Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Pembagian Tauhid (Wahdaniyah)

Pembagian Tauhid Wahdaniyah Allah
Para ulama Ahli sunnah wal Jamaah menyatakan bahwa hakikat keesaan (wahdaniyah) adalah tiada ta’adud (banyak) pada zat, sifat dan perbuatan Allah. Maka, tiada yang menyerupai Allah SWT baik dari segi zat, sifat maupun af’alNya. Dan yang dikatakan dengan tauhid (meng-esakan) adalah melakukan ibadat hanya kepada Zat yang disembah serta mengi’tikadkan esanya zat, sifat, dan af’al tuhan.

Maka Keesaan Allah ada pada tiga hal yaitu tauhid pada zat, tauhid pada sifat dan tauhid pada af’al.
Tauhid pada zat di ambil dari firman Allah dalam surat al-Ikhlash ayat 1 :
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
katakanlah bahwa Allah itu esa

Dalam ayat ini dapat di pahami bahwa zat Allah hanya satu (wahdaniyah).

Sedangkan tauhid pada sifat di ambil dari firman Allah dalam surat syura ayat 11 :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ
tidak ada yang semisil bagi Allah sesuatupun.

dan juga dari firman Allah surat al-Ikhlash ayat 4 :

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
dan tidak ada bagiNya sekutu

Dari kedua ayat di atas bisa di pahami bahwa tidak ada satu zat yang memiliki sifat yang sama dengan Allah dan sifat ketuhanan itu hanya ada pada Allah semata.

Sedangkan tauhid af’al di pahami dari firman Allah surat ar-Ra’d ayat 16 :

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
Allah menciptakan segala sesuatu.

dan juga dari firman Allah surat ash-Shaffat ayat 96:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Allah lah yang menciptakan kamu dan perbuatanmu.

Dalam ayat ini dapat di pahami bahwa hanya Allahlah yang menciptakan segala makhluk dan juga menciptakan perbuatan dari makhluk tersebut.

Keesaan zat (wahdaniyah fil Zat) pada Allah, meniadakan dua perkara:

1. Zat Allah SWT tersusun dari bagian (kam muttashil fi zat) atau dengan kata yang lain Zat tuhan menerima pembagian walaupun pada kenyataan tidak terbagi.

Maka setiap yang murakab (tersusun) adalah sesuatu yang baharu (bukan qadim) dan juga merupakan makhluk secara otomatis karena semua yang tersusun membutuhkan kepada penyusunnya. Allah SWT berfirman dalam surat al-Infithar ayat 8:
فِي أَيِّ صُورَةٍ مَّا شَاء رَكَّبَكَ
Artinya : dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

2. Ada zat lain yang mempunyai kesempurnaan seperti kesempurnaan yang wajib pada Zat Allh SWT dan mustahil baginya sifat-sifat kekurangan yang mustahil bagi Allah (kam munfashil fi zat)

Keesaan pada sifat (wahdaniyah fi shifat) Allah, meniadakan dua perkara:
  1. Allah SWT mempunyai dua sifat yang sama misalnya dua Qudrah dan Dua iradah (Kam Munfashil fi shifat). Qudrah-Nya itu satu. Dengan qudrah yang satu tersebut Allah menciptakan dan meniadakan segala sesuatu. Demikian juga pada sifat-sifat yang lain.
  2. Ada makhluk yang mempunyai sifat seperti salah satu sifat Allah SWT (kam munfashil fi shifat). Misalkan, mempunyai iradah yang sanggup mengkhususkan seperti halnya Iradah Allah, mempunyai ilmu yang mengetahui segalanya dan lain-lain.

Keesaan af’al (Wahdaniyah fil Af’al/perbuatan) menafikan: Adanya zat yang menciptakan perbuatan (kam munfashil fi af'al), karna tidak ada zat lain yang sama dengan Allah SWT dalam menciptakan perbuatan, tetapi hanya Allah yang menjadikan dan meniadakan sesuatu. Adapun yang ada pada hamba hanyalah kehasilan dari usahanya (kasbu) yang diciptakan Allah. Maka wajib bagi kita untuk mengiktikadkan bahwa sungguh segala perbuatan baik itu kecil maupun besar adalah ciptaan ALLAH swt semata.

Firma-Nya:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُون
Artinya: Dan Allahlah yang menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu kerjakan.(Qs.as-Shaffat 96)
Sabda Nabi Saw:
إن الله يصنع كل صانع وصنعته
Artinya: Sesungguh Allah SWT yang menciptakan setiap pencipta dan dan ciptaanya. (H. R. Imam Bukhari)

Baca juga ; Kesesatan Tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan Asma' Was Shifat (tauhid Wahabi)

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

71 komentar untuk Pembagian Tauhid (Wahdaniyah)

Sala'alaikum ustaz. maaf ya ustaz mohon juga dibahas pekara2 haji ya ustaz ,trma kasih.

wa`alaikum salam

Insya Allah.
Untuk masalah umrah pernah kami bahas sedikit khusus tentang umrah wanita di
Panduan Umrah untuk Wanita


Buku panduan umrah berbentuk pdf bisa di donwload di Download buku Panduan Umrah

Salam'alaikum Tgku
Untk ureng agam lom ,trmeng gnaseh tgk.

assalamu"alaikum Tgk
Mohon penjelasan bacut...saya sering mendengar kalimat "manusia cuma berusaha allah lah yang menentukan"yang membuat saya bingung apakah usaha,keinginan dan kehendak pada manusia mutlak urusan manusia tampa urusan allah atau allah juga yng ciptakan usaha beserta dengan hasilnya.
mohan penjelasannya
wassalam

kiban Tgk....peu na salah dengoen pertanyaan loen????

wa`alaikum salam

Ikhiyar (keinginan) dalam hati manusia adalah ciptaan Allah..dengan ikhtiyar tersebut manusia berusaha melakukan perbuatan ikhtiyarinya..dengan kata lain manusia bersifat majbur pada keinginanannya (ikhtiyar) dan memiliki ikhiyar pada perbuatannya..
Maka karena ada sedikit ikhiyar pada diri manusia maka sah lah di katakan satu perbuatan sebagai perbuatan si hamba dan mendapat siksa dengan keadilan Allah..

Hana masalah..cuma kadang pertanyaan leuh kamoe kalen rencana meujaweb entek..leuh nyan ka tuwe kamoe...

mohon maaf Tgk bukan maksut saya banyak bertanya apa lagi untuk berdebat..!!!!!
Saya kurang faham dengan penjelasan Tgk...
Apakah definisi dari sifat"MAJBUR"
Manusia punya sedikit ikhtiyar pada dirinya apakah ikhtiyar pada manusia mutlak urusan manusia atau allah juga yang mengaturnya.
mohon pemahamannya kalau bisa beserta contoh ilustrasinya.maklum kami orang awam
wassalam

kiban Tgk,soalnya saya jadi bingung dalam memahami penjelasan Tgk???

.Mohon maaf sebelumnya , sedikit tanggapan dari Ane, mengenai pertanyaan Akhi Radza Muda.. mudah2an bisa dipahami dan tidak bingung..Manusia hanya berusaha dan Allah Swt lah yang menentukan, artinya : ketika seorang ingin melakukan sesuatu, contoh : akhi Raja ingin menikahi seorang wanita soleha, tentu akhi raja harus memiliki usaha untuk bisa menggapainya, cthnya : akhi datang kerumahnyaa menjumpai keluarganya terus mengkhitbahnya, adapun hasilnya DIterima ataupun ditolak, itu adalah ketentuan ataupun kehendak Allah Swt, karena memang manusia itu hanya bisa berusaha sedangkan Allah Swt yang menentukannya.........usaha dan keinginan serta kehendak pada manusia itu bergantung atas kehendak Allah Swt dan bukan mutlak hanya urusan manusia saja...contohnya : akhi raja berkehendak untuk menikahi wanita seleha, sedangkan Allah Swt tidak menghendaki akhi menikah dengan wanita soleha, maka kehendak Allah Swt lah yang terjadi, dan akhi tidak jadi menikah dengan wanita soleha tersebut karena Allah Swt tidak menghendaki....makhluq berkehendak dan Allah berkehendak namun kehendak Allah Swt yang terjadi...sedangkan usaha atau keinginan itu bukanlah termasuk sesuatu yang diciptakan karena usaha atau keinginan itu perkara i'tibari, artinya tidak ada wujudnya dikenyataan krn itu hanya kecenderungan yang ada didalam hati untuk melakukan sesuatu perkara apapun..sedangkan hasil perbuatan yang terjadi, tentu itu ciptaan Allah Swt krn Hanya Allah Swt sajalah Sang pencipta..namun tetap saja perbuatan itu dinisbahkan kepada manusia karena manusia yang melakukannya..cntoh : seorang mulim sholat, yang sholatkan manusia bukan Allah Swt?! terus contoh lagi : manusia mencuri tentu yang mencuri itu manusia bukan Allah Swt , dan seterusnya....dan dihari kiamat nanti Manusia dihisab dari usaha atau keinginannya, sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk menuntut Allah Swt dengan alasan Allah Swt yang menciptakan , mudah2an bisa dipahami ..Wallahu'alam

maaf saudara Almuttaqien Matondang,yang anda katakan semua orang mengatakan benar.
Yang membuat saya bingung siapakah yang menciptakan kehendak,keinginan,niat/yang mengilhami sehingga kita mau berusaha atau tidak,berhasil atau tidak pasti allah yang tentukan.
Misalnya kita punya keinginan/niat mau naik haji,pasti yang tentukan jadi atau tidaknya kita berangkat adalah allah.pertanyaan saya siapakah yg menciptakan kehendak/keinginan dalam jiwa kita apabila saya punya uang dan kemampuan mau menunaikan ibadah haji.apakah keinginan/kemauan pada mahluk tidak ada urusan dengan allah.allah cuma menciptakan berhasil atau tiadak.
kalau menurut Tgk LBM manusia bersifat MAJBUR pada keinginanny,kalau tidak salah majbur adalah keterpaksaan/terpaksa pertanyaannya siapakah yg memaksa

kan sudah saya jelaskan diatas bahwa manusia itu memiliki kehendak berupa KASBUN atau usaha atau ikhtiyar " keinginan..KASBUn ini atau ikhtiyar ini adalah perkara amrun i'tibari bukan amrun maujudi, artinya tidak diciptakan, bagaimana mungkin bisa dikatakan itu diciptakan sedangkan wujudnya aja tidak ada....semua yang terjadi tentunya tidak terlepas dari kehendak Allah Swt.

keinginan pada manusia adalah ciptaan Allah sehingga seperti yang kami terangkan sebelumnya bahwa manusia itu majbur pada iradah dan ikhtiyari pada kasbunya..atau bahasa lainnya manusia itu mukhtar pada dhahir dan majbur pada bathin...coba di lihat dalam hasyiah dusuqi hal 164

Keinginan atau kecederungan yang ada dihati bagi manusia Tidak dikatakan sesuatu, Dan Allah Swt akan menghisab manusia dengan Keinginan atau kecederungan yang ada dihati bagi manusia atau keinginan yang mengarah kepada keburukan, keinginan atau kecenderungan yang ada dihati berbeda dengan Keburukan atau kebaikan....itu lah yang membedakan ahlussunnah dengan kelompok sesat jabariyah...

Jadi menurut Tgk Almuttaqien iradah.keinginan dan ikhtiyar pada mahluk bukan allah yg mengatur tapi mutlak urusan mahluk.(menurut yg saya fahami dari penjelasan Tgk)
Bagaimanakah pendapat Tgk Almuttaqien tentang "allahlah yang ciptakan kamu dan perbuatamu"apakah keinginan dan usaha pada manusia tidak termasuk dalam ayat tersebut karna bukan perbuatan tapi amrun i'tibari.
mohon maaf mungkin saya kurang paham penjelasan Tgk...harap maklim.

Tapi menurut Tgk LBM mudi keinginan pada manusia allah yang ciptakan

Bukan begitu, keinginan pada manusia itu tidak dinamakan sesuatu, krn itu termasuk amrun i'tibari..Ketika manusia berkeinginan melakukan sesuatu dan berazam kuat untuk melakukannya, dan ketika terjadi perbuataan atau pekerjaan itu, maka disitulah Allah menciptakan perbuatan atau pekerjaan itu,dan tentu semua itu tidak terlepas dari kehendak Allah Swt......keinginan dan usaha bukan sesuatu, dan tentu tidak diciptakan...yang dinamakan wujud itu ada bentuknya, seperti manusia, wujudnya ada dikenyataan,,, Burung gagak yang berbuntut Putih atau warnanya putih,,tentu tidak ada dikenyataan krn yg namanya burung gagak itu berwarna hitam.tapi burung gagak berwarna putih ini ada dipikiran atau fi dzini...inilah yang dinamkan amrun i'tibari atau dzihni, adanya itu hanya dipikiran saja...begitu juga dengan keinginan atau kecenderungan dihati amrun i'tibari......Wallahu 'alam

ust al muttaqien, bagaimana bisa rencana seseorang itu bisa di sebut amrun iktibari? padahal dia wujud, terlepas dari iradah yang ada pada makhluk dan khalik, bukankan ikhtiar, iradah, itu wujudi ? buktinya wujud, kan ada perbedaan diantara orang yang punya keinginan dan tidak punya keinginan, karena jikalau ini amrun iktibari, sungguh tidak ada beda antara orang punya keinginan dan tidak punya keinginan, atau bisa ust muttaqien sebutkan referensi matan kitab yang menyatakan secara jelas ikhtiar ini amrun iktibari.

This comment has been removed by the author.

فإذا كان الله خلق في إرادة الشر ,وخلق لي الشر,فكيف يحاسبني عليه؟؟وهل سيكون معنى الكسب إلا أني تلبست بهذا الفعل ولو على كره مني؟؟


الجواب ::أن الاشاعرة يقولون قوله تعالى :وما تشاءون إلا أن يشاء الله (الانسان :30

وقوله تعالى :الله خلق كل شىء..

لا يتوجه على الميلان القلبي للإنسان نحو الخير, أو الشر, فاالميلان القلبي لا يسمى شيئا ,والله تعالى يحاسبه عباده على هذا الميلان القلبي, أو التوجه نحو الشر, أو الخير

""ويقول الأشاعرة بأن القدرة يستخدمها الانسان بعد ميلاد القلبي. والميلان القلبي أمر اعتباري غير موجود في الخارج

والملان من الأمور الذهنية, وهي غير قابلة للمخلوقية, وميلان القلب يتحول إلى رغبة وإلى إرادة, ومن الارادة يأتي القصد, ففعل هذا الشىء عنه أى صدوره عن الانسان. فنقول :التأثير من الله, والكسب من العبد.

Rencana atau kecenderungan yang ada dihati manusia itu memang amrun ''i'tibary bukan arn maujudi.. manusia hanya dinisbahkan kepada kasbun atau usaha, atau keinginan, atau kecenderungan yang ada dihati, sedangkan Allah Swt sajalah yang memberi pengaruh, Kasbun, usaha atau kecenderungan yg ada dihati MEMANG ada wujudnya tapi i'tibari...sedangkan wujud i'itbari itu tidak disebut sesuatu karena tidak diciptakan..ini saya ambil dari kitab الوسيط في عقاعئد الامام الأشعرة .....

الوسيط في عقاعئد الامام الأشعري .....

Ustad Almuttaqien Matodang, terus terang kami belum bisa memahami bagaimana bisa di katakan "keinginan" pada manusia adalah amrun i'tibari, padahal bisa kita perdapatkan adanya perbedaan antara kita saat punya keinginan dengan saat kosong dari keinginan tersebut. Hal ini menunjuki ia ada walaupun tidak terlihat mata, sama seperti halnya akal, ia wujud walaupun tidak berbentuk yang bisa di lihat oleh mata.

Di bawah ini kami bawa nash Imam Dusuqi 'ala Ummul Barahain halam 164; mungkin bisa kta diskusikan bersama ;

ان العبد مختار بحسب الظاهر وإلا فمآله للجبر لأن اختياره بخلق الله فالعبد مختار ظاهرا مجبور باطبا فهو مجبور فى صورة مختار خلافا للمعتزلة القائلين انه مختار ظاهرا وباطنا وللجبرية القائلين انه مجبور ظاهرا وباطنا

Ustad Almuttaqien Matodang, terus terang kami belum bisa memahami bagaimana bisa di katakan "keinginan" pada manusia adalah amrun i'tibari, padahal bisa kita perdapatkan adanya perbedaan antara kita saat punya keinginan dengan saat kosong dari keinginan tersebut. TANGGAPAN : keinginan atau kasbun memang amrun i'tibari, dalam artian bukan berarti tidak wujud, wujudnya ada namun hanya di dzhini, tentu berbeda dengan saat kosong keinginan, karena bila dikatakan saat kosong keinginan berarti itu amrun 'adami..amrun adami berbeda dengan amrun 'i'tibari

Hal ini menunjuki ia ada walaupun tidak terlihat mata, sama seperti halnya akal, ia wujud walaupun tidak berbentuk yang bisa di lihat oleh mata. TANGGAPAN : kan sudah saya jelaskan bahwa keinginan itu ada? lantas adakah pernyataan sy meniadakannya? tentu.adanya itu berkaitan dengan amrun i'tibari...sekali lagi ini tidak sama dengan keinginan yg kosong.

ان العبد مختار بحسب الظاهر وإلا فمآله للجبر لأن اختياره بخلق الله TANGGAPAN_ ya..memang benar. bahwa manusia itu yang berkeinginan, ada kasbun bagi manusia,dan sedangkan ketika terjadi perbuatan, tentu itu Allah Swt yang menciptakan perbuatan itu, dan tentunya yang diciptakan itu adalah perbuatan, gerakan dan sebagainya, dan bukan keinginan yang berupa 'azam atau kecenderungan yang ada didalam hati atau kasbun.

saya kasih contoh pertanyaan. Bisakah melihat dalam pikiran antum ada sebuah gunung yang tercipta dari emas ?? tentu jawabannya bisa, kita bisa menggambarkan dalam pikiran kita ada sebuah gunung yang tercipta dari emas..namun, apakah ada gunung tersebut di realita atau kenyataan ?? tentu tidak adakan? tapi adanya dalam pikiran, trgambar disitu..LANTAS apakah gunung yg tercipta dari emas itu bisa disebut makhluk? dalam artian diciptakan wujudnya ada direalita??

فالعبد مختار ظاهرا مجبور باطبا فهو مجبور فى صورة مختار خلافا للمعتزلة القائلين انه مختار ظاهرا وباطنا وللجبرية القائلين انه مجبور ظاهرا وباطنا TANGGAPAN_ coba antum jelaskan kalimat diatas, bagaimana maksud diatas..setelah itu, nanti sy coba untuk meanggapinya Insya Allah...

dan Alhamdulillah sy juga punya kitab Imam Dusuqi 'ala Ummul Barahain..dan ini lagi sy pegang dan baca.

trmkasi Ust matondang atas penjelasannya, saya sdkit2 sudah mulai memahaminya, mohon maaf,, boleh ust minta file kitab الوسيط في عقاعئد الامام الأشعري, , atau link downloadnya,soalnya sudah kami cari di internet, tetapi tidak bisa kami temukan.

Mohon maaf, saya juga ikut diskusi..
Ustd Almuttaqien menyatakan bahwa kecendrungan hati itu amrun in'tibari, dan bukan sesuatu sehingga tidak sah di katakan di ciptakan..
--------------------
Padahal amrun i'tibari tersebut adalah salah satu syai` (sesuatu). walaupun ia tidak sampai pada tingkatan maujud..

ketika kita katakan kasbu itu amrun i'tibari, kenapa tidak sah di katakan ia "di ciptakan" , walaupun ia amrun i'tibari namun ia bukanlah amrun i'tibari ikhira'i...ini pun kalau kita terima kasbu dan kecendrungan itu amrun i'tibari..

Masalah gunung emas yang ada dalam pikiran kita.
----------------
Kalau gunung emas yang ada dalam pikiran kita memang bukan makhluk..
namun perbuatan hati kita menghayalkan gunung emas kan memang makhluk ..demikian juga kecendrungan hati untuk melakukan sesuatu..yg makhluknya bukan sesuatu yg akan di lakukan tersebut tetapi kecendrungan hati tersebut...
Bagaiman kalau seandainya pemahaman demikian ustad..mohon di tanggapi..ana lagi belajar masalah aqidah ini...

Keinginan dalam hati sudah ada sebelum perbuatan tersebut hasil. Lalu kalau kita katakan keingian itu bukan di ciptakan, bagaimana bisa ia ada??

Bahkan beberapa nash kita juga menunjuki bahwa kasbu itu adalah di ciptakan,

Nash kitab Kaukab as-Sari fi Haqiqat Juz`i al-Ikhtiyari karangan Syeikh Abdul Ghani an-Nabulusi hal 14 :

والثانى من المذاهب الثلاثة مذهب الاشاعرة وهم جماعة ابى الحسن الاشعري ينسبون اليه لقولهم بقوله فى متابعة اقواله واستنباط الاقوال من مفاهم اقواله. وذهبهم فى افعال العباد الاختيارية ان الله تعالى اذا اراد ان يخلق للعبد افعالا اختيارية هى مناط تكليفه فى الخير والشر والنفع والضر خلق له اختيارا جزئيا لتلك الافعال يجبر الله تعالى العبد فى خلقه ذلك الاختيار له.
فالعبد عندهم مختار فى افعاله مجبور فى اختياره وهو الجبر المتوسط دون الجبر المحض الذى هو مذهب الجبرية المذكور فيما سبق
فالله عند الاشاعرة يخلق الاختيار للعبد عند خلق الافعال له فتنسب الافعال المخلوقة فى العبد للعبد

Nah dalam nash tersebut dengan jelas disebutkan bahwa ikhtiyar juga dikatakan makhluk (di cpitakan).

Demikian juga dalam nash kitab Hasyiah Abdul Hakim 'ala Syarah Aqidah Nasafiyah jilid 4 hal 241 Cet. Dar Kutub Ilmiyah

فان قلت : تلك الارادة التى من شأنها الترجيح حادثة فهي إما بارادة العبد فيلزم التسلسل واما بارادة الله تعالى فيكون مجبورا ؟
قلت : تلك الارادة مخلوقة لله تعالى والعبد مجبور فى نفس تلك الصفة إلخ

Tgk.anonym ,, saudara muttaqien bertanya diatas " bagaimana maksud mukhtar dzahir dan majbur batin " ,,,, makanya belum dibls2 pertanyaan tgk.anonym ..

Lanjut....
Nyimak .....

Almuttaqien ,,, antum bilang kasbun itu amrun itibari jadi dia bukan Syaiun ... Coba dilihat lg tulisan2nya ? Apa ga salah nulis tu ? ,,,,

Ma ma'na kasb wa ma ma'na Syai' ??????


فالعبد مختار ظاهرا مجبور باطبا فهو مجبور فى صورة مختار خلافا للمعتزلة القائلين انه مختار ظاهرا وباطنا وللجبرية القائلين انه مجبور ظاهرا وباطنا


Ok, coba ana tulis pemahaman ana, kalau salah nanti di beritahu ya..

Maksudnya adalah manusia itu secara dhahir memiliki pilihan sendiri dalam perbuatannya. namun secara batin manusia itu juga majbur tetapi dalam rupa memiliki pilihan. maksudnya karena iradah dan kehendak manusia itu adalah ciptaan Allah maka secara bathin manusia itu juga majbur..

Mohon di lanjutnya.......semoga ana dapat banyak ilmu

Silahkan di lanjutkan diskusinya..kami juga terus menyimaknya,,,semoga kami mendapatkan manfaat yg besar..

sebelum saya tanggapi satu persatu...saya berharap yang komentar disini tidak menggunakan ANONIM....agar dapat saling kenal dan bersilaturahmi..

Masalah gunung emas yang ada dalam pikiran kita.
----------------
Kalau gunung emas yang ada dalam pikiran kita memang bukan makhluk..
namun perbuatan hati kita menghayalkan gunung emas kan memang makhluk ..demikian juga kecendrungan hati untuk melakukan sesuatu..yg makhluknya bukan sesuatu yg akan di lakukan tersebut tetapi kecendrungan hati tersebut...TANGGAPAN_ sebenarnya sangat mudah sekali memahaminya. kasbun atau kecenderungan hati itu perkara i'tibari..artinya wujudnya ada, namun hanya di dzhini...dan tidak ada direalita kenyataan...sedangkan perbuatan, atau gerakan itu sendirilah yang diciptakan, karena memang nyata wujudnya ada....makanya tidak semua Wujud itu diciptakan, contoh nya gunung emas..burung gagak berbuntut putih..wujudnya ada..tapi didzhini..

ketika kita katakan kasbu itu amrun i'tibari, kenapa tidak sah di katakan ia "di ciptakan" , walaupun ia amrun i'tibari namun ia bukanlah amrun i'tibari ikhira'i...ini pun kalau kita terima kasbu dan kecendrungan itu amrun i'tibari..TANGGAPAN_ karena amrun i'tibari wujudnya hanya ada didzhini, tidak ada direalita ...

Keinginan dalam hati sudah ada sebelum perbuatan tersebut hasil. Lalu kalau kita katakan keingian itu bukan di ciptakan, bagaimana bisa ia ada?? TANGGAPAN_ kapan saya katakan bahwa keinginan hati itu tidak ada? mohon dipahami lagi apa yang saya sampaikan diatas.....kecenderungan hati itu ada, tapi adanya itu termasuk amrun i'tibari...sedangkan amrun i'tibari tidak dikatakan sesuatu dalam artian diciptakan...karena tidak semua wujud itu diciptakan.contohnya sudah berulang kali saya sampaikan...contoh nya gunung emas..burung gagak berbuntut putih..wujudnya ada..tapi didzhini..

This comment has been removed by the author.
This comment has been removed by the author.

Demikian juga dalam nash kitab Hasyiah Abdul Hakim 'ala Syarah Aqidah Nasafiyah jilid 4 hal 241 Cet. Dar Kutub Ilmiyah

فان قلت : تلك الارادة التى من شأنها الترجيح حادثة فهي إما بارادة العبد فيلزم التسلسل واما بارادة الله تعالى فيكون مجبورا ؟
قلت : تلك الارادة مخلوقة لله تعالى والعبد مجبور فى نفس تلك الصفة إلخ

TANGGAPAN---

sekali lagi, ini menjelaskan masalah irodah..tentu Allah Swt menciptakan Irodah kepda Manusia , majbur disitu karena memang manusia tidak menciptakan irodahnya sendiri..Allah Swt lah yang menciptakan...bukankah ada kalam ulama mengatakan : AKU PUNYA KEHENDAK, DAN ALLAH JUGA PUNYA KEHENDAK, NAMUN KEHENDAK ALLAH SWT LAH YG TERJADI


Maksudnya adalah manusia itu secara dhahir memiliki pilihan sendiri dalam perbuatannya. namun secara batin manusia itu juga majbur tetapi dalam rupa memiliki pilihan. maksudnya karena iradah dan kehendak manusia itu adalah ciptaan Allah maka secara bathin manusia itu juga majbur.. TANGGAPAN

sebenarnya anta harus mengetahui pada saat kapan manusia itu majbur atau iktiyari....gerakan jantung yang ada ditubuh manusia itu majbur.karena memang manusia tidak mempunyai kehendak untuk mengaturnya..gerakan tangan ketika berjalan..dan sebagainya.... LANTAS kalau begitu apa bedanya dengan KAUM jabariyah yang mengatakan semuanya diciptakan ?

Almuttaqien ,,, antum bilang kasbun itu amrun itibari jadi dia bukan Syaiun ... Coba dilihat lg tulisan2nya ? Apa ga salah nulis tu ? ,, TANGGAPAN_

iaa tidak salah....memang begitu....

Ma ma'na kasb wa ma ma'na Syai' ??????

kasbun dalam pembahasan disini berbentuk kecenderuangan dihati, dan sedangkan syai disini, sesuatu yang wujudnya ada direalita, diciptakan..dan bukan sesuatu yang dikatakan makhluq....makanya tidak dikatakan sesuatu, diciptkan,,makhluq

SAYA TIDAK MENANGGAPI YANG ANONIM..

فالله عند الاشاعرة يخلق الاختيار للعبد عند خلق الافعال له فتنسب الافعال المخلوقة فى العبد للعبد

Nah dalam nash tersebut dengan jelas disebutkan bahwa ikhtiyar juga dikatakan makhluk (di cpitakan).

TANGGAPAN

Tentu jelas iktiyar disitu memang diciptakan..karena manusia diberikan qudroh oleh Allah Swt..dan Allah menciptakan pilihan kepada makhluq, keburukan. kebaikan. cantik. jelek...Allah menciptakan pilihan2 itu semua bagi manusia.....dan berbeda dengan kasbun..atau kecenderungan hati...adanya hanya di dzhini, amrun 'itibari..sedangkan Sifat qudroh Allah Swt tidak ta'aluq kepada amrun i'tibari...

oh gtu..saya tidak tahu ..diinternet ada atau tidak..sy beli langsung ditokoh buku..

lalu, pakah mail qalbi itu bukan iradah?
ana anonim di atas..salam kenal..semoga bisa berbagi ilmu

saya yang belum bisa saya cerna adalah penjelasan ustd bahwa kasbu/keinginan hati amru i'tibari itu tidak dikatakan sesuatu sehingga tidak dikatakan ia diciptakan..
ketika hati membayangkan gunung emas, maka memang benar bahwa gunung emas itu tidk ada, namun perbuatan hati kita membayangkan gunung emas itu merupakan "sesuatu" yang memang di ciptakan pencipta..kami rasa antara sesuatu yang di bayangkan dengan membayangkan sesuatu adalah dua hal yang berbeda..

kalau pada contoh membayangkan gunung emas, maka yang tidak ada hanya gunung emasnya, namun perbuatan hati menggambarkan gunung emas itu adalah hal yang ada walaupun tidak bisa di lihat dengan alat indra..

mungkin sebelumnya perlu juga penjelasan apakah iradah, kasbu, mail qalbi itu adalah hal yang sama atau berbeda..

semoga ustad Almuttaqien bersedia dan tidak bosan mau melanjutkannya,,diskusi masalah ini satu hal yang penting bagi kami..semoga kami bisa mendapatkan banyak ilmu

Almuttaqien ,,, mana ibarat kitabnya kalo " kasbun " itu kecendrungan hati ? Klo dikitab yg ente bawa , tidak ditulis kecendrungan hati adalah kasbun atau sbaliknya ....

Almuttaqien ,, kata anda " Syai disini adalah sesuatu yg wujud pada realita , diciptakan " ..

Pertanyaannya , apa definisi Syaiun dan apa definisi Maujudun ???? ,,,

Almuttaqien , anta bilang gerakan jantung , gerakan tangan ketika berjalan itu Majbur ..
Dan anta bilang lagi " lalu dimana bedanya dengan Jabariyah ? " ,,,,

Coba surah dulu beat matan Jauhar Tauhid " Falaisa majbuuran wa laa ikhtiyaaran " ??? ....


lalu, pakah mail qalbi itu bukan iradah?

TANGGAPAN

coba antum baca dan pahami bait'' dibawa ini..mudah2an bisa dimengerti


والملان من الأمور الذهنية, وهي غير قابلة للمخلوقية, وميلان القلب يتحول إلى رغبة وإلى إرادة, ومن الارادة يأتي القصد, ففعل هذا الشىء عنه أى صدوره عن الانسان. فنقول :التأثير من الله, والكسب من العبد.


sekali lagi.SAYA TIDAK MENANGGAPI YANG ANONIM..

salam kenal ustad..barokallahu fik :)

Jadi apapun itu yg tidak dapat ditemukan dengan panca indra yg lima apakah dikatakan juga " Tidak diciptakan " ???? Ustad Almuttaqien , seperti surah anta bahwa amrun dzihni / amrun i'itbary itu tidak diciptakan karna wujudnya tidak nyata pada realita ...

Salam kenal dan silaturrahim dari hamba Allah ....


Iya , beat kitab ustad almuttaqien saya sudah faham ,, tapi menurut ustad " Al Huduuts / baharu " itu kira2 ada berapa ma'na ??? Dan tlg jelaskan bagian2 yg tergolong kedalam pembagian ma'na huduuts ...

Salam dari hamba Allah ...

Ada baiknya ustad Anonim menggunakan profil yang bisa di kenali...sehingga bisa terjalin ukhwah lebih dekat

Cukup kenali saya sbg hamba Allah saja ...

Bait kitab ustad Muttaqien sy sdh faham , ustad muttaqien tidak mau menjawab pertanyaan2 saya diatas karna saya anonim atau memang ga bisa jawab ???? ....

Baiklah pesan saya buat ustad Muttaqien ; " lebih banyak lagi baca Kitab-kitab Tauhid dan kitab2 yg memperkuat akal untuk mendalami Tauhid , seperti Mantiq dan Maqulat " ,,,,

Sekian , salam dari hamba Allah ....

sayang disukusi ini sudah satahun lampau, dan baru ini kali saya bisa menyimak, adakah lanjutan dari diskusi ini ? hehehehe

assalamualaikum ustaz, saya hendak bertanya.. apakah contoh contoh wahdaniyah? maaf saya kurang jelas

wa'alikum salam

maksud pertanyaannya bagaimana?

satu itu wahdaniyah

Assalamu'alaikum Syaikh. Ilmunya sangat bagus. Adakah wahdaniyah fil-Asma' atau keesaan Allah dalam hal nama-nama-Nya? Mohon penjelasan berdasarkan kitab. email saya brillyyudhowillianto@gmail.com

wa'alaikum salam Wr Wb
terimakasih telah mengnjungi blog kami dan bertanya pada kami
istilah wahdaniah fil asma' tidak terdapat dalam tauhid, mohon perjelas maksud anda!
lebih dan kurang kami ucapkan terimakasih.