Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Sejauh Mana Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak?

Sejauh Mana Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak?.
Add caption

Deskripsi masalah:
Orang tua adalah cerminan bagi anak-anaknya, jika orang tua berakhlak buruk maka anak-anaknya juga akan berakhlak buruk. orang tua adalah pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan dan psikologis seorang anak. Keberhasilan anak-anaknya dalam beragama adalah saat orang tua mau membimbing anak-anaknya dalam menaati perintah Allah dan menjahui larangannya. Initinya, orang tua adalah pendidikan dan kebutuhan yang sangat penting dalam mendidik anak, lebih-lebih lagi dalam kehidupan beragama, seperti mengajari salat mulai masa kanak-kanak hingga ia telah baligh.

Pertanyaan:
Sejauh mana kewajiban orang tua memerintah anaknya yang belum baligh untuk mengerjakan shalat ???

Jawaban:
Orang tua atau Wali wajib memerintahkan anaknya yang belum baligh tapi sudah mumayyiz (anak yang sudah bisa makan, minum sendiri ) untuk mengerjakan salat (walaupun salat qadha) dan wajib mengajari dan memerintahkan supaya anak memenuhi segala syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam salat.

Orang tua wajib memarahi bahkan memukul (pukulan yang tidak melukai) anak-anaknya yang telah berusia sepuluh tahun jika mareka meninggalkan salat atau meninggalkan syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam salat, sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda "perintahkanlah anak-anak mu yang sudah sampai umur tujuh tahun untuk mengerjakan salat dan pukul lah mareka jika mareka telah mencapai umur sepuluh tahun".

Orang tua juga wajib melarang anak-anaknya dari segala yang di larang dalam Agama dan wajib memerintahkan mereka untuk mengerjakan segala sesuatu yang diperintahkan dalam Agama. Orang tua juga wajib mengajari anak-anaknya segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya walau itu adalah pekerjaan Sunat dan kewajiban tersebut bagi orang tua berlaku hingga si anak telah baligh.

Adapun hikmah memerintahkan hal demikian kepada mareka adalah agar mareka terbiasa dalam mengerjakan ibadah dan tidak akan mudah meninggalkannya ketika mareka sudah baligh kelak. Memukul mareka bukan berarti menyiksa tetapi mendidik mareka agar benar dan beradab dalam beragama.

Referensi
Iaanatutalibiin juz 1 hal 24, cet Tuha putra
ويؤمر ذو صبا ذكر أو أنثى مميز بأن صار يأكل ويشرب ويستنجي وحده أي يجب على كل من أبويه وإن علا ثم الوصي. وعلى مالك الرقيق أن يأمر بها أي الصلاة ولو قضاء وبجميع شروطها لسبع أي بعد سبع من السنين أي عند تمامها وإن ميز قبلها. وينبغي مع صيغة الأمر التهديد ويضرب ضربا غير مبرح وجوبا ممن ذكر عليها أي على تركها ولو قضاء أو ترك شرط من شروطها لعشر أي بعد استكمالها للحديث الصحيح: مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين وإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها [رواه الترمذي رقم: ٤٠٧, وأبو داود رقم: ٤٩٤, والدارمي رقم: ١٤٣١, والحاكم في المستدرك رقم: ٩٤٨, ١/٣٨٩] , كصوم أطاقه فإنه يؤمر به لسبع ويضرب عليه لعشر كالصلاة.
وحكمة ذلك التمرين على العبادة ليتعودها فلا يتركها.
وبحث الأذرعي في قن صغير كافر نطق بالشهادتين أنه يؤمر ندبا بالصلاة والصوم يحث عليهما من غير ضرب ليألف الخير بعد بلوغه وإن أبى القياس ذلك. انتهى.
ويجب أيضا على من مر نهيه عن المحرمات وتعليمه الواجبات ونحوها من سائر الشرائع الظاهرة ولو سنة كسواك وأمره بذلك ولا ينتهي وجوب ما مر على من مر إلا ببلوغه رشيدا وأجرة تعليمه ذلك كالقرآن والآداب في ماله ثم على أبيه ثم على أمه.

Mahalli juz 1, hal 139, cet Haramain.

(ويؤمر بها لسبع ويضرب عليها لعشر) لحديث أبي داود وغيره «مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين، وإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها» وهو حديث صحيح كما قاله المصنف في شرح المهذب.
قال: والأمر والضرب واجب على الولي أبا كان أو جدا أو وصيا أو قيما من جهة القاضي، وفي الروضة كأصلها: يجب على الآباء والأمهات تعليم أولادهم الطهارة والصلاة بعد سبع سنين، وضربهم على تركها بعد عشر سنين

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Sejauh Mana Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak?