Download kitab Ahsanul kalam fima yata`allaqu bisunnah wal bid`ah min al-Ahkam , أحسن الكلام فيما يتعلق بالسنة و البدعة من أحكام

kitab Ahsanul kalam fima yata`allaqu bisunnah wal bid`ah min al-AhkamKaum wahabi/salafi tidak pernah berhenti mempropagandakan ajaran tabdi` dan takfir mereka. Sebagai golongan khawarij di akhir masa sifat mereka tak jauh berbeda dengan khawrij yang hidup di awal masa Islam, mudahnya membid`ahkan dan mengkafirkan. Mereka akan melakukan berbagai macam upaya untuk meluluskan niat mereka, maka tak heran banyak kitab-kitab para ulama yang mereka tahrif, semuanya ini hanyalah demi mencapai tujuan mereka. Selain itu mereka juga sering mengutip kalam para ulama-ulama besar dengan setengah-setengah untuk mecapai maksud mereka.

Salah satu kasus pengutipan kalam ulama setengah-setengah adalah pengutipan kalam syeikh Muhammad al-Bakhit al-Muthi`y al-Hanafi tentang sejarah maulid, di mana mereka mengutip kalam syekh al-Muthi`I bahwa perayaan maulid pertama kali di lakukan oleh kaum syiah Fathimiyah di Mesir.
Tulisan tentang hal ini telah menyebar luas di internet bahkan beberapa hari yang lalu salah satu dari mereka menulis komentar dalam postingan kami tentang maulid Nabi dengan copi paste dari dunia maya tentang bantahan terhadap dalil perayaan maulid Nabi.

Syeikh Bakhit al-Muthi`i
Syeikh Bakhit al-Muthi`i 
Kami yakini bahwa sang penulis komentar tersebut tidak pernah membaca kitab Ahsanul Kalam tesebut dan juga tidak mengenal siapa Syeikh al-Muthi`i tersebut. Kalau mereka mengetahui siapa syeikh Muhammad Bakhit al-Muthi`I dan juga membaca pemikirian beliau dalam berbagai kitab beliau pasti mereka tidak akan mau mengambil kalam syeikh al-Muthi`i untuk di jadikan sebagai dalil. Hal tersebut karena pengambilan kalam syeikh al-Muthi`i hanya akan menjadi hujjah alaihim bukan lahum.

Maka perlu kami terangkan sedikit profil syeikh al-Muhti`I dan pemikiran beliau. Semoga menjadi pegangan kuat bagi para kawan-kawan aswaja dan membuat kaum wahabi semakin kalang kabut.

Syeikh Muhammad Bakhit al-Muhi`I al-Hanafi di lahirkan di desa Muthi`ah sebuah desa yang masuk dalam wilayah Suyuth pada tahun 1271 H/1856 M. beliau belajar di al-azhar sehingga beliau menjadi seorang fuqaha` di masanya dan di angkat menjadi qadhi  di beberapa daerah dalam beberapa waktu kemudian di angkat menjadi mufti negri Mesir pada tahun 1914 M, beliau wafat tahun 1935 M. beliau banyak meninggalkan murid dii antaranya Sayyid Abdullah Shiddiq al-Ghumary, Syeikh Abdul Wahab Abdul Lathif dll.
Beliau merupakan salah satu ulama yang menentang keras gerakan pembaharuan yang di motori oleh Syeikh Muhammad Abduh. Selain itu beliau juga sangat gencar memperingtatkan umat islam akan bahaya dari pemikiran sesat Ibnu Taimiyah, hal ini terlihat dari salah satu kitab beliau Tadhir Fuad min Dans al-i`tiqad, satu kitab yang beliau karang untuk memperingatkan bahaya pemikiran sesat Ibnu Taimiyah, beliau menyatakan bahwa Ibnu Taimiyah merupakan seorang ahli bid`ah yang gara-gara pemikirannya banyak kalangan yang terjerumus dalam kesesatan. Kalau saja pihak wahabi yang mengutip kalam beliau tentang sejarah maulid tau bagaimana keyakinan syeikh al-Muthi terhadap tokoh idola mereka, Ibnu Taimiyah, pasti mereka akan mencela beliau habis-habisan.
Biografi beliau juga bisa di baca di Dar alifta.org

Kembali ke kitab Ahsanul Kalam. Kitab ini dapat kita katakan sebagai kitab penolak paham tabdi` dan takfir kaum wahabi, di mana banyak amalan yang di anggap bid`ah oleh kaum wahabi tetapi justru di bolehkan oleh Syeikh al-Muthi`idalam kitab tersebut.

Untuk masalah maulid, Syeikh al-Muthi`i memulainya tepat pada halaman 59 dengan menceritakan asal mula perayaan maulid di mesir yang di lakukan oleh kuam Syiah Fathimiyah, kemudian al-Muthi`I menceritakan jalannya perayaan maulid pada masa Syiah berkuasa di Mesir. Kemudian pada halam 63, syeikh al-Muthi`I mulai mengutip pujian Abu Syamah terhadap perayaan maulid pada masa beliau, kemudian di lanjutkan dengan mengutip kalam Imam Suyuthi dalam kitab Husnul maqashid.

Pada halaman 70, syeikh al-Muthi`i mulai mengambil kesimpulan. Kesimpulan beliau sama dengan yang di tuliskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam Sayuthi dan juga ulama-ulama lainnya. Kaum anti maulid yang mengutip kalam beliau, tidak lagi membaca kesimpulan beliau ini, tetapi mereka menutup mata sebagaimana matahati mereka telah tertutup.

Atas dasar inilah, maka kami merasa perlu mengupload kitab Ahsanul kalam, supaya menjadi lampu bagi menerangi tipuan-tipuan dari kaum wahabi sesat.

Kitab Ahsanul kalam fima yata`allaqu bisunnah wal bid`ah min al-Ahkam
bisa didownload DI SINI.

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Assalamualaikum Wr. Wb.

    Admin, adakah terjemahan kitab tersebut.
    Sebelum dan sesudahnya terima kasih.

    Wassalam.

    BalasHapus
  2. wa`alaikum salam wr wb.
    Sampai saat ini kami belum menemukan terjemahan kitab ini, Insya Allah kedepan kami akan berusaha menerjemahkannya..

    BalasHapus