Google plus twitter facebook RSS feed Berlangganan
Bahtsul Masail mudi mesra
Kafarat Puasa

Kafarat Puasa

Orang yang tidak sanggup melakukan puasa baik karena penyakit kronis ataupun karena faktor ketuaan, diwajibkan membayar kafarat sebanyak 1 mud untuk setiap hari.
Berdasarkan Konsepsi Ukuran Sukatan Dalam Hukum Syar'i, Ukuran 1 mud adalah 0,864 liter, jika dibandingkan dengan kilo gram adalah 0,6912 kg. Dibulatkan menjadi 0,7 kg.

Konsepsi Ukuran Sukatan Dalam Hukum Syar'i

Konsepsi Ukuran Sukatan Dalam Hukum Syar'i

Sukatan atau kail (dalam bahasa Arab) adalah alat menentukan ukuran takaran/sukatan suatu benda dengan menggunakan mud, sha' atau usuk.

Mud jamak amdad
المُدُّ ج أَمْدَّادٌ وَمِدَّادٌ وَمِدَّدَةٌ هو ضرب من المَكَايِيْل
biasa digunakan sebagai salah satu alat sukatan, yang ukuran volumenya sebesar isi 1 1/3 rithal kacang Adas, atau 2 rithal air. Ukuran ini apabila dibandingkan ke gram, maka berat 1 mud kacang Adas adalah 576 gram, dan berat 1 mud air = 864 gram.
Air adalah zat cair yang kadarnya sama dalam bentuk isi dan berat yaitu 100 cl = 100 gram. Dalam eksprimen ditemukan bahwa: 1000 cl air beratnya adalah 1000 gram, maka dapat disimpulkan bahwa: untuk mencari besarnya volume suatu alat takaran/sukatan harus dengan menggunakan air, dengan pertimbangan belum ditemukan zat lainnya yang mempunyai persamaan antara kadar isi dan berat. Oleh karena itu untuk mencari volume mud harus menggunakan air.

Berdasarkan ketetapan ukuran berat air 1 mud = 864 gram, maka volume satu mud air adalah 864 cl. atau 0,864 liter. Sedangkan ukuran berat 1 mud untuk benda yang berat jenisnya tidak sama belum ada ukuran pasti, karena ukurannya tergantung benda yang diukur dengan mud.
Contohnya beras, berat 1 liter = 8 ons, maka berat 1 mud adalah 6,912 ons, sedangkan 1 mud kacang Adas beratnya = 5,76 ons. Dari uraian dan perhitungan diatas jelaslah bahwa ukuran takaran 1 mud beras jauh berbeda dengan ukuran takaran 1 mud air dan 1 mud kacang Adas.

Sha’ berasal dari kata
صاع - صوعا الحةَ : كاله تالصاع
juga satuan sukatan  yang ukuran volumenya adalah 4 mud, didasari ukuran volume mud 864 cl atau 0,864 liter (lihat uraian diatas!), maka ukuran Sha’ adalah 3456 cl atau 3,456 liter, atau 1,728 bambu.
Sedangkan untuk mencari ukuran Sha’ dengan gram, sama halnya dengan mud, yaitu tergantung kepada benda yang diukur atau ditakar/sukat dengan Sha’. Apabila yang di ukur itu beras, maka berat 1 Sha’ adalah 2,7648 kg beras.

Ausuq berasal dari kata wasq, juga satuan sukatan, yang ukurannya 60 Sha’  dan ukuran 1 Sha’ adalah 3,456 liter atau 1,728 bambu, maka ukuran volume wasq (1 Ausuq) adalah 207,36 liter atau 103,68 bambu. Dan volume 5 Ausuq adalah 518,4 bambu.
Untuk lebih jelas lihat table di bawah ini :

Tabel ukuran sukatan syar'iyah:
 Nama luas   Qirbah   Sha'   Mud   Rithal 
Usuq  2,5 60240
 Qirbah    2496
Sha'

4
 Mud  

2


Tabel sukatan syar'iyah dengan ukuran sukatan internasional
Nama luas  bambu  liter   Desiliter  centiliter  mililiter
Usuq  103.68 207.362073.620736207360
 Qirbah   41.472 82.944829.448294.482944
Sha'  1.728 3.45634.56345.63456
Mud  0.4320.8648.6486.4864

Konsepsi Ukuran Timbangan Dalam Hukum Syar'i

Rital adalah satuan berat, Sahibul Munjid mengemukakan:
رَطَلَ الشَّيئ لِيُعرَف وزنه
“Mengukur sesuatu untuk mengetahui timbangannya”, yang kadarnya menurut pendapat imam Nawawi adalah 128 4/7 Dirham.

Dirham adalah satuan berat yang kadarnya 6 daniq.
Daniq dirham adalah satuan ukuran timbangan yang beratnya 1 danik = 1/6 dirham.
Daniq dinar adalah satuan ukuran timbangan yang beratnya 1 danik = 1/6 dinar.
Dinar/mistqal adalah satuan berat yang kadarnya 1 3/7 dirham.

Untuk mengetahui ukuran dan perbandingannya lihat tabel di bawah ini:
Tabel ukuran berat yang terdapat dalam kitab:
 Nama ukuran  Ukuran berat
Dirham  Daniq 
Rithal    128 4/7 
 Mistqal/ Dinar  1 3/7
Dirham 6
Daniq 1/6

Tabel ukuran berat standar internasional:
Tabel ukuran berat standar internasional

Untuk menjabarkan semua satuan berat yang terdapat pada istilah syar'iyah kepada ukuran berat yang berlaku di tingkat internasional sa'at ini, dapat di mulai dengan memperbandingkan berat 1 (satu) dirham dengan gram. Penelitian tentang hal ini tidak terlepas dari pembahasan tentang air. Karena air adalah satu-satunya zat yang mempunyai persamaan antara kadar luas dan berat. sebagaimana yang kita maklumi dari pembahasan tentang air, bahwa: air dua qullah yang jumlah volumenya 216 liter mempunyai ukuran berat 500 rithal atau 64.285,71429 dirham,
dan juga dapat kita maklumi dari ilmu Fisika bahwa; Air 216 Lliter beratnya adalah 216 kg. atau 216000 gram, maka apabila 216000 gram di bagi dengan 64.285,71429 dirham menghasilkan ukuran berat 1 dirham dengan gram. ( 216000 : 64.285,71429 = 3,36) maka berat 1 dirham adalah 3,36 gram.

Setelah mendapatkan ukuran berat 1 dirham dengan gram, maka semua kasus hukum yang menyangkut dengan ukuran timbangan syar'iyah akan mudah dijabarkan kepada ukuran yang berlaku di tingkat internasional sa'at ini.
Mistqal atau dinar pada istilah syar'iyah adalah 1 3/7 dirham, maka 1 mistqal adalah 4,8 gram.
Rithal pada istilah syar'iyah adalah 128 4/7 dirham, maka 1 rithal dengan ukuran gram adalah 432 gram.

Tabel di bawah ini menunjukkan perhitungan ukuran berat pada istilah syar'iyah dengan ukuran yang berlaku sa'at ini:
ukuran  dirham  kilogram   hektogram (ons)   gram 
Rithal  128 4/7 0,4324,32432
 Mistqal/ Dinar   1 3/7 0,00480,0484,8
Dirham  6 0,003360,03363,36
Daniq  1/6 0,000560,00560,56

Konsepsi Ukuran Panjang/Jarak Dalam Hukum Syar'i

Hukum syar'i tidak hanya berkaitan dengan ukuran sukatan dan timbangan, akan tetapi juga punya kaitan dengan jarak ataupun masafah, seperti hukum Jama' dan Qashar shalat yang dikaitkan dengan masafah dua marhalah. Istilah-istilah syar'i yang sering digunakan dalam ukuran jarak adalah: Marhalah, Barid, Parsakh, Mil, Khutwah, Zira', Qadam, Ashbu' dan lain-lain.

Istilah inilah yang perlu di distandarisasi dan dijabarkan ke istilah yang berlaku secara internasional seperti Kilometer, Hektometer, Dekameter, Desimeter, Centimeter, Milimeter, Mikron dan lain-lain.

Mil adalah istilah yang sering digunakan pada ukuran jarak, tetapi tidak mempunyai patokan yang pasti, sehingga mil pada suatu istilah berbeda dengan mil pada istilah yang lain. Maka mil pada istilah syar'i tidak boleh ditafsirkan dengan salah satu mil yang sering di gunakan sa'at ini, tetapi Mil syar'i adalah Mil yang berukuran 6000 hasta berdasarkan pendapat yang dikuatkan oleh Imam Naway. Sedangkan berdasarkan pendapat yang ditarjih oleh Imam Abdul Bar adalah 3.500 hasta/zira` (lihat Tanwirul Qulub karya Imam Sulaiman Kurdy hal 172 cet. Hidayah)

Dari berbagai referensi yang dikaji oleh tim peniliti telah dapat menyimpulkan ukuran yang ditetapkan dalam istilah-istilah tersebut di atas, seperti tersebut dalam 2 buah table di bawah ini :

Tabel Ukuran Jarak/ Masafah berdasarkan Miqdar Syar'i.
 Nama jarak  Ukuran dengan Barid  Ukuran dengan
 parsakh 
 Ukuran dengan Mil   Ukuran dengan Khutwah  Ukuran dengan Zira'  Ukuran dengan Qadam  Ukuran dengan Ashbu'
Marhalah 2 8 24 96000 144000 288000 3456000
Barid
4 12 48000 72000 144000 1728000
Parsakh

3 12000 18000 36000 432000
Mil


4000 6000 12000 144000
Khutwah



1,5 3 36
Zira'




2 24
Qadam





12


Not. Mil dalam tabel diatas adalah berdasarkan pendapat yang di tarjih oleh Imam Nawawy. Sedangkan berdasrkan tarjih Imam Abdul Bar 1 Mil = 3.500 Zira`

Tabel Ukuran Jarak berdasarkan Standar internasional
Ukuran Panjang/Jarak Dalam Hukum Syar'i


Hasta atau Zira' adalah ukuran panjang antara ujung siku hingga ujung jari tengah. Yang ukurannya dengan ashbu' (jari tangan) adalah 24 ashbu', sedangkan ukurannya dengan centimeter terdapat 2 (dua) persepsi,
pertama: panjang zira' adalah 46,2 cm. dan ukuran lebar ashbu' 1,925 cm.
kedua: panjang zira' adalah 48 cm. maka ukuran lebar ashbu' adalah 2 cm.
Pendapat yang kedua ini secara tidak langsung mendapat dukungan dari berbagai pakar. Seperti Sulaiman Rasyid dalam bukunya Fiqh Islam.

Dengan menyatakan ukuran air dua qullah 60 cm x 60 cm x 60 cm. konsekwensinya para pakar tersebut mengaku panjang zira' 48 cm. karena hanya angka 48 yang apabila ditambah ¼ jumlahnya 60.
Demikian juga dengan menyatakan air dua qullah 216 liter, juga mengaku panjang zira' 48 cm. karena Bak (tempat penampungan air) yang ukuran panjang, lebar dan luasnya sama (dalam bentuk kubus), dan dapat terisi ukuran pas dengan 216 liter air hanyalah Bak yang berukuran 60 x 60 x 60 cm.
sedangkan pendapat yang menyatakan ukuran luas air dua qullah 60 x 60 x 60 dan menyatakan jumlah air dua qullah berdasarkan sukatan 190 liter adalah pendapat yang keliru. Karena 60 x 60 x 60 cm jumlahnya 216000 centiliter (cl). dan ukuran 1 liter adalah 1000 cl maka 216000 cl : 1000 cl. = 216 liter.

Berpijak dari uraian diatas dapat di simpulkan bahwa:
  1. Ukuran lebar Ashbu‟ (jari tangan) adalah 2 cm.
  2. Panjang Zira‟ (hasta) adalah 48 cm.

Setelah menemukan ukuran zira' dan ashbu' maka dapat ditetapkan perbandingan ukuran miqdar al-syar'i dengan ukuran yang digunakan oleh standar internasional seperti terlihat dalam tabel di bawah ini:

Konsepsi  Ukuran Panjang/Jarak Dalam Hukum Syar'i

Hukum Menyewa baca zikir

Hukum Menyewa baca zikir

Sekarang sudah menjadi tradisi dikalangan orang-orang yang dekat dengan Ulama, pada saat pesta perkawinan mengadakan pembacaan Dalail Khairat. Biasanya para pembaca Dalail tersebut diundang dari dayah terdekat. Salah satu grup Dalail yang sering diundang untung resepsi pernikahan adalah grup dalail dari Dayah MUDI MESRA. Karena hal tersebut menyita waktu dan tenaga maka ditetapkanlah ujrah kepada siapa saja yang berkeinginan memanggil grup Dalail.

Sehingga timbul pertanyaan, Bolehkah menyewa orang untuk melakukan pembacaan Dalail atau zikir yang lain?
Jawabannya Boleh

Referensi:
حاشيتا قليوبي – وعميرة
فرع : تصح الإجارة لقراءة القرآن لحي أو ميت ويحصل له الثواب إن قرأ بحضرته أو نواه بها أو أهدى له الثواب بعدها ، كأن يقول اللهم اجعل ثواب ذلك أو مثل ثوابه لفلان…………..
فرع : تجوز الإجارة على كل مسنون كالأذان والإقامة والأجرة عليهما بصفاتهما وعلى أذكار الله تعالى من غير القرآن حيث كان فيها كلفة لا على رفع صوت في ذلك ، ولا على رعاية الوقت ولا على الحيطتين كما قيل به .

حاشية الجمل كتاب التجارة
( قوله وتعليم قرآن ) وتجوز الإجارة لقراءة القرآن عند القبر أو مع الدعاء بمثل ما حصل من الأجرة له أو لغيره عقبها عين مكانا أو زمانا أو لا للميت أو المستأجر أو بحضرة المستأجر ومع ذكره في القلب حالتها كما أفاده السبكي لأن موضعها موضع بركة ونزول رحمة والدعاء بعدها أقرب إجابة وإحضار المستأجر في القلب سبب لشمول الرحمة إذا نزلت على قلب القارئ وألحق بها الاستئجار لمحض الذكر والدعاء عقبه

donasi
donasi

selengkapnyaAMALAN SUNAT

selengkapnyaDownload

selengkapnyaDOA

selengkapnyaAswaja