Rukun Shalat Yang Ke Sembilan: Membaca Tasyahud Akhir

duduk tahyat akhirTasyahhud Akhir merupakan rukun shalat yang mesti dibaca ketika duduk tahiyat akhir.

Rasulullah SAW bersabda :
عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ أَنّهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم يُعَلّمُنَا التّشَهّدَ كَمَا يُعَلّمُنَا السّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ

Artinya : ” Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, sesungguhnya ia berkata : adalah Rasulullah SAW mengajari Tasyahhud kepada kami sebagaimana beliau mengajari bacaan al-Quran kepada kami”. (H.R. Ibnu Abbas).

Ada beberapa ketentuan dalam membaca Tasyahud Akhir, yaitu:
  1. Bacaaannya mesti terdengar oleh dirinya sendiri.
  2. Bacaan Tasyahud tidak dimaksudkan kepada bacaan lain 
  3. Dibaca secara beriringan, artinya tidak boleh diselangi oleh bacaan yang lain meskipun dengan zikir atau ayat-ayat al-Quran.
  4. Tidak boleh menggantikan huruf-hurufnya, kalimat-kalimatnya serta segala tasydidnya.
  5. Dibaca dalam bahasa Arab.
  6. Tertib, yaitu tidak boleh digantikan urutan-urutan bacaannya jika dapat mengubahkan maknanya.
Bacaan Tasyahud Akhir sekurang-kurangnya yaitu :

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ سَلَامٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ سَلَامٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُولُ اللَّهِ

Adapun bacaan Tasyahud Akhir secara sempurna adalah :

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ, اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ, اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحيْنَ أشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ الله

Referensi:
1. Nihayat al-Zain fi Irsyad al-Mubtadin Juz I hal 71
2. Hasyiah al-Syarwany wa Ibn Qasim ‘Ala Syarh Tuhfat al-Muhtaj juz 2 h. 83
3. Syarh Sahih Muslim li al-Nawawi Juz 13 h. 63