Fatwa Abuya Muda Waly: Bekerja karena gaji

Soal;

Bagaimanakah kita makan gaji pada pemerintah, adakah dapat pahala di akhirat nanti? karena saya lihat di dalam kitab Jawy, katanya beramalah kamu karena Allah, kalau kamu beramal (karena) selain Allah, tidak ada di akhirat nanti (pahalanya). Maka bagaimanakah seperti guru-guru agama yang makan gaji dan lainnya?

Jawab:

Di dalam kitab I’anah Thalibin juzuk 3 nomor 112,

فلو سقط ثواب القارئ لمسقط، كأن غلب الباعث الدنيوي، بقراءته بأجرة، فينبغي أن لا يسقط مثله بالنسبة للميت.

Maka menurut nash ini, kalau dia mengajar itu atau lainnya lantaran karena gaji dengan arti kalau tidak di beri gaji dia tidak mau mengajar, maka kalau begitu dia tidak mendapat pahala di akhirat nanti, karena gaji sudah di ambil di dunia ini, tetapi kalau tidak diberi gaji namun ia mengajar juga, cuma ketika didesak oleh keadaan dia mencari nafakah dan begitu juga kalau diberi gaji dia mengajar juga tidak mencari nafakah. alhasil, ada gaji atau tidak sama saja pada pikirannya. Maka jika demikian kelakukan dan niatnya, diharapkan daripada keluasan rahmat Allah dapat pahala ia dunia akhirat, dan masuklah ia di dalam firman Allah ta’ala (Q.S. al-Baqarah 201);

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(Ya Allah, berikan kepada kami kebahagian di dunia, dan akhirat dan peliharalah kami dari azab nereka (Q.S. al-Baqarah 201)


Pertanyaan dari Bilal Mesjid Medan
Fatawa Abuya Muda Wali al-Khalidi, hal 28 Cet. Nusantara Bukit Tinggi


Posting Komentar

0 Komentar