علق )
( بل نطفة تركب السفين و قد ألجم نسرا و أهله الغرق )
( تنقل من صالب إلى رحم إذا مضى عالم بدا طبق )
( حتى احتوى بيتك المهين من خندق علياء تحتها النطق )
( و أنت لما ولدت أشرقت الأ رض و ضاءت بنورك الأفق )
( فنحن في ذلك الضياء و في النور و سبل الرشاد نخترق )

“,,,maka aku mendengar ‘Abbas bin ‘Abdul-Muththalib ra berkata :”Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin menyanjungmu.” Rasul saw menjawab :”Katakanlah…”. Maka ‘Abbas ra membacakan sya’irnya tersebut...”
Selain itu, Allah sendiri dalam al-quran sangat banyak memuji kepribadian Rasulullah SAW, maka sangat mengherankan bila kaum wahabi melarang memuji Rasulullah SAW..

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

6 komentar untuk Memuji Rasulullah SAW yang di larang

Kl aku cukup bershalawat untuk memuji Rasulullah bukan dgn adakan acara mauludan

Ya ade,
Memangnya acara mauludan bukannya bersolawat juga?

Bersholawat itu hukumnya wajib, sebagaimana disebut dalam Al Quran dan Hadits yang amat banyak. Yang dibahas di atas adalah memuji Nabi SAW, dengan puji-pujian yang memang amat pantas bagi beliau SAW dan itu dibenarkan, sebagaimana disebut dalam Alquran (Puji-pujian Allah SWT kepada Nabi) dan dalam Hadits yang amat banyak.

Dan, bacaan maulid berisi keduanya....

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad...
Wahai Nabi, aku memujimu dengan segenap pujian mulia yang pantas bagimu dan yang diperkenankan Tuhan bagimu bahwasanya engkau adalah makhluk teragung sepanjang penciptaan...

Ya Allah, izinkan kami yang hina ini kelak berjumpa dengan kekasihMu yang paling mulia yang juga kekasih kami yang paling mulia, amin.

shalawat wajib dlm shalad ....sunnat di luar shalad