Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hukum Lamaran Sebelum Pernikahan

Deskripsi masalah :
manusia dan hewan merupakan makhluk ciptakan Allah swt, dan kepada keduanya Allah berikan nafsu. Jika pada hewan hanya ada nafsu semata-mata, manusia terdapat akal untuk mengimbanginya. Salah satu bentuk keinginan manusia adalah menyalurkan hasrat biologis dengan metode yang halal yaitu menikah.

Peertanyaan :
Apa hukum lamaran sebelum menikah?

Jawaban:
Hukum khitbah/lamaran adalah sunat, maksudnya disunatkan bagi pihak laki-laki untuk meminang si perempuan sebelum terjadinya akad nikah, dan disunatkan juga untuk membaca khutbah sebelum lamaran dan sebelum ijab nikah. Sebagaimannya khutbah pada umumnya, maka disunatkan untuk dimulai dengan memuji kepada Allah kemudian membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah saw, wasiat takwa kepada Allah, dan kemudian mengucapkan
“saya datang kepada kalian untuk meminang saudara kalian” atau “saya datang kepada kalian untuk meminang anak gadis kalian”, adapun bila diwakilkan pada orang lain untuk meminang, seperti orang tuanya, maka diucapkan “saya datang kepada kalian untuk meminang saudara kalian untuk anak saya, dan lain sebagainya”.

Haram mengkhitbah wanita yang sedang dalam masa iddah, baik iddah talak raj’i (satu atau dua) atau iddah talak bain (tiga), baik iddahnya dengan sebab talak, fasah (membatalkan akad nikah), atau karena meninggal suaminya. Dan boleh menyindir (kata-kata yang tidak menunjuki secara jelas kepada keinginan untuk menikah) wanita yang menjalani masa iddah bukan karena talak raj’i, contohnya seperti mengatakan “kamu cantik”, dan lainnya.

Seseorang yang menalak istrinya dengan talak tiga maka tidak diperbolehkan untuk meminang istri tersebut melainkan sudah menikah dengan dengan orang lain (muhallil), dan sudah lalu iddah dengan muhallil tersebut. Dan diharamkan melamar perempuan yang telah dilamar oleh orang lain karena ada hadis Rasulullah yang diriwayat oleh imam Bukhari dan imam Muslim:

وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ

Artinya : tidak boleh untuk meminang perempuan yang telah dipinang oleh orang lain melainkan telah ditinggalkan/putus hubungan oleh peminang terdahulu, atau diizinkan untuk dipinang oleh peminang terdahulu.

Referensi :
I’anatut thalibin jilid 3 hal 264

ويسن خطبة بضم الخاء من الولي له أي للنكاح الذي هو العقد بأن تكون قبل إيجابه فلا تندب أخرى من المخاطب قبل قبوله كما صححه في المنهاج بل يستحب تركها خروجا من خلاف من أبطل بها كما صرح به شيخنا وشيخه زكريا رحمهما الله لكن الذي في الروضة وأصلها ندبها.
وتسن خطبة أيضا قبل الخطبة وكذا قبل الإجابة فيبدأ كل بالحمد والثناء على الله تعالى ثم بالصلاة والسلام على رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم يوصي بالتقوى ثم يقول في خطبة الخطبة: جئتكم راغبا في كريمتكم أو فتاتكم وإن كان وكيلا: قال: جاءكم موكلي أو جئتكم عنه خاطبا كريمتكم فيخطب الولي أو نائبه كذلك ثم يقول لست بمرغوب عنك.
ويستحب أن يقول قبل العقد أزوجك على ما أمر الله به عز وجل من إمساك بمعروف أو تسريح بإحسان.
فروع يحرم التصريح بخطبة المعتدة من غيره رجعية كانت أو بائنا بطلاق أو فسخ أو موت.
ويجوز التعريض بها في عدة غير رجعية وهو: كأنت جميلة ورب راغب فيك.
ولا يحل خطبة المطلقة منه ثلاثا حتى تتحلل وتنقضي عدة المحلل إن طلق رجعيا وإلا جاز التعريض في عدة المحلل.
ويحرم على عالم بخطبة الغير والإجابة له خطبة على خطبة من جازت خطبته وإن كرهت وقد صرح لفظا بإجابته إلا بإذنه له من غير خوف ولا حياء أو بإعراضه: كأن طال الزمن بعد إجابته ومنه سفره البعيد.

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Hukum Lamaran Sebelum Pernikahan