Menyusun Kitab Khususiat Umat Muhammad



Tashnif dan tadwin adalah perkara yang penting dilakukan untuk menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Lahirnya sebuah karya memiliki manfaat yang sangat besar dalam penyebaran ilmu. Namun, tahukah Anda bahwa menyusun kitab atau buku belum ada pada masa nabi-nabi sebelumnya, tetapi melainkan hanya ada pada umat Nabi Muhammad SAW?

 

Hal itu dapat ditemukan dalam berbagai komentar dari ulama. Di antaranya Imam al-Qasthalani menyebutkan dalam karyanya al-Mawahib al-Ladunniyah:

ومن خصائص الأمة المحمدية أنهم أوتوا تصنيف الكتب، ذكره بعضهم

 

"Sebagian ulama berkata bahwa di antara keistimewaan umat Muhammad saw. adalah mereka dianugerahkan tasnif (mengarang) kitab.”

Imam Zurqani dalam kitabnya Syarh al-Mawahib al-Ladunniyah menafsirkan kata al-Qusthalani (pengarang al-Mawahib) di atas. Imam al-Zurqani berkata:

 

قال ابن العربي في شرح الترمذي : لم يكن في أمة من الأمم من انتهى إلى حد هذه الأمة من التصرف في التصنيف والتحقيق. ولا جارها في مداها من التفريع والتحقيق، وتصنيف الكتب وتدوين العلوم وحفظ سنة نبيهم، أي أقواله وأفعاله، فتدوين العلوم وتصنيفها وتقرير القواعد وكثرة التفريع وفرض ما لم يقع وبيان حكمه وتفسير القرآن والسنة واستخراج العلوم الأدب وتتبع كلام العرب أمر مندوب إليه، وأهله خير الخليقة."

 

Ibnu Arabi berkata dalam ‘Aridhah al-Ahwazi Syarh al-Tirmizi, “ Tidak ada pada satu umat pun yang sampai pada pencapaian umat ini berupa mengarang dan melakukan tahqiq terhadap permasalahan. Umat lain juga tidak melakukan pemeliharaan dan pengembangan terhadap tafri’ (mencabangkan masalah) dan tadqiq (pendalaman masalah), menyusun kitab dan ilmu serta menjaga sunah Nabi mereka berupa perkataan dan perbuatan. Maka menyusun kitab, mengurai kaidah, memperbanyak cabangan, menakdirkan perkara yang belum terjadi, memperjelas hukumnya, menafsirkan Al-Quran dan sunah, melahirkan ilmu sastra dan kalam Arab adalah perkara sunat, orang-orang yang mengambil andil adalah sebaik-baik makhluk.”

 

Imam al-Qarafi menambahkan dalam Nafais al-Ushul Syarh al-Mahshul:

من خصائصه صلى الله عليه وسلم أن الواحد من أمته يحصل له من العمر القصير من العلوم والفهوم ما لم يحصل لأحد من الأمم السابقة في العمر الطويل

 

Artinya: Di antara keistimewaan umat Muhammad saw. Adalah mereka dapat menghasilkan ilmu yang banyak dari umur yang singkat sesuatu yang tidak dtemukan pada umat sebelumnya dengan umur mereka yang panjang.

 

Qarafi melanjutkan komentarnya menukil perkataan Qatadah:

 

وقال قتادة : أعطى الله هذه الأمة من الحفظ ما لم يعطه أحدا من الأمم خاصة خصهم بها، وكرامة أكرمهم بها

 

Qatadah berkata, “Allah SWT telah memberikan kepada umat ini penjagaan (terhadap ilmu) sesuatu yang tidak diberikan kepada umat lain. Allah SWT telah mengistimewakan mereka dan memuliakan mereka.”

 

 

Dari beberapa keterangan di atas diketahui bahwa menyusun kitab dan lahirnya karya-karya ilmiah hanya ada pada umat Muhammad SAW. Karena itu kita sebagai umat Beliau patut merasa senang dan bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.

 

 

Disadur dari Ta’rif al-Muhaqiqqin bi Manahij Syurrah wa al-Muhasysyin wa al-Mu’alliqin, (Bogor: Dar al-Minhaj, 2022), hlm 18-19.

Posting Komentar

0 Komentar