Perbedaan Antara Thalak dan Fasakh


Cerai ( talak ) dan fasakh adalah dua mekanisme pemutusan pernikahan dalam hukum islam dan hukum negara yang di berlaku di indonesia.

Karena keduanya merupakan cara untu k memutuskan ikatan pernikahan maka ada beberapa perpedaan yang signifikan diantara keduanya 

A. Cerai adalah pemutusan ikatan pernikahan dalam kendali suami sedangkan fasakh adalah pembatalan nikah oleh hakim agama karena bebarapa faktor yang dianggap oleh syar'i.


B. Perbedaan signifikan antara talak dan fasakh: 

  1. Fasakh tidak dapat mengurangi jumlah daripada talak. Dalam artian jika fasakh dilakukan maka bilangan talak tetap seperti semestinya.
  2. Jika fasakh dilakukan sebelum  terjadinya hubungan suami istri maka tidak dibebankan apapun terhadap suami, berbedanya halnya dengan talak, jika talak terjadi sebelum terjadinya dukhul maka di haruskan terhadap suami untuk membayar mahar misil.
  3. Jika fasakh terjadi karena adanya aib setelah dukhul maka diharuskan untuk membayar mahar misil, sedangkan pada talak, seandainya terjadi didalam kasus yang sama maka yang diwajibkan adalah mahar musamma.
  4. Jika fasakh terjadi karena sebab yang sudah ada sejak aqad (aib yang sudah ada di saat aqad) maka tidak diharuskan terhadap suami untuk memberikan nafakah terhadap istri meskipun ia sedang hamil. adapun pada kasus cerai (talak) seandainya terjadi dalam kondisi tersebut, maka si suami tetap wajib memberikan nafakah.

Adapun maskan / tempat tinggal maka tetap di wajibkan terhadap suami baik dalam kasus talak maupun fasakh, seandainya terjadi sesudah dukhul.


Referensi terkait: 

1. Sayyid Abu Bakr bin Muhammad Syatha al-Dimyathi, hasyiyah ianah  al-thalibin, Jld. 3, Hal. 336.

 اعلم ) أن الفسخ يفارق الطلاق في أربعة أمور الأول أنه لا ينقص عدد الطلاق فلو فسخ مرة ثم جدد العقد ثم فسخ ثانيا وهكذا لم تحرم عليه الحرمة الكبرى بخلاف ما إذا طلق ثلاثا فإنها تحرم عليه الحرمة المذكورة ولا تحل له إلا بمحلل الثاني إذا فسخ قبل الدخول فلا شيء عليه بخلاف ما إذا طلق فإن عليه نصف المهر الثالث إذا فسخ لتبين العيب بعد الوطء لزمه مهر المثل بخلاف ما إذا طلق حينئذ فإن عليه المسمى الرابع إذا فسخ بمقارن للعقد فلا نفقه لها وإن كانت حاملا بخلاف ما إذا طلق في الحالة المذكورة فتجب النفقة وأما السكنى فتجب في كل من الفسخ والطلاق حيث كان بعد الدخول.


2. Abu Zakariyya Mahyid al-din al-Nawawi, Fatawa al_Nawawi, Hal. 191, Cet. Dar al- Basyair.


اعلم» أن الفسخ يفارق الطلاق في أربعة أمور:

١ - الأول: أنه لا يُنقص عدد الطلاق، فلو فسخ مرةً، ثم جدد العقد، ثم فسخ ثانيًا وهكذا لم تحرم عليه الحرمة الكبرى، بخلاف (ما) إذا طلق ثلاثًا؛ فإنها تحرم عليه الحرمة المذكورة، ولا تحل له إلا بمحللٍ.

٢ - الثاني: إذا فسخ قبل الدخول فلا شيء عليه، بخلاف (ما) إذا طلق فإن عليه نصفَ المهر.

٣ - الثالث: إذا فسخ لتبيُّنِ العيبِ بعدَ الوطء لزمه مهر المثل، بخلاف (ما) إذا طلق حينئذٍ فإن عليه المسمى.

٤ - الرابع: إذا فسخ بمقارنٍ للعقد، فلا نفقةَ لها، وإن كانت حاملًا، بخلاف (ما) إذا طلق في الحالة المذكورة فتجب النفقة.

Posting Komentar

0 Komentar