Shalat adalah ibadah yang wajib dilakukan, begitu juga semua syarat-syaratnya juga menjadi kewajiban untuk sahnya salat tersebut, sebagian dari syarat itu adalah suci dan salah satu alternatif bersuci adalah air. Maka otomatis kita harus tau juga air apa yang kita gunakan untuk bersuci
Walaupun perihal bersuci sering dianggap sepele namun pada hakikatnya ini adalah perkara yang tidak bisa dipandang sebelah mata. tidak semua air bisa digunakan untuk bersuci karna sifat-sifat pada air berbeda-beda sehingga menyebabkan dampak yang berbeda pula seperti haram dan makruh bahkan tidak sah karna air itu adalah air bernajis
jika ditinjau dari sifatnya maka terbagi menjadi menjadi lima
- air suci menyucikan yang dinamakan air muthlaq
- Suci menyucikan tetapi makruh dipakai di badan yaitu air yang dipanaskan dengan matahari, air yang sangat panas atau sangat dingin
- Air suci menyucikan tetapi haram dipakai seperti air curian dan air khusus untuk diminum
- Suci tetapi tidak menyucikan, ini terbagi menjadi dua yaitu
- Air musta'mal artinya telah dipakai untuk bersuci dan air tersebut tidak mencapai dua kulah
- Air yang berubah disebabkan bercampur dengan sesuatu yang suci sehingga mengalami perubahan yang menyebabkan tercegahnya kemuthlakan air
5.Air bernajis ini juga terbagi menjadi dua:
- Air dibawah dua kulah yang terkena najis
- Air dua kulah atau lebih banyak yang berubah setelah terkena najis
Adapun hikmah syariat menetapkan kewajiban menghilangkan najis dengan air. sebagaimana yang tertera pada kitab hikmatu tasyri' wal falasafah, karena air mampu memisahkan najis dari benda yang terkena najis. Selain itu, bau tidak sedap yang dapat membahayakan manusia akan bercampur dengan udara lalu masuk ke dalam tubuh sehingga membahayakan kesehatan. Udara sendiri adalah zat yang sangat lembut sehingga mudah masuk ke dalam pori-pori tubuh, dan seluruh partikel yang bercampur dengannya, bahkan kandungan mineral di dalamnya, akan ikut masuk.
Referensi:
1. Ahmad bin al-husain ,al-Ghayah wa taqrib hal 3 cet alimul kutub
المياه على أربعة أقسام: طاهر مطهر غير مكروه وهو الماء المطلق، وطاهر مطهر مكروه وهو الماء المشمس، وطاهر غير مطهر وهو الماء المستعمل والمتغير بما خالطه من الطاهرات، وماء نجس وهو الذي حلت فيه نجاسة وهو دون القلتين أو كان قلتين فتغير
2. Ibnu qasim al-Gazi, Fathul qarib hal 37
وترك المصنف قسما خامسا وهو الماء المطهر الحرام والوضوء بماء مغصوب أو مسيل للشرب
3. Syekh Ali bin Ahmad al-Jarjawi, Hikmatu tasyri' wal falasafah halaman 41 cet DKI
فإن للشارع الحكيم في تكليفه إزالة النجاسة بالماء حكمة بالغة؛ لأن الماء يزيل عين النجاسة وما هو الرائحة الكريهة التي تؤذي الإنسان، وكل ما يقرب من الجسم الذي تنبعث منه رائحة، وأيضاً أن نفس هذه الرائحة عندما تختلط بالهواء، تدخل في سائر البدن بضرر الجسم وتؤثر بالصحة؛ لأن الهواء سائل مركب لطيف قابل للتمدد، وهو يدخل بسهولة في أضيق مسام الأجسام، وكل الجزيئات مماثلة به، حتى المعادن تحتوي على كمية منه فضلاً عن هذا الإنسان



0 Komentar