Tata Cara Shalat Sunat Tasbih

shalat sunat tasbihPara 'Ulama menyebutkan bahwa yang lebih utama pada malam nishfu Sya’ban adalah melaksanakan shalat tasbih yang diajarkan Nabi Muhammad Saw kepada Paman beliau, Sayyidina ‘Abbas ra sebagaimana disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hijazi al-Fasyani dalam kitabnya, Tuhfat al-Ikhwan fi Qiraat al-Mi'ad fi Rajab wa Sya'ban, cet. II (Mesir: al-Kastaliyah, 1297 H), hal. 65.
Shalat tasbih berjumlah 4 raka’at dengan sekali salam bila dilakukan di siang hari dan dengan dua kali salam bila di lakukan di malam hari.

Tata cara shalat tasbih:

  1. Takbiratul-Ihram (bersamaan niat).
  2. Membaca do’a Iftitah. 
  3. Membaca Surat al-Faatihah.
  4. Membaca surat-surat dari al-Qur`an, bisa memakai surat permulaan yaitu surat al-Hadiid, surat al-Hasyr, surat Shaff dan surat al-Taghabun ataupun memakai surat al-Zalzalah, al-‘Adiyat, al-Takatsur dan al-Ikhlas.
  5. Membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 15 kali (sebelum ruku’).
  6. Ruku’ dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali.
  7. I’tidal dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali.
  8. Sujud dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali.
  9. Duduk di antara dua sujud dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali.
  10. Sujud yang kedua dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali.
  11. Duduk Istirahah (sebelum bangun untuk berdiri) dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali. 
  12. Tasyahud dan membaca سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebanyak 10 kali.

Semuanya berjumlah 75 kali tasbih dalam setiap raka’at.

Dan berdo’a setelah usai tasyahud akhir sebelum salam dengan memakai doa :

 اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ الهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ اليَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتَّى نَخَافَـكَ اَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ مَخَافَةَ تُحْجِزُنَا عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى نَعْمَلَ بِطَاعَتِـكَ سُبْحَانَ خَالِقَ النُّوْرُ. والصَلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ 

"Ya Allah aku meminta pada-Mu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nashihat-nashihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (pada-Mu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (pada-Mu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara syubhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga akupun dapat takut kepada-Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta pada-Mu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan pada-Mu, sehingga dengan taat pada-Mu akupun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridha-Mu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan kumurnikan pada-Mu nasehat karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan pada-Mu karena wujudnya prasangka baik kepada-Mu. Maha Suci lah Allah Sang Pencipta Cahaya".

Sumber http://www.piss-ktb.com

Posting Komentar

11 Komentar

  1. kalau shalat tasbih dikerjakan secara berjamaah, dan tasbih dibacakan dengan jihar bersama-sama, apakah bisa membatalkan shalat atau tidak...Atas jawabannya terimakasih

    BalasHapus
  2. shalatnya memang tidak batal, namun mengerjakan shalat tasbih yang demikian tidak sesuai dengan yang di anjurkan, karena tidak ada shalat yang bacaannya dibaca jihar bersama-sama...

    BalasHapus
  3. Info tentang tata cara shalat sunat tasbih diatas sangat bermanfaat, khususnya buat saya, trimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, semoga bermanfaat dan silahkan di share

      Hapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Saya pernah dapat keterangan tentang sholat tasbih secara brjemaah dan katanya sholat tasbih berjemaah itu merupakan sholat sunnah yang tidak dianjurakan (Tidak dianjurkan untuk dilakukan berjemaah).
    1). Apakah itu benar .. ?
    2). Dan apakah tetap mendapat pahala berjemaah bila itu benar (tidak dianjurkan berjemaah)?.
    3). Kalau seandainya tetap mendapat pahala tentunya kan lebih enak berjemaah (semisal suami istri).
    Lalu cara dalam berjemaah tersebut saat pembacaan surah alfatihah & surah setelah alfatihah, apakah dijiharkan seperti halnya sholat isya' yang juga 4 raka'at d malam hari?.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hukum shalat tasbih secara berjamaah, bisa juga di baca dalam tulisan kami di
      http://lbm.mudimesra.com/2014/06/hukum-shalat-tasbih-berjamaah.html

      Hapus
  7. Terima kasih atas kunjungan dan kontribusinya..semoga bermanfaat dan usaha dagang tasbih batu gioknya lancar

    BalasHapus