Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Fatwa ulama: Membaca صدق الله العظيم dalam shalat

Deskripsi masalah:

Dalam setiap selesai membaca Al quranul karim kebiasaan manusia  membaca صدق الله العظيم di akhir penutupannya. Dalam shalat, Al-fatihah dan surat yang dibacakan sesudahnya juga merupakan sebagian ayat dari Al'quran.

Pertanyaan:

1.Apakah hukum membaca صدق الله العظيم setelah membacakan surat dalam shalat?

2.Bila dibaca apakah dapat membatalakan shalat ?

3.Apakah bacaan ini termasuk mengadakan hal-hal buruk dalam agama (bid’ah qabihah) ?

Jawaban:

Membaca  صدق الله العظيم setelah membaca surat boleh dan tidak dapat membatalkan shalat karena itu termasuk zikir yang bukan pembicaraan manusia akan tetapi ini termasuk dalam bid’ah yang tidak ada pada masa Rasulullah SAW. Pada dasarnya yang namanya bid’ah itu qabihah (buruk) selama tidak ada dalil yang menyatakan itu bid’ah hasanah. 

Pengucapan lafad صدق الله العظيم ini tidak sama dengan pengucapan doa ketika ayat-ayat rahmat dan menuntut tolong ketika ayat azab, tidak sama juga seperti pengucapan بلى وأنا على ذلك من الشاهدين pada ketika membaca ayat  اليس الله باحكم الحكمين  karena pengucapan ini termasuk hal yang khusus, bukan seperti  pengucapan صدق الله العظيم yang umum kepada semua ayat Al qur’an, maka karena itu, pengucapan ini jelas qabih (buruk) .  Wallahua’lam bisshawab.

Referensi : Kitab Fatawa Al I’raqiyyi Hal 150 Cet, Darul fathi



Perbedaan Isim Fa’il dan sifat Musyabihat

A. Pengertian isem fai’il

اسم الفاعل : صفة تؤخذ من الفعل المعلوم لتدل على معنى وقع من الوصوف بها او قام به على وجه الحدوث لا الثبوت ككاتب ومجتهد.
Isem fai’il adalah sifat yang diambilkan dari fi’il yang maklum (ma'ruf) supaya menunjuki atas makna yang terjadi dari mausuf atau yang berdiri dengannya atas wajah hudust bukan tsubut, seperti كاتب dan مجتهد .

B. Pengertian sifat musyabihat

الصفة المشبهة : صفة تؤخذ من الفعل اللازم للدلالة على معنى قائم بالموصوف بها على وجه الثبوت لا على وجه الحدوث, كحسن وكريم وصعب.

Sifat musyabihat adalah sifat yang diambilkan dari fi’il lazim supaya mendilalah (indikasi) diatas makna yang berdiri dengan mausuf atas wajah tsubut bukan atas wajah hudust, seperti حسن, كريم dan صعب .

C. Perbedaan isem fa’il dan sifat musyabihat

Perbedaan isem fa’il dan sifat musyabihat ada 5 faktor :

1. Sifat musyabihat menunjuki atas sifat yang tsubut, sedangkan isem fa’il menunjuki atas sifat yang tajaddud.

2. Isem fai’il terjadi pada salah satu zaman yang tiga, sedangkan sifat musyabihat itu bagi makna yang kekal lagi yang hadhir kecuali sifat musyabihat ada disana qarinah yang menunjuki atas khilaf hadhir, seperti

كان سعيد حسنا فقبح.

3. Sifat musyabihat dishighatkan dari fi’il lazim secara qiyasi dan tidak dishighatkan dari fi’il muta’addi kecuali sima’i, seperti رحيم dan عليم.

4. Sifat musyabihat tidak lazim berlakunya atas wazan fi’il mudhari’ pada harakatnya dan sukunnya kecuali apabila dishighatkan dari selain fi’il tsulatsi mujarrad. Sedangkan isem fa’il wajib padanya demikian secara muthlak.

5. Sifat musyabihat boleh diidhafah kepada fa’il bahkan dianggap bagus, seperti حَسَنِ الخُلْق asalnya حَسَنٌ خُلُقُهُ.
Sedangkan isem fa’il tidak boleh diidhafah kepada fa’il, maka tidak boleh kita katakan خليلٌ مُصِيبُ السَهْمِ الهَدفِ artinya مصيبٌ سهمُهُ الهدف.

Referensi:

Jami’ durus, Cet. Darul fikri, hal. 115, 120, 124, 125

Keistimewaan hari dalam seminggu

Berkata sebagian ulama yang bahawasanya bumi dan langit itu diciptakan oleh Allah SWT pada hari Ahad, maka hikmatnya bagi orang yang hendak membangun suatu rumah atau bangunan lainnyauntuk dapat membangun pada hari tersebut.

Kemudian Allah ciptakan Matahari dan bulan pada hari senin dimana sifat keduanya itu berjalan dari arah timur ke arah barat, maka bagi yang hendak berpergian alangkah baiknya untuk bersafar pada hari senin.

Selanjutnya Allah menciptakan segala hewan didarat maupun dilaut pada hri selasa kemudian Allah perbolehkan untuk menyembelihnya (menumpahkan darahnya), hikmatnya orang yang berencana mendonorkan darahnya atau membekam maka yang terbaik dilakukan pada hari selasa.

Pada hari rabu Allah menciptakan segala sungai dan laut dan memperboleh untuk menikmatinya dengan meminumnya, maka terhadap orang yang ingin meminum obat agar dapat meminunya pada hari rabu.

Tepatnya dihari Kamis Allah menciptakan surga dan neraka dan menjadikan surga sebagai tempat keperluan bagi manusia dan menjadikan neraka kelepasan baginya, maka terhadap orang yang ingin ditunaikan hajatnya  dari seseorang yang lain untuk dapat memintanya pada hari kamis

Terakhir Allah ciptakan Nabi Adam AS dan pasangannya siti Hawa pada hari jum'at dan mengawininya pada hari tersebut, maka terhadap orang yang ingin menempuh nikah baiknya melaksanakan pada hari jum'at.

Wallahua'lam bisshawab

Sumber : Kitabussaba'ti  fi mawa'izil bariyyati Hal 39-40

simak juga pemaparannya di :
https://www.youtube.com/watch?v=_woGyYjcmLI


kebaikan mengkonsumsi halal dan kemudharatan haram

Makanan halal merupakan makanan yang wajib kita konsumsi hal ini sangat jelas hadist dari Rasulullah SAW yang bahwa:

طلب الحلال فرىضة على كل مسلم
    "mencari makanan halal itu fardhu diatas tiap orang muslim"

Disamping itu mengkonsumsi makanan halal juga mendapat kelebihan-kelebihan dari Allah SWT, sama halnya seperti mengkunsumsi makanan haram yang membawa kemudharatan kepada jasmani dan rohani. Adapun kelebihan dari mengkonsumsi makanan  halal dan mudharat dari makanan haram menurut penulis dapatkan dari kitab mukhtasar ihyal ulumiddin adalah:
1. Orang yang mengkonsumsi makanan halal selama empat puluh hari maka Allah akan mencahayakan hatinya dan Allah berikan kepadanya gudang hikmah kedalam qalbunya, dalam satu hadist riwayat yang lain disebutkan akan Allah berikan kezuhudan kepadanya.

من اكل الحلال اربعىن ىوما نور الله قلبه واجري ىنابع الحكمة من قلبه
"orang yang makan makanan halal dalam empat puluh hari, maka Allah cahayakan hatinya dan memberikan gudang hikmat dalam hatinya"

2. Doa orang yang menkonsumsi makanan halal di ijabahkan oleh Allah SWT,ini juga terdapat dalam hadist Rasullullah.

ان سعدا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم أن ىسأل الله أن ىجعله مستجاب الدعوة فقال أطب طعمك تستجاب دعوتك
sa'ad menanyakan kepada Rasulullah SAW Supaya Rasulullah meminta kepada Allah SWT agar diterimakan doanya, Rasulullah SAW bersabda : "Perbaguskan makananmu niscaya diterimakan doamu"

Adapun kemudharatan yang ditimbulkan dari makana  haram adalah :
1.Segala malaikat yang berada diatas Baitul maqdis menyeru menyeru tiat-tiap malam kepada kepada orang yang makan haram : "tidak diterimakan bagi kalian amalan yang wajib dan sunat"
2.Orang yang mengkunsumsi makanan haram tidak akan diterimakan shalatnya oleh Allah SWT selama  makan tersebut masih berkekalan padanya.
3.Neraka  terlebih layak bagi pemakan haram.
Ini hanya sebagian kecil yang penulis terjemahkan dari kitab mukhtasar ihya ulumiddin intinya banyak sekali manfaat  bagi badan dan rohani kita seandainya kita mengkonsumsi makan halal dan mudharat dari makanan haram.

Referensi : Mukhtasar ihya ulumuddin Hal 114 Cet, Dar Assalam

https://www.youtube.com/watch?v=8NLzXaOVx1s



donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja