Abu Mudi: Awaluddin Ma'rifatullah

Abu MudiPada malam tanggal 07 Mei 2007 ba’da Isya pengajian TASTAFI (Tasawuf Tauhid Fiqih) asuhan Abu Mudi diadakan di Mesjid Bujang Salim Krueng Geukuh Aceh Utara,
dalam pengajian tersebut Abu Mudi menjelaskan tentang Awaluddin Ma’rifatullah (Awal Agama adalah mengenal Allah ).

Intisari dari pengajian tersebut adalah:
  1. Kata AWALUDDIN ada dua pengertian,
    pengertian yang pertama adalah ditinjau kepada Wali, maka maksud Awaluddin Ma’rifatullah adalah seorang wali berkewajiban untuk mengajari tauhid kepada anaknya yang berumur 6 tahun, paling kurang tentang adanya Allah sebagai tuhan yang kita sembah, karena saat si anak berumur 7 tahun wajib bagi wali untuk memerintahkan kepada anaknya yang berumur 7 tahun sampai baligh untuk shalat.
    Pengertian yang kedua adalah ditinjau kepada anak yang sudah baligh, maka maksud Awaluddin Ma’rifatullah adalah tugas pertama bagi orang yang sudah baligh itulah mengenal Allah.
  2. Kata Ma’rifah pada Awaluddin Ma’rifatullah adalah bermakna Iman, yaitu beriman tentang adanya Allah SWT sebagaimana yang telah diartikan dalam kitab Ihya Ulumiddin oleh Imam Al-Ghazali.
    Orang yang sudah baligh kewajiban pertama baginya ialah beriman tentang adanya Allah SWT karena saat sesorang sudah baligh maka wajib baginya melaksanakan shalat lima waktu yang sudah barang tentu harus diawali oleh tauhid.
Dan seiring berjalannya waktu kita terus belajar Tauhid, Fiqh dan Tasawuf yang berdasar pada Ahlussunnah wal Jama’ah yaitu mengikuti Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-maturidi ( Ilmu Tauhid ), Imam Mazhab yang empat ( Ilmu Fiqh ) dan Abu Junaid Al-Bagdadi/Imam Al-Ghazali ( Ilmu Taswuf ).


Posting Komentar

0 Komentar