Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra

Hukum Khitan Anak yang terlahir tidak memiliki qulfah

Anak yang terlahir tidak memiliki qulfah, tidak wajib dikhitan.

Referensi: Asnal Mathalib 20 hal 190

( قَوْلُهُ : لَا بُدَّ مِنْ كَشْفِ جَمِيعِ الْحَشَفَةِ فِي الْخِتَانِ ) يُؤْخَذُ مِنْهُ أَنَّ مَنْ وُلِدَ مَخْتُونًا بِلَا قُلْفَةٍ لَا خِتَانَ عَلَيْهِ إيجَابًا وَلَا نَدْبًا كَمَا رَأَيْته فِي التَّبْصِرَةِ لِلشَّيْخِ أَبِي مُحَمَّدٍ الْجُوَيْنِيِّ وَحَكَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ بَعْضِ كُتُبِ الْبَغَوِيّ وَهُوَ ظَاهِرٌ

Namun Seorang anak yang telah dikhitan teryata qulfahnya masih tersisa, maka wajib dikhitan untuk kedua kalinya.

Referensi: Majmuk Syarah Muhazzah 1 hal 307
فان كان من القلفة التى تغطي الحشفة شئ موجود وجب قطعه كما لو ختن ختانا غير كامل فانه يجب تكميله ثانيا حتى يبين جميع القلفة التي جرت العادة بازالتها في الختان

Share artikel ini :
Dapatkan update topik terbaru via email dengan mendaftarkan alamat email anda di form di bawah ini:

Setelah memasukkan email dan klik subscribe, cek email lalu ikuti link verifikasi.

belum ada komentar untuk Hukum Khitan Anak yang terlahir tidak memiliki qulfah